Lompat ke isi utama
Ilustrasi Glenn bernyanyi bersama frup band nya (Sumber foto: Google)

Mengenang Kedekatan Glenn Fredly Terhadap Isu Difabilitas

solider.id, Yogyakarta- Ada kisah kedekatan Glenn Fredly (44) pada dunia difabilitas, melalui sebuah karya seni. Pada September 2018, Glenn berkolaborasi membuat lagu dengan lima orang difabel dari Pusat Rehabilitasi Yakkum (PRY) dalam klip videonya.

Lagu Like Never Before, pada pembukaan ajang olahraga dunia Asian Paragames 2018 Jakarta dan Palembang menjadi momentum kedekatan itu. Sekaligus menjadi warisan yang ditinggalkan Glenn bagi difabel dan para aktivis isu difabel.

Musisi, sekaligus aktivis kemanusiaan dan lingkungan hidup itu, menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu, (8/4/2020). Ia berpulang karena sakit radang selaput otak (meningitis).

Sontak kepulangan pejuang kemanusiaan yang aktif menyuarakan isu perdamaian, peduli sesama, tanpa kecuali terhadap difabel itu, menyisakan kenangan bagi difabel dan aktivis isu difabel.

Kepulangannya menghadap Sang Pencipta di tengah wabah pandemi Covid-19, meninggalkan duka mendalam orang-orang yang mengenalnya. Tidak terkecuali difabel dan para pegiat isu difabel.

Arshinta, mantan Direktur Pusat Rehabilitasi Yakkum (PRY) salah satunya.  Bagi dia, keberpihakan Glenn pada banyak masalah sosial termasuk isu hak disabilitas adalah warisan yang tak akan lekang oleh waktu.

Jejaknya bukan hanya jejak digital tapi kenangan di hati teman-teman difabel yang hangat ketika ditemani oleh semangat, ide dan akses kerja sama dengan jejaring Glenn yang luas di dunia seni dan hiburan.

“Yang lebih penting dari itu adalah, Glenn memberi contoh bahwa talents and fame (Red; bakat dan ketenaran) hanya akan bermakna, jika kedua hal itu dibungkus dengan cinta tanpa pamrih dan didedikasikan untuk sesama yang paling termarjinalkan. Karena, merekalah yang paling butuh untuk disuarakan. Dengan itulah, kami yakin, warisan dia akan terus berkumandang merdu dan indah,” ungkap Shinta kepada solider.id, Sabtu (11/4).

Demikian pula Ranie Ayu Hapsari, mengungkapkan hal yang senada. Project Manager PRY ini menangkap bahwa bagi Glenn Fredly, bermusik tidak sekedar gaya hidup. Tetapi mengalami dan memilih jalan hidup. Ia tak hanya bicara syair dan makna lagu, namun semangat aktivisnya terasa dalam setiap lirik lagunya.

“Glenn Fredly, tarikan nafas kemanusiaan pada setiap karyanya tak akan lekang oleh waktu. Warisan yang dia tinggalkan akan terus berkumandang, merdu dan indah,” kata Ranie.

Ranie ialah orang yang membangun kerja sama sekaligus mengawal proses pembuatan lagu dan video klip Like Never Before dari awal hingga selesai.

Bagi dia, isu difabilitas tidak seharusnya hanya dipahami oleh difabel itu sendiri, aktivis organisasi masyarakat sipil (CSO), organisasi difabel (DPO). Melainkan perlu juga dipahami lebih luas, termasuk anak-anak muda atau orang-orang yang selama ini tidak berkutat di dunia disabilitas.

“Selama ini isu disabilitas dibicarakan dari satu seminar ke seminar, dari satu konverensi ke konverensi lain.  Bagaimana dengan orang-orang yang tidak berkecimpung dengan isu disabilitas?” pungkas Ranie.

Dari sana PRY merasa perlu melibatkan influenzer yang memiliki banyak penggemar dan pengikut. “Dengan harapan para influenzer ini bisa menyebarkan dan mempengaruhi cara pandang orang lebih luas. Dan Glenn Fredly dipilih, karena sosoknya yang selama ini menyuarakan isu-isu kemanusiaan,” ujar Ranie.

Lanjutnya, PRY adalah salah satu organisasi yang kental dengan isu inklusi sosial, menghilangkan batasan-batasan, tidak melihat latar belakang keyakinan, ataupun status sosial. Mengetahui bahwa Glenn juga berkolobarosai dengan Gusdurian, kritik sosial pada karya Glenn, membulatkan putusan PRY berkolaborasi dengan Glenn.

Pertemuan pertama dengan Glenn terlaksana pada Agustus 2018. Sebulan berikutnya, Glenn meminta ada difabel pada video klip lagunya untuk Asean Paragames. Sebuah lagu Like Never Before yang mengabarkan pada publik, tentang inilah dunia kita. Ada disabilitas dengan situasi perbedaan yang dimiliki, tapi punya kapasitas dan berjuang untuk Indonesia melalui olahraga.

“Kolaborasi ini menjadi pengalaman pertama dirinya dan difabel, yang sebelumnya belum pernah bekerja di dunia entertainment atau hiburan. Ada lima orang difabel dalam video klip Glenn. Satu orang difabel dari jaringan PRY di Jakarta, dan empat lainnya dari PRY Jogja,” pungkas Ranie.[]

 

Reporter: Harta Nining Wijaya

Editor: Robandi

The subscriber's email address.