Lompat ke isi utama
Eman Sulaeman (Kiri) ketua PN Wonosari memberikan buku kepada Allaster Cox dari Kuasa Usaha Kedubes Australia

Australia Apresiasi Langkah PN Wonosari Mewujudkan Gagasan Pengadilan Inklusi

Solider.id, Gunungkidul- Australia melalui Allaster Cox, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia mengapresiasi Pengadilan Negeri (PN) Wonosari yang telah mengadopsi dan mengimplementasikan gagasan Pengadilan Inklusi. Hal tersebut disampaikan dalam agenda kunjungan ke PN Wonosari pada Jumat siang (28/2).

Allaster mengatakan gagasan pengadilan inklusif yang diimplementasikan PN Wonosari sangat bermanfaat bagi masyarakat difabel di Indonesia. PN Wonosari sebagai lembaga penegak keadilan menunjukkan keterbukaan dalam sistem demokrasi di Indonesia yang sudah berjalan sejak 20 tahun terakhir.

Dari keterbukaan itu, menurut Allaster, PN Wonosari sudah berupaya untuk menjamin keadilan masyarakat difabel dalam setiap tahapan proses hukum. Keberhasilan yang didapat PN Wonosari menjadi praktik baik yang patut dicontoh dan diimplementasikan oleh lembaga peradilan lainnya.

“Seperti lembaga kepolisian tentunya, rumah sakit dan lembaga terkait lainnya,” tutur Allaster dalam sambutannya.

Inisiatif PN Wonosari mengadopsi gagasan inklusif berawal ketika diketuai Bukhari Tampubolon pada 2014. Gagasan tersebut dilanjutkan dan diimplementasikan di bawah kepemimpinan Khusnul Khotimah dari 2017 sebelum kemudian pada 2019 dilanjutkan Eman Sulaeman sampai sekarang.

Tri Joko wakil ketua PN Wonosari menjelaskan praktik baik yang sudah ada di PN Wonosari tidak terlepas dari kerja kolaborasi dengan lembaga-lembaga yang konsen di isu tersebut. Semala proses pengimplementasian PN Wonosari didampingi Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia dan Pusat Studi Hak Asasi Manusia (PUSHAM) UII.

“Dua lembaga inilah yang membuka pikiran kami untuk mewujudkan pengadilan yang inklusif,” lanjutnya. []

 

Reporter: Robandi

Editor: Robandi

The subscriber's email address.