Lompat ke isi utama
PPIT Kunming

Buka Jalan Literasi: PPIT Kunming Sampaikan Buku Audio Ke SLB 1 Bantul

Solider.id,Yogyakarta - PPIT (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok) Kota Kunming Provinsi Yunnan, Tiongkok memberikan bantuan berupa sejumlah audio book VERBA kepada SLB Negeri 1 Bantul pada Rabu (29/4). Mereka berkerjasama dengan Braille’iant Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing di Kunming. Audio book ini diberikan dalam rangka menyongsong Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei sekaligus untuk memperingati Hubungan Diplomatik Indonesia-China ke-70 pada 13 April lalu.

Veronica Christamia, selaku perwakilan dari PPIT Kunming, menjelaskan bahwa VERBA merupakan singkatan dari The Voice of Education for the Blind yang pertama kali diluncurkan di Yunnan University pada tanggal 4 Januari lalu bertepatan dengan Hari Braille Sedunia. Tujuan utama VERBA adalah untuk membantu para siswa difabel netra di Indonesia agar tetap dapat mengakses materi belajar, utamanya selama masa pandemi seperti sekarang.

Wanita yang akrab dipanggil Vero itu menyebutkan bahwa audio book yang diberikan diantaranya Buku Sejarah Nasional Indonesia tingkat SMA/SMK/MA untuk kelas X dan XI. Selain itu, terdapat pula satu nover berjudul 9 Summers 10 Autumns.

Vero juga memaparkan secara detail mengenai proses pembuatan audio book ini. Pertama, mereka melakukan survei dengan menggunakan googleform atau wawancara langsung untuk mengetahui jenis buku apa yang sedang dibutuhkan oleh difabel netra.

“Kami tidak mengaudiokan sembarang buku. Kami hanya memilih buku yang sedang trend dan dibutuhkan oleh difabel netra. Biasanya, kami lakukan dengan melakukan survei untuk mengetahui kira-kira buku apa yang sedang dibutuhkan. Hal itu karena untuk mengaudiokan sebuah buku membutuhkan waktu yang tidak sebentar mulai perekaman hingga editing,” terangnya saat ditemui seusai penyerahan audio book pada Rabu (29/4).

Setelah melakukan survei, hal berikutnya adalah mencari buku sesuai dengan kebutuhan si difabel netra tadi. Permintaan audio book kebanyakan berasal dari buku pelajaran dan novel. Vero mengaku terkadang harus membeli buku yang dimaksud karena tidak semua buku yang akan diaudiokan terdapat versi ebook-nya atau tidak bisa dipinjam di perpustakaan.

Tantangan berikutnya terkait birokrasi, yakni mencari izin dari penulis buku. Menurut Vero, tahap ini cukup sulit mengingat tidak semua penulis buku mengizinkan bukunya untuk diaudiokan dengan alasan copyright. “Kemarin kami juga meminta izin dengan Iwan Setyawan selaku penulis buku 9 Summers 10 Autumns, bersyukur beliau mengizinkan cuman dari kami tetap harus melayangan surat secara resmi,” terangnya.

Kendati demikian, Vero mengaku bahwa dari penulis buku sebenarnya banyak yang mengizinkan untuk bukunya diaudiokan karena kegiatan kami untuk keperluan sosial. Sebelumnya pun pihaknya sudah melakukan survei sehingga memiliki alasan yang jelas untuk meminta izin kepada si penulis buku.

Proses terakhir yaitu adalah perekaman dan editing. Pada proses ini memang dibutuhkan sumber daya manusia yang tinggi mengingat jumlah halaman tiap buku juga relatif banyak. Vero mengaku dari PPIT Kunming sendiri mengerahkan sedikitnya 27 anggotanya sebagai relawan yang terdiri dari jenjang D3, S1, S2, hingga S3. Ia mengaku hanya perlu kurang lebih tiga minggu saja untuk menyelesaikannya pada tanggal 17 April lalu.

Hal terpenting lain yang tidak boleh dilupakan adalah copyright dari audio book yang telah dibuat sebelum nantinya diluncurkan dan didistribusikan. Menurut Vero, setelah proses editing selesai hal ini perlu dilakukannya untuk menghindari pelanggaran hak cipta atas audio book yang telah dibuat.

Melalui audio book ini, Vero berharap setidaknya dapat mengedukasi teman-teman non-difabel mengenai cara seorang difabel netra dalam mengakses literasi. Terlebih, menurutnya, audio book ini dapat dimanfaatkan sebagai media belajar bagi siswa difabel netra untuk meningkatkan kapasitas literasi, sekaligus memperbanyak koleksi audio book yang ada. “Semoga dengan dimulainya program audio book VERBA dari PPIT Kunming ini akan makin banyak audio book lagi ke depannya sehingga akses literasi untuk difabel netra akan lebih beragam” pintanya mengakhiri.

Sementara itu, Krisdi Surjatmanto selaku Koordinator Resource Center SLB Negeri 1 Bantul mengaku sangat berterimakasih atas bantuan audio book ini. “Adanya audio book Ini sangat bermanfaat bagi kami di SLB 1 Bantul. Selain itu, hal ini juga memudahkan bagi anak-anak kita yang ada di SLB 1 Bantul dalam mengakses beberapa hal yang perlu diserap baik itu dari pembelajaran atau novel karena memang kebutuhan anak-anak kita cukup banyak dalam hal pengetahuan. Semoga kedepannya akan muncul inovasi-inovasi baru untuk difabel, khususnya difabel netra,” ajaknya memungkasi.

#suarakitauntukmereka #bacaanaksesibel #literaturuntuksemua

 

Reporter; Bima Indra

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.