Lompat ke isi utama
masker transparan

Ketua Gerkatin Sleman Berinovasi Membuat Masker Transparan bagi Tuli

Solider.id,Sleman – Tuli dapat berkomunikasi melalui membaca gerak bibir (lip-read) orang lain yang mengenakan masker transparan. Adapun bagi tuli yang berkomunikasi dengan bahasa isyarat, masker transparan dapat memastikan seseorang bisa melihat ekspresi wajah pemakainya.

Mengingat kebutuhan masker transparan penting bagi tuli, namun belum tersedia di pasaran, Dwi  Rahayu Februarti tergerak mengadakannya. Dia adalah Ketua Gerakan Kesejahteraan Tuna Tungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Sleman. Ia berinovasi membuat masker transparan, dengan mengoptimalkan kain perca dan plastik mika yang ada di rumahnya. Selanjutnya masker-masker buatannya dibagikan cuma-cuma (gratis) kepada sesama tuli.

Terlebih setelah membaca postingan perihal masker transparan yang diunggah di akun facebook Komisioner Komnas HAM, Bahrul Fuad (Cak Fu). Keinginan menjawab kebutuhan masker bagi tuli makin kuat. Dia mulai mencoba membuatnya, meski tidak bisa langsung jadi. Ada tantangan yang membuatnya harus mencoba berkali-kali, agar masker transparan yang dia buat nyaman dikenakan.

“Ada dua tantangan, pada awalnya. Yaitu, tidak semua ukuran mulut sama. Berikut, tambahan plastik membuat orang tidak nyaman mengenakan masker, karena panas. Tantangan itu membuat saya harus berkali-kali mencobanya. Pada percobaan ketiga, masker transparan yang nyaman dikenakan baru dapat saya selesaikan,” ujarnya.

Keterampilan menjahit yang dimiliki, membuat perempuan 41 tahun itu dapat menyelesaikan tantangan. Dia juga mengaku mendapat pola dan tutorial membuat masker transparan melalui unggahan video di youtube.

Dengan inovasinya, Dwi berharap teman-temannya tidak ada hambatan dalam berkomunikasi, baik dengan sesama tuli maupun dengan orang mendengar.

Marsudiyati Partamaningsih, biasa disapa Ibu Aning ialah salah seorang yang telah menggunakan masker transparan karya kreasi dan inovasi ketua Gerkatin Sleman itu. Ibu guru SLB Karnamanohara ini memberikan apresiasi.

“Nyaman dipakai saat berkomunikasi dengan teman-teman tuli/tunarungu. Dengan masker ini dapat meminimalisir hambatan  berkomunikasi pada tuli yang terbiasa lips reading,” ujarnya .

Menurutnya, masker trasnparan ini lebih cocok dipakai di tempat pelayanan publik yang berhubungan dengan komunikasi. Di rumah sakit saat melayani pasien tuli, dicontohkannya. Dia berharap semua setiap pemberi pelayanan publik wajib mengenakan masker transparan ini, terlebih saat melayani tuli.

Agendakan workshop

Warga Sleman ini sebelumnya juga sudah membuat masker kain. Dia berharap komunitas tuli dapat membuat sendiri masker yang sesuai dengan kebutuhan. Masker transparan ini penting, tidak hanya ketika pandemi global wabah Covid-19 saja, kata dia. Melainkan bisa juga dikenakan oleh para petugas medis dan dokter ketika melayani pasien tuli.

Untuk itu, Dwi mengagendakan dapat memberikan workshop kepada komunitas tuli setelah pandemi virus Corona berlalu. Untuk itu dia memohon doa, agar niatnya dapat terklaksana tanpa hambatan yang berarti.

Menanggapi wabah Covid-19 Dwi berpesan pada kawan-kawannya. “Kawan-kawan, jika ada keperluan penting dan harus keluar rumah, maka harus memakai masker. Gunakan masker transparan, agar mudah berkomunikasi,” sarannya.

“Jika tidak penting, sebaiknya tetap tinggal di rumah. Melakukan hal-hal positif, belajar apa saja. Bahkan bisa belajar membuat masker sendiri. Bisa berbagi dengan sesama, bisa juga bernilai ekonomi atau dijual, imbuhnya.

Dwi Rahayu Februarti tinggal di Dusun Gemawang RT 03 RW 44 No 7 Desa Sinduadi Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman, bersama suaminya yang juga tuli, ketiga anaknya yang semuanya mendengar, serta kedua orang tuanya. Dia mengimbau setiap orang, terlebih komunitas tuli yang membutuhkan masker, bisa menghubungi dirinya pada WhatsApp 08998715879. Atau datang di alamat yang telah disebutkan.  

 

Reporter: harta nining wijaya

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.