Lompat ke isi utama
Dwi Ariyani (sumber : Facebook

Dwi Ariyani Tentang Daftar Isu dari Komite CRPD

Solider.id, Surakarta - Terkait keluarnya List of Issues in Relation to the Initial Report of Indonesia Convention on the Right of Person with Disability (CRPD) pada April 2020, solider.id mewawancarai Dwi Ariyani dari Disability Right Fund (DRF). Menurut Dwi Ariyani keluarnya daftar list of issues dari komite CRPD sangat membuatnya dan kawan-kawan di semua gerakan difabilitas berbangga karena banyak sekali  hal yang menjadi isu utama yang diangkat dan dimasukan oleh komite CRPD. Isu tersebut diambil dari laporan alternatif/laporan bayangan yang dikirim oleh Organisasi Penyandang Difabilitas (DPO).

Ada empat laporan bayangan dikirim oleh DPO yakni laporan dari Team Disco 2017, lalu laporan yang dikoordinasi oleh OHANA bersama sekitar 16 DPO lainnya yang fokus ke kelompok-kelompok marjinal di gerakan difabilitas, kemudian laporan yang disusun Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) yang fokus ke isu difabilitas psikososial dan juga laporan yang disusun Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) yang berfokus ke isu perempuan.

Menurut Dwi Ariyani, sebelum ini sebenarnya DRF mendukung perwakilan DPO yang terlibat dalam penyusunan empat laporan bayangan bersama organisasi HRWG untuk datang ke Geneva dan mengadvokasi agar isu-isu yang diangkat oleh DPO dalam laporan bayangan diangkat ke dalam list of issues komite CRPD. Namun karena ada pandemi COVID-19, delegasi ini gagal berangkat. “Tapi kami beruntung dari rekan IDA memberitahu bahwa bisa melakukan online meeting dengan pelapor komite CRPD untuk Indonesia. Dan kami bisa melakukan diskusi tersebut,” terang Dwi Ariyani.

Perwakilan yang mengikuti diskusi yakni Maulani dari HWDI, Yeni Rosa Damayanti (Perhimpunan  Jiwa Sehat), Edy Supriyanto mewakili Tim DISCO, Nuning dari CIQAL, serta Hafiz dari HRWG. Pada saat itu ada delapan isu yang diangkat dan masuk dalam list of issues.

Menurut Dwi Ariyani, hal ini juga membuktikan betapa gerakan hak-hak difabilitas di Indonesia sangat kuat, terbukti dari empat laporan bayangan yang terkirim. Serta adanya kolaborasi antar DPO baik dari akar rumput sampai tingkat nasional. “Jujur saya sendiri sangat bangga dengan kerja-kerja  kolaboratif rekan-rekan,” jelas Dwi Ariyani. Dwi mengaku setelah menerima dan membaca list of issues merasa terharu karena suara kawan-kawan difabel didengar oleh komite CRDPD dan meski di tengah-tengah pandemi COVID-19, mereka tetap bersemangat.

 

Reporter: Puji Astuti

Editor   : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.