Lompat ke isi utama
Tas rajut karya anggota KSP Bank Difabel ngaglik

KSP Bank Difabel Ngaglik, Solusi Permodalan bagi Difabel Pelaku Usaha

Solider.id,Yogyakarta- Salah satu jenis koperasi yang cukup populer adalah koperasi simpan pinjam. Koperasi ini menyediakan pinjaman uang kepada anggotanya berdasarkan perjanjian dan kesepakatan bersama. Dibandingkan pinjaman bank, persyaratan pengajuan pinjaman koperasi terbilang lebih mudah.

Koperasi Simpan Pinjam Bangun Kemadirian (KSP Bank) Difabel ngaglik, menerapkan hal serupa. Ada perbedaan menonjol dari koperasi simpan pinjam pada umumnya. Koperasi yang didirikan oleh sekelompok difabel itu, tanpa mensyaratkan agunan atau jaminan benda berharga. Melainkan hanya jaminan tunjuk.

Apa itu? Jaminan tunjuk lebih pada membangun kepercayaan koperasi terhadap calon nasabahnya. Pinjaman akan diluluskan ketika surveyor mencatat (menunjuk) bahwa calon nasabah memiliki motor, contohnya. Tanpa harus meminta BPKB atau bukti kepemilikan kendaraan bermotor.

“Kami hanya menggunakan jaminan tunjuk, tanpa harus mengambil bukti BPKB atau sertifikat tanah. Hal ini sejalan dengan visi kami, yaitu menjadi solusi bagi difabel mengajukan pinjaman modal usaha,” terang Kuni Fathonah, Ketua KSP Bank Difabel ngaglik.

Lanjutnya, syarat yang diberlakukan menjadi anggota aktif minimal 6 (enam) bulan, hadir dalam pertemuan rutin setiap selapan (35 hari) sekali. Ini menjadi dasar pengurus menilai karakter dan mengenal usaha calon nasabah. Selanjutnya sebagai bahan pertimbangan persetujuan pengajuan pinjaman.

Meski tanpa agunan, KSP Bank Difabel tetap menerapkan sistem survei ke lokasi calon nasabah. Hal ini dimaksudkan untuk melihat kemampuan mengangsur. Dari survei itu juga, akhirnya diperoleh jaminan tunjuk, sebagai pertimbangan proses lanjut.

“Surveyor bertugas meninjau rumah calon nasabah, untuk memastikan calon nasabah benar memiliki usaha, dan memiliki kendaraan yang ditunjuk sebagai agunan. Selanjutnya hasil survei berupa ‘jaminan tunjuk’ dipergunakan sebagai syarat persetujuan pinjaman, selain syarat lain yaitu menjadi anggota aktif,” jelas Kuni.

Dalam perkembangannya, hingga saat tulisan ini diturunkan, Sabtu (16/5) asset permodalan KSP Bank Difabel ngaglik telah mencapai Rp. 250 juta. Koperasi simpan pinjam ini sudah bisa memberikan pinjaman modal hingga Rp. 30 juta per nasabah dengan proses angsuran menyesuaikan kemampuan nasabah.

Akses mudah

Erwan Suwandi, pengrajin kulit ikan pari, adalah salah seorang difabel yang mengakses permodalan dari KSP Bank Difabel ngaglik. Menurut pengakuannya, karya kerajinannya telah mampu menembus pasar internasional. Semua ini, kata dia karena adanya kemudahan meminjam modal melalui KSP.

“Sebelumnya saya pernah mengajukan pinjaman modal usaha ke Bank Rakyat Indoesia (BRI). Tetapi tidak bisa cair. Karena kalau pinjam di bank pemerintah harus sudah punya usaha dulu, sedang saya baru akan memulai usaha atau merintis. Jadi adanya KSP Bank Difabel ini, sangat menolong saya, yang waktu itu baru mau merintis usaha,” tuturnya.

Kalau di KSP yang penting kita ada tanggung jawab, sambungnya. “Saya sudah tiga kali mencairkan dana modal usaha. Yang pertama bisa langsung dapat pinjaman sebesar Rp.10 juta, kedua saya bisa dapat pijaman Rp. 20 juta, dan pinjaman yang masih berjalan sebesar Rp. 30 juta,” papar Erwan.

Demikian pula bagi Endang Sundayani difabel pengguna kursi roda. Pengrajin tas dan sepatu rajut di Wilayah Sleman ini mengaku sangat terbantu dengan adanya KSP Bank Difabel. Dia yang awal-awal membuka usaha perlu modal, pernah mengajukan pinjaman modal ke BRI. Tetapi ditolak karena tidak punya jaminan dan tidak memiliki slip gaji karena bukan pegawai.

“KSP ini sangat menolong. Prosesnya mudah. Tidak harus ada jaminan, atau menunjukkan slip gaji. Jaminannya hanya jaminan tunjuk. Contohnya, oh masih punya motor, jadi masih bisa mengangsur. BPKB tidak perlu diserahkan. Jadi sistem kepercayaan tinggi. Lebih dari itu, KSP ini betul-betul membantu difabel yang mau berusaha,” ujarnya.

Adanya KSP Bank difabel, rumitnya mengakses permodalan di bank tak lagi dihadapi Endang, Erwan, serta para pegusaha difabel anggota KSP Bank Difabel ngaglik. Karena ketiadaan slip gaji, agunan atau jaminan tak membuat difabel pemilik usaha berhenti berusaha.

Pada kesempatan berbincang dengan Solider, Rabu (13/5) Kuni Fathonah juga mengutarakan misi koperasi yang digawanginya. Yakni, menjadi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) bagi difabel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Koperasi ini berdiri dalam upaya merespon permasalahan sebagian besar difabel, yang kesulitan mengakses permodalan di dunia perbankan.[]

 

Reporter: Harta Nining Wijaya

Editor: Robandi

The subscriber's email address.