Lompat ke isi utama
cara acuci tangan yang benar

Permudah Akses, Organisasi Difabel Netra Inisiasi Deskripsi Cuci Tangan yang Benar

Solider.id, Bandung – Status darurat wabah corona diperpanjang hingga 29 Mei oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Jika menghitung dari 29 Februari lalu hingga Mei mendatang, masyarakat Indonesia diwajibkan menjalankan intruksi social distancing atau menjaga jarak sosial selama 91 hari. Pengurangan aktivitas diluar rumah serta menjaga kesehatan, termasuk menjaga imun tubuh dan kebersihan tangan sangat dianjurkan untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Masyarakat difabel sangat memperhatikan kondisi tersebut. Dengan informasi yang tersedia yang terkadang tidak aksesibel, masyarakat difabel turut berperan aktif dalam pencegahan wabah virus corona ini. Mereka saling membantu membagikan pengetahuannya terkait pencegahan penyebaran virus, seperti yang dilakukan oleh  difabel Netra.  

Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) mensosialisasikan pencegahan atau menghentikan penyebaran virus corona yang mudah diakses oleh para difabel Netra. Mereka menggagas sebuah narasi panduan mencuci tangan dengan benar untuk difabel Netra yang di-broadcast melalui media sosial dan grup whatapps.

Narasi Panduan Mencuci Tangan Dengan Benar Untuk Tunanetra.

Dengan adanya wabah virus corona, salah satu hal yang dianjurkan untuk dilakukan lebih sering adalah ‘Mencuci tangan dengan benar.’ Tujuan agar kita lebih sering mencuci tangan dengan benar adalah untuk memastikan di tangan kita tidak menempel virus corona yang berbahaya itu, sehingga saat kita melakukan aktivitas, misalnya makan, atau saat kita harus menyentuh hidung atau mata kita, kita dapat melakukannya dengan aman karena tangan kita bersih.

Di bawah ini adalah panduan mencuci tangan dengan benar:

1. Jika kita berada di tempat yang memungkinkan kita untuk mendapat air mengalir dan sabun,  misalnya di rumah, cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun.

2. Yang dimaksud dengan air mengalir adalah air yang mengucur dari kran, baik yang langsung maupun yang disalurkan melalui perantara slang. Jadi, bukan air yang ditempatkan di dalam baskom atau bejana lain yang biasa digunakan untuk mencuci tangan saat di meja makan.

3. Jika kita berada di tempat yang tidak memungkinkan kita mendapatkan air mengalir dan sabun, kita dapat membersihkan tangan dengan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer.

4. Basahi kedua telapak tangan dan kedua punggung tangan hingga ke pergelangan tangan dengan air bersih yang mengalir.

5. Setelah itu, ambil sabun, dan oleskan  ke kedua telapak tangan, punggung tangan, pergelangan tangan serta sela-sela jari.

6. Gosok kedua telapak tangan, lalu gosok punggung tangan kiri dengan telapak tangan kanan,  begitu pula sebaliknya.

7. Bersihkan sela-sela jari dengan mengaitkan jari-jari tangan kanan dan kiri, lalu  gosokkan jari-jari tersebut sehingga membersihkan sela- sela jari sampai ke pankalnya.

8. Bersihkan ujung-ujung jari yang berdekatan dengan kuku dengan menggosokkannya ke telapak tangan.

9. Bersihkan ibu jari kanan dengan jari dan telapak tangan kiri, begitu pula sebaliknya.

10. Pegang dan gosok pergelangan tangan kiri dengan telapak tangan kanan, begitu pula sebaliknya.

11. Setelah seluruh telapak tangan, jari tangan, punggung   tangan dan pergelangan tangan dibersihkan dengan sabun, bilaslah  seluruhnya dengan air bersih yang mengalir hingga seluruh sabun hilang dari bagian yang sebelumnya dibersihkan.

12. Setelah itu, akhiri dengan mengeringkan tangan, dapat dengan  handuk bersih, atau lap bersih, atau tisue bersih.

13. Jika kita akan membersihkan tangan dengan cairan pembersih tangan, lakukan dengan cara yang sama sebagaimana kita membersihkan tangan dengan air bersih mengalir dan sabun. Namun, setelah kita membersihkan tangan dengan cairan pembersih tangan, kita tidak perlu mengeringkan tangan karena cairan pembersih tangan itu akan mengering dengan sendirinya.

Perhatikan:

Cuci tangan sesering mungkin. Jangan menyentuh makanan dengan tangan sebelum kita mencuci tangan. Jangan menyentuh wajah, mulut, hidung dan mata sebelum kita mencuci tangan.

Pastikan mencuci tangan setelah melakukan kegiatan di luar rumah, atau setelah menyentuh benda-benda yang besar kemungkinan dipegang oleh banyak orang, misalnya pegangan tangga, pagar, dan lain-lain.

Mari kita hentikan penyebaran virus corona dengan lebih sering mencuci tangan.

DPP Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni)

Sumani, ketua Pertuni daerah Ponorogo Jawa Timur menjelaskan, masyarakat difabel Netra sudah banyak yang mengetahui tentang isu wabah virus corona. Mereka mendapatkan informasi dari media dan internet, termasuk langkah pencegahan penyebarannya serta intruksi berkegiatan dari rumah masing-masing atau mengurangi aktivitas diluar rumah.

“Mereka sudah pahami narasi yang disebarkan Pertuni pusat tentang cara mencuci tangan yang benar,” kata Sumani.

 Dalam penggunaan narasi, pihak Pertuni memang serinci mungkin mendeskripsikan petunjuk mencuci tangan yang benar kepada para difabel Netra. Bentuk deskripsi ini yang nantinya akan membantu memudahkan difabel Netra untuk mempraktikkannya secara mandiri.

“Kami juga masih terus mensosialisasikannya dalam bentuk grup whatsapp, atau di lingkungan rumah sendiri. Sedangkan sosialisasi secara terbuka dan langsung bertatap muka masih minim dilakukan karena adanya pembatasan interaksi sosial,” papas Sumani.

Tanggapan lain juga disampaikan oleh ketua Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), Yudi Yusfar. Menurut Yudi, untuk kalangan difabel Netra memang harus dideskripsikan dengan jelas atau sedetil mungkin. Selain itu penggunakan kalimat yang dapat memberikan gambaran pada imajinasi difabel Netra sangat diperlukan. Ini dibutuhkan agar setiap tahapan informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan benar dan tepat.

“Akan lebih baik ada simulasinya bila memungkinkan, atau ada call center untuk tanya jawab via online. Karena yang perlu ditekankan adalah bagaimana para difabel Netra ini dapat mempraktikkannya,” ucap Yudi.

Yudi juga menyampaikan pendapatnya terkait ada istilah hand sanitizer yang dianggapnya masih asing terdengar olaeh masyarakat difabel Netra terutama bagi mereka yang tinggal di daerah-daerah.

“Pencuci tangan anti septik mungkin akan lebih mudah dipahami untuk masyarakat di daerah-daerah ketimbang hand sanitizer,” pungkasnya.

Adanya informasi narasi panduan mencuci tangan dengan benar untuk difabel Netra, serta himbauan turut berperan aktif dalam menghentikan penyebaran virus corona, diharapkan akan sangat membantu mereka mengakses cara pencegahannya.  

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor       : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.