Lompat ke isi utama
ilustrasi kelas online lewat whatsapp bagi difabel

DNetwork: Tingkatkan Potensi Difabel Di Tengah Gempuran Corona

Ssolider.id, Bali – pembatasan fisik  yang diberlakukan pemerintah akibat pandemi Covid – 19 tidak menyurutkan semangat Net Work untuk tetap mengedukasi para difabel di bidang karier dan bisnis. Menurut Hanny selaku Project Manager  Net Work menjelaskan bahwa dampak dari adanya pandemi Corona yang melanda dunia saat ini sangat tidak mungkin bagi DNet Work untuk terus menghubungkan lebih banyak difabel ke dunia kerja. Oleh karena itu pihaknya merespon dengan meningkatkan program educasi untuk meningkatkan kapasitas diri difabel.

“kami berharap ketika kondisi ini sudah stabil, teman-teman difabel sudah siap kami salurkan ke dunia kerja. Selain itu kami juga melihat adanya peluang untuk mendorong lahirnya interprener” jelasnya melalui WhatsApp.

Konten edukasi yang dirancang oleh DNet Work pun tidak hanya soal kerja dan profesionalisme, tapi juga tentang wirausaha. Program educasi ini semuanya dilakukan secara online. Seperti kelas WhatsApp, Instagramlife, dan  Google Heng Out.

“selain edukasi, kami juga membantu mendorong usaha atau bisnis kecil dari teman-teman difabel dengan cara mempromosikannya di media sosial Net Work.” Lanjut gadis asal Sunda ini.

Program edukasi online pertama yang dilakukan DNet Work adalah kelas WhatsApp pada hari jumat 10 April 2020 pukul 15.00-16.30. kelas  ini bertema Temukan Keunikan Diri, Mulai Usaha Mandiri. Menghadirkan nara sumber yakni kak Tristia founder dari Temali Media. Kelas yang berjalan secara daring ini diikuti oleh 93 peserta difabel dari seluruh Indonesia. Ada difabel netra, difabel daksa dan juga Tuli.

Pada kesempatan tersebut kak Tristia mepaparkan lebih kepada mengenali kelebihan dan kekurangan diri untuk menemukan bakat dan minat dalam memulai usaha. “lebih baik kita melakukan usaha yang sesuai dengan minat kita. Jika kita berbisnis sesuai dengan minat maka kinerja kita akan lebih optimal. Selain itu mencari mitra yang sevisi dengan kita juga penting”. Jelasnya menutup presentasi.

Menurut Tanti salah satu peserta asal Maumere  mengungkapkan bahwa ia senang mengikuti kelas  ini karena bisa lebih semangat lagi mengembangkan hobinya dalam menulis. “saya lebih terinspirasi lagi dalam menulis setelah mendapat saran dari kak Tristia.”  ungkapnya melalui chat via WhatsApp.

 

Reporter: Ayu Wandari

Editor    : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.