Lompat ke isi utama
diskusi online garda inklusi

Diskusi Online Garda, Menjawab Keresahan Orang Tua Anak Autis

Solider.id, Pati - Dalam masa pandemi ini, banyak  orang yang terkena dampaknya. Dari sisi ekonomi, sosial, kesehatan, dan pendidikan akan terkena imbasnya.

Berbicara tentang pendidikan dan kesehatan yang berkaitan dengan anak-anak yang saat ini di liburkan dan harus study at home, pastinya sebagian dari mereka ada yang merasa senang dan ada pula yang jenuh karena banyak alasan, ada yang ingin kumpul teman-teman, uang saku tidak ada dan ada yang rindu dengan suasana sekolah.

Lalu, bagaimana dengan aktivitas anak-anak autis. Akhir-akhir ini para orang tua anak autis mulai resah, karena anak mereka sekarang  sudah jenuh di rumah. Semua itu karena libur yang terlalu panjang, mereka tidak bisa berkumpul lagi dengan teman-temannya, dan biasanya mereka dalam seminggu dua kali berkegiatan terapi, ada yang terapi bermain dan ada yang berlatih karate.

Para orang tua juga khawatir jika ini terlalu lama anak-anak akan semakin tak terkendali, dan mereka harus patuh pada kebijakan Pemerintah untuk social distancing, physical distancing dan stay at home.

Saat ini, Pemerintah seharusnya memberikan perhatian untuk anak-anak autis. Meskipun semua orang terdampak Covid, dan Pemerintah mengurus semua itu tetapi jangan mengesampingkan hak-hak anak autis.

Dalam Undang-Undang nomor 8 Tahun 2016, menjelaskan autis termasuk penyandang disabilitas mental, dan diatur juga hak-hak nya oleh Undang-Undang. Seperti yang tercantum dalam pasal 71 ayat 1 berbunyi "Fasilitas perawatan untuk pasien penyandang disabilitas mental harus dilaksanakan sesuai dengan prinsip keselamatan dan kepuasan pasien" dan ayat 2 yang berbunyi "prinsip keselamatan dan kepuasan pasien sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan".

Serta pasal 72 menjelaskan "segala tindakan medik kepada pasien penyandang disabilitas mental dilaksanakan sesuai dengan standar".

Gerakan Advokasi Kesetaraan Difabel (Garda) berinisiatif mengadakan diskusi online, untuk mengulas bagaimana peran Pemerintah dalam mengatasi masalah ini, serta langkah strategis para orang tua anak autis untuk mengontrol dan menangani saat pandemi Covid-19. Bersama dengan para Narasumber :

1. Sunarman Sukamto (Staf Ahli Kantor Staf kepresidenan).

2. Nurul Sa'adah Andriani (Direktur Sapda).

3. Siti Farida (Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Tengah).

4. Dr. Yarmaji Sp.Kj (Humas RSUD Soewondo Pati).

Widiyanto, ketua Garda menjelaskan diskusi ini akan menjawab keresahan para orang tua anak autis.

"Diharapkan diskusi online ini menjawab keresahan para orang tua anak autis, karena diskusi ini ada sesi tanya jawab, dan hasil diskusi ini akan kami sampaikan ke Bupati Pati dan DPRD Pati." Jelas Widiyanto.

Diskusi online ini akan diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 16 Mei 2020, pukul 10.00-12.00 WIB. Untuk ikut bergabung dan berpartisipasi dalam diskusi ini, silakan mendaftar di

https://bit.ly/DiskusiOnlineGarda

Narahubung : Dimas (082242822245)

 

 Reporter: Oby Achmad

Editor           : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.