Lompat ke isi utama
 Ogest saat mengisi vokal di Suara Inklusi

Suara Inklusi, Karya Difabel Ditengah Pandemi Covid-19

Solider.id, Bandung – Banyak cara yang dapat dilakukan masyarakat selama pandemi covid-19 di tanah air. Mereka ada yang membantu mensosialisasikan pencegahan penularan virus corona, berpartisipasi meringankan tugas pemerintah atau memberikan donasi, menghibur para tim medis dan mereka yang selalu berada digarda terdepan selama masa wabah masih berlangsung.

Masyarakat difabel pun sudah banyak yang ikut bergerak bersama warga lainnya. Mereka ada yang menjadi bagian dari tim satuan tugas informasi dan pengamanan penyebaran virus corona di sekitar wilayah tinggalnya. Ada yang sebagai penyedia alat pelindung diri untuk masyarakat umum dan tim medis, ada pula yang memberikan sumbangsihnya dalam bentuk karya sebagai sarana sosialisasi dan menghibur para tim medis.

Seperti yang dilakukan Ogest Yogaswara, difabel Daksa pengguna kursi roda asal Cimahi yang dikenal sebagai musisi. Selama pandemi ini, ia telah membuat dua buah lagu yang bertajuk ajakan untuk di rumah saja dan satu lagu lain yang didedikasikan untuk para medis.

Hal menarik dalam pembuatan lagu yang dipersemahkan untuk tim pejuang kemanusiaan ini adalah dengan terlibatnya puluhan penyanyi tanah air, dan berhasil menggandeng satu pengisi bait vokal dari Malaysia. Selain itu dalam proses penggarapan, semua vokalis yang terlibat didalamnya menyumbangkan suara mereka tetap dari rumah saja. Mereka masing-masing merekam sesuai bait lagu yang dibawakan. Kolaborasi apik tersebut dinamai ‘Suara Inklusi.’

Suara Inklusi karya musik difabel ditengah pandemi.

SUARA INKLUSI

Kolaborasi Disabilitas, Artis, Penggerak Sosial dan Munsyid Indonesia - Malaysia #dirumahaja.

Membawakan lagu "PEJUANG KEMANUSIAAN"  didedikasikan dan sebagai Apresiasi rasa hormat setinggi-tingginya bagi para Team Medis dan Relawan yang tengah berjuang menyelamatkan dan membantu masyarakat yang terserang dan berdampak oleh Covid-19 atau Corona.

Kami #dirumahaja ingin melakukan sesuatu yang bisa menyadarkan masyarakat  begitu beratnya pengorbanan para Pejuang Kemanusiaan menyelamatkan sesama dengan mengorbankan dirinya sendiri dan keluarga.

Agar memutus penyebaran wabah Corona meski yang kami lakukan tidak sebesar Para Pejuang Kemanusiaan.

“Saya yang ciptakan lagunya diaransemen musik dan edit video oleh kawan saya namanya Bang Ihsan. Lagu ini diciptakan kurang lebih dua hari. Diaransemen musik dan video beres di edit dan share ke sosmed seminggu kemudian. Ada satu pengisi bait vocal dari Malaysia, Ustad Hasnul Jamal,” papar Ogent.

                   Pejuang Kemanusiaan.

Tetap terjaga sepanjang hari selalu siaga.

Tak peduli lelah yang kian terasa

Kau korbankan semua.

Mempertaruhkan nyawa.

Demi menyelamatkan sesama.

Kau penenang bagi mereka yang cemas dan takut.

Sikapmu sejukkan hati gelisah.

Kau korbankan semua.

Mempertaruhkan nyawa.

Demi kebahagiaan sesama.

Tuhan telah memilih dari tulus hatimu.

Membantu sesama meski mungkin tak sempurna.

Langit dan bumi kan mengabadikan,

nama mu sebagai pejuang kemanusiaan.

Kau tak perdulikan dirimu.

Jauh dari keluargamu.

Tetesan peluh mengurai harapan indah.

Dalam karyanya untuk para tim medis ini, Ogest beberapa teman difabel lainnya dari berbagai latar belakang yang berbeda. Selain dari kalangan artis, musisi dan penggerak sosial.

Kata mereka yang turut bergabung dalam kolaborasi ‘Suara Inklusi.’

“Saya senang sekali terlibat dalam lagu suara inklusi. Lagu ini memberikan dukungan dan terimakasih kepada orang-orang yang telah bela kasih menaruhkan nyawanya untuk menyembuhkan orang-orang yang terserang, walaupun mereka memiliki resiko untuk ikut tertular virus covid-19.  Suara inklusi ini adalah satu cara untuk tidak melihat ada perbedaan antara difabel maupun nondifabel. Mereka semua bisa memberikan sesuatu untuk pahlawan kemanusiaan yang saat ini sedang berjuang untuk menghentikan covid-19,”  M. Budi Pramono, difabel Cerebral Palsy (CP).

“Alhamdulillah, bisa ikut berpartisipasi untuk mendukung dan memotivasi para pejuang kemanusian. Khususnya dukungan dari teman-teman difabel melalui lagu. Semoga semua kerja keras, tenaga bahkan mempertaruhkan nyawa yang didedikasikan semua pejuang kemanusian, dokter, perawat, dan para relawan mendapatkan pahala dari Allah SWT, Aamiin,” Yayat Abah Oby, difabel daksa yang juga seorang musisi dan guru musik di SLB.

“Saya dan suami sangat senang bisa terlibat dalam kolaborasi ‘Suara Inklusi.’ Masing-masing dari kami para vokalis sudah ditentukan baitnya, kang Ogest yang membagi,” Pasangan suami istri, Ratna-Aden, difabel daksa.

“Saya senang bisa turut mengapresiasi para tim medis, relawan dan lainnya yang saat ini tengah berjuang keras diluar sana membantu para pasien corona,” Rina Sutrinawati Nawari, difabel Netra.

“Saya waktu Aa Ogest minta kesediaan untuk isi vokal di lagu tersebut langsung semangat, walau tidak bisa bernyanyi. Tapi terasa sekali dari lirik dan aransemen musiknya membuat siapapun  yang mendengarkan, bangga dan merasakan punya harapan baik. Terharu bisa menjadi bagian dari ‘Suara Inklusi’ yang hebat,” Risma el Jundi, Penulis dan penggerak sosial, mewakili nondifabel.

Selain lagu berjudul ‘Pejuang Kemanusiaan,’ Ogest Yogaswara juga membuat lagu berjudul ‘Di Rumah Aja,’ dengan dua versi bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Menurut yang direncanakan lagu singkat tersebut akan dibawakan oleh ragam difabel menggunakan bahasa daerah masing-masing. Lagu tersebut dapat dilihat di laman media sosial miliknya dan dapat dilihat melalui link youtube: https://www.youtube.com/watch?v=EEoDI9Lv8eY&feature=youtu.be&fbclid=IwA….  

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.