Lompat ke isi utama

Rilis Lagu Corona, Wujud Keprihatinan Dalam Karya Dari SLB Negeri A Pajajaran Bandung

Solider.id, Bandung – Keprihatinan menghadapi situasi pendemi covid-19 mampu menumbuhkan kreativitas baru. Selain meningkatkan kesadaran setiap individu terhadap kesehatan, kepedulian lingkungan, mematuhi aturan pemerintah, menerapkan kedisiplinan dan bentuk moralitas positif lainnya, pandemi ini juga berhasil melahirkan karya musik tersendiri.

Ragam karya musik hadir ditengah masa pandemi dengan mengusung tema seputar corona virus. Baik ajakan mentaati aturan yang diterapkan, sosialisasi pencegahan penyebaran, atau bentuk keprihatinan dan kepedulian. Uniknya setiap karya tersebut diproses dan dilakukan dari rumah saja, entah itu secara pribadi oleh perseorangan atau vokal solo tunggal, maupun grup vokal yang melibatkan banyak orang.

Video lagu berjudul ‘Corona,’ juga dirilis oleh keluarga besar Sekolah Luar Biasa – SLBN A Pajajaran Bandung, yang melibatkan para guru, peserta didik, hingga kepala sekolah dan berhasil menggandeng perwakilan dari jajaran Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Dalam notulensinya, civitas SLBN A Pajajaran Bandung yang berada di kawasan Pajajaran ini telah merilis lagu bersahutan dengan judul ‘Corona,’ pada tanggal 11 Mei 2020 sebagai bentuk sosialisasi, bermula dari keresahan pada pandemi covid-19 yang mengakibatkan krisis diberbagai sektor.

“Karya ini sebagai rasa keprihatinan atas kondisi Indonesia, kondisi Jawa Barat, kondisi Bandung, dan atas kondisi sekolah yang berdampak pada kebijakan kegiatan belajar di rumah dengan metode daring. Kami juga ingin menunjukan produktivitas saat pelaksanaan bekerja, belajar, beribadah dari rumah, dengan tetap bisa berkarya dan produktif,” papar Wawan, M.Pd, Kepala SLBN A Pajajaran Bandung.

Selain itu, Wawan juga menjelaskan karya tersebut merupakan wujud dari rasa empati, simpati dan ingin disampaikan pada pihak yang sudah secara serius melakukan upaya terbaik dalam menangani dampak covid-19. Sebagai warga sekolah yang notabennya merupakan guru, tenaga didik dan peserta didik dengan hambatan penglihatan, mereka juga bisa berperan dan berkontribusi dalam kondisi pandemi ini.

“Semoga pesan dalam lagu ini tersampaikan, memotivasi saat kita bersatu, tegar, dan berikhtiar, pandemi pun akan berlalu,” ucapnya.

Kolabolasi keluarga besar SLBN A Pajajaran Bandung dan perwakilan dari jajaran Dinas Pendidikan Jawa Barat. Lirik lagu ‘Corona.’

Disampaikan Edi Ali S, pembuatan lirik lagu Corona hanya dilakukan selama satu hari. Ide pembuatan lagunya dicetuskan bersama, atas keprihatinan terhadap wabah corona yang memang sedang merajalela.

Karya bersama milik keluarga besar SLBN A Pajajaran Bandung ini juga, merupakan modifikasi lagu berjudul ‘Nurlela,’ lagu dari Dedi Dhukun dan Sambobo, yang dipopulerkan The Rumpies pada era 80 an.

“Karena itu musik yang indah, abadi dan mudah diingat masyarakat,” pungkas Edi.

Pembuatan video dalam lagu ini dilakukan dari rumah masing-masing yang kemudian digabungkan secara utuh. Tetap berkarya ditengah pandemi dan menghasilkan karya kolaborasi bukan sekedar mimpi. Mereka mampu mewujudkannya. Video selengkapnya dapat dilihat di: https://www.youtube.com/watch?v=Spsy0GBRous&feature=youtu.be&fbclid=IwAR1o7poHvJMXUJ12kkg7eFwsnkZgglrNZGruN8XjHSN0UigyrT_oU3IEehI           

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor : Ajiwan Arief     

   

The subscriber's email address.