Lompat ke isi utama

Ditolak jadi Kades karena Tangan Buntung

Hanya karena tangan buntung, pria ini tidak boleh atau dicacatkan lagi dengan tidak boleh mencalonkan diri sebagai kepala Desa di Desa Telukrendah Ulu, Kecamatan Teboilir, Kabupaten Tebo, Propinsi Jambi. Pria tersebut bernama Hazinul Amri berumur 36 tahun. Hal ini terjadi pada awal bulan ini tepatnya pada tanggal 1 November 2012. Celakanya lagi yang memutuskan bahwa Hazinul Amri, pria bertangan buntung ini tidak lolos menjadi calon hanyalah panitia pemilihan Desa setempat.

Berita ini harus menjadi perhatian kita para pemerhati kehidupan inklusif untuk selalu mengingatkan kepada dunia bahwa kemampuan dan kecerdasan seseorang tidak melulu karena kondisi fisik. Kecerdasan dan kemampuan adalah hal yang tidak bisa dilihat begitu saja. Namun perlu dibuktikan dengan karya dan pekerjaan. Apabila hal ini, diskriminasi terhadap penyandang disabilitas tidak bisa dicegah dan dibiarkan saja sebagaimana anggota DPR yang juga memicingkan sebelah mata pada 3 orang difabel calon komisioner Komnasham maka jalan panjang menuju kehidupan yang lebih baik akan menjadi semakin panjang lagi.

 

TEMPO.CO, Jambi -- Hazinul Amri, 36 tahun, warga Desa Telukrendah Ulu, Kecamatan Teboilir, Kabupaten Tebo, Jambi, ditolak menjadi calon kepala desa oleh panitia pemilihan kepala desa setempat. Alasannya, tangan Hazinul buntung sebelah, pada tangan kanan sebatas siku.

Hazinul yang bertemu dengan sejumlah wartawan di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen Kota Jambi, Selasa, 6 November 2012, menyatakan kecewa atas keputusan panitia pemilihan desa tersebut. "Padahal, sesuai surat dari panitia, 26 Oktober 2012, berkas saya lolos dan tidak ada masalah," ujarnya.
Hazinul sebelumnya telah melakukan cek kesehatan di salah satu puskesmas di daerah itu. Ia juga telah menyerahkan uang Rp 5 juta kepada panitia sebagai bagian dari persyaratan jadi calon kepala desa.

Pada tanggal 1 November 2012, ia menerima surat dari panitia yang menyatakan tidak lolos karena mengikuti surat dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Tebo. Hazinul mengaku heran, karena dengan kondisi tangan kanannya yang putus sebatas siku akibat kecelakaan pada 1996 itu, ia bisa ditolak menjadi calon kepala desa.

"Buntungnya tangan saya ini tidak mengganggu sama sekali aktivitas sehari-hari, baik menulis maupun melakukan aktivitas berdagang, sebagai profesi saya. Saya juga biasa mengendarai motor atau mobil. Makanya, saya bingung, batasan sehat jasmani untuk menjadi calon kepala desa seperti apa," katanya.
Hazinul mengatakan berniat mengadukan permasalahan ini kepada Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, termasuk DPRD Provinsi Jambi. "Saya merasa diperlakukan tidak adil. Selain melapor ke Gubernur, saya tidak menutup kemungkinan akan menggugat ke pengadilan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Tebo Haryadi mengatakan, berdasarkan keterangan dari panitia pemilihan, proses pemilihan Kepala Desa Teluk Rendahulu akan dilangsungkan pada Kamis, 8 November 2012. "Keputusan menyatakan tidak lolos itu merupakan hak prerogatif panitia pemilihan," katanya.

Menurut Haryadi, BPMD hanya sebatas menyarankan agar proses cek kesehatan calon kepala desa dilangsungkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tebo. Berpedoman pada Peraturan Daerah Nomor 33 Tahun 2001 tentang Tata Cara Pemilihan, kepala desa harus dinyatakan sehat rohani jasmani atas pernyataan dokter pemerintah.

"Berdasarkan surat dari panitia pemilihan kepada BPMD Tebo, tertanggal 17 Oktober 2012, dinyatakan bahwa salah satu calon mengalami cacat pada tangan, sehingga panitia maupun dokter di puskesmas merasa ragu. Akhirnya melakukan konsultasi ke BPMD," ujarnya.

Atas ditolaknya Hazinul menjadi calon kepala desa itu, maka melenggangkan A. Fauzi menjadi calon tunggal pemilihan Kepala Desa Telukrendah Ulu. A. Fauzi sendiri merupakan calon inkumben.

SYAIPUL BAKHORI
Sumber : Tempo.co

 

The subscriber's email address.