Lompat ke isi utama
salah satu armada difabike di Yogyakarta

Difabike Ojol Asli Jogja, Tahan Banting di Masa Sulit

Solider.id,Yogyakarta. Bertahan   di tengah pandemi global Covid-19 bukan hal mudah, tetapi juga bukan hal yang sulit dilakukan. Bermental tangguh atau tahan banting, kreatif dan inovatif harus dilakukan di tengah situasi sulit akibat dampak pandemi ini. Pandemi  yang tidak diketahui kapan akan berakhir ini, nyata telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian.

Difabike, usaha jasa trasportasi online atau ojek online (Ojol) asli Jogja, adalah salah satu yang terdampak. Ojol yang dijalankan oleh 26 orang driver yang kesemuanya difabel fisik ini, tak pelak berhenti mengangkut penumpang semenjak merebaknya wabah virus corona.

Tidak ingin tenggelam dalam krisis berkepanjangan, cara-cara inovatif dan kreatif digagas oleh pendiri Difabike, Triyono. Meluncurkan platform atau program baru, yakni jasa pengantaran barang secara terbatas. Platform ini menjadi sebuah terobosan mengatisipasi krisis ekonomi para pengemudinya. 

Difabike Blanja.in adalah platform baru itu. Sebuah solusi ekonomi, bergerak dalam bidang pengantaran barang selama pandemi Covid-19. Layanan ini dapat diakses melalui telepon atau pesan instan di nomor 0823-2801-6326 atau melalui situs www.difabike.com.

“Layanan inovatif Difabike Blanja.in melibatkan para pengemudi yang fisiknya mumpuni. Artinya, driver (pengemudi) musti sehat, tidak memiliki kelainan bawaan, semisal jantung, dekubitus, atau ginjal. Uang memang penting, tetapi keselamatan itu utama," tandas Triyono kepada Solider, Sabtu (18/4).

Konsep Difabike Blanja.in dirancang sebagaimana toko online atau dalam jaringan (daring). Yaitu para pengemudi membelanjakan kebutuhan pelanggan dan mengantarkannya sampai tujuan. Untuk saat ini, maksimal nilai pembelanjaan Rp 250 ribu, agar beban pengemudi tidak terlalu berat.

Triyono mengatakan layanan Difabike Blanja.in menjadi fitur tambahan karena merosotnya pendapatan bidang tranportasi dan wisata selama pandemi Covid-19. "Kami hanya ingin berusaha agar para pengemudi difabel masih mendapatkan penghasilan," ujarnya.

Gagasan program belanja dan antar barang ini sudah mulai berjalan pada pertegahan Maret, dan digarap secara serius pada April 2020. Layanan baru tersebut sudah mendapat respons konsumen meski belum banyak permintaan.

Layanan Difabike Blanja.in mudah digunakan. Yakni, sebagaimana meminta bantuan orang lain untuk berbelanja dan mengantarkannya ke rumah.

Bagi konsumen yang melakukan pesanan melalui pesan instan, tinggal mengirim daftar barang belanjaan melalui aplikasi Whatsapp 0823-2801-6326. Selajutnya akan disepakati apakah uang belanja akan ditransfer atau dibayar tunai saat barang belanjaan tiba di rumah.

"Pengemudi hanya berbelanja barang yang dipesan dan sesuai dengan harga toko," kata Triyono. Adapun pendapatan para pengemudi diperoleh dari ongkos transportasi sesuai wilayah layanan, yakni Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul bagian utara. Tarif jasa transportasi dihitung berdasarkan jarak antar dari tempat belanja ke rumah konsumen.

Seleksi daya hidup

Di akhir berbincang dengan Solider Triyono mengatakan bahwa, pandemi covid 19 adalah masa tergelap sebuah usaha. Banyak usaha bangkrut , tutup, akibatnya terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), serta berbagai dampak lain terjadi. Namun, di balik itu, kata dia, pademi Covid-19 adalah sebuah seleksi daya tahan ,daya cerdas dan daya kreatif (daya hidup).  

“Hanya mereka yang bermental tangguh dan tahan banting, akan jadi pemenang  dan bertahan hidup. Kami, Difabike, Ojol asli jogja harus tahan banting di masa sulit saat ini,” pungkas pria pengguna krug (penyangga tubuh) itu.

 

Reporter: harta nining wijaya

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.