Lompat ke isi utama
Salah satu siswi difabel sedang menanam satu pohon

Difabel dalam Giat 1001 Pendaki Tanam Pohon di Lereng Ungaran

Solider.id, Semarang- Mewujudkan upaya pengabdian, Komunitas Sahabat Difabel bersama beberapa organisasi dan komunitas pecinta lingkungan mengadakan Giat 1001 Pendaki Tanam Pohon (PTP) di lereng Gunung Ungaran. 30 orang sahabat difabel dengan berbagai ragam difabilitas, mulai dari difabel intelektual, netra, Tuli, down syndrom, autis dan daksa ikut meramaikan dan terlibat dalam giat 1001 Pendaki Tanam Pohon (PTP) yang diadakan selama dua hari, yakni 8 hingga 9 Februari 2020.

Kegiatan ditujukan untuk mengedukasi para pecinta alam yang ada, tetapi enggan berkontribusi dalam pelestarian lingkungan, kearifan lokal dan masyarakat sekitar yang ada di kaki gunung.

Dengan jalur lokasi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni Camp Mawar, memungkinkan bagi sahabat difabel untuk ikut serta dalam program tanam pohon yang memasuki tahun keenam.

Meski medan yang ditempuh licin dan berbatu, Ariel Saptawulan, gadis 15 tahun siswa SMK Negeri 8 Surakarta ini mengutarakan rasa senang mengikuti kegiatan tersebut. Selain mengetahui bagaimana mendaki gunung, juga mengajarkan gotong-royong. “Alhamdulillah teman-teman relawan banyak yang membantu,” tuturnya (10/2).

Hidayah Ratna Febriani (40), difabel daksa pengguna kruk ini tak mau ketinggalan. Menuju lokasi tanam dengan ditandu, dia semangat melanjutkan perjalanan dengan tertatih didampingi para relawan. Dia ingin menunjukkan difabel juga mampu melakukan upaya pelestarian alam.

Panitia juga menyediakan tandu sebagai satu-satunya sarana yang digunakan, dibawa oleh para tenaga sukarelawan untuk melintasi medan terjal dan berbatu tajam. Panitia menjelaskan tandu bukan untuk menunjukkan belas kasihan terhadap difabel, naun untuk keamanan.

Menjadi even yang ketiga terlibat dalam giat 1001 Pendaki Tanam Pohon di Lereng Ungaran, pendiri Komunitas Sahabat Difabel, Noviana Dibyantari mengatakan bahwa kegiatan ini lebih ditujukan untuk mengajak anggota komunitas melakukan kebaikan demi kepentingan banyak orang.

“Melalui kegiatan 1001 PTP sebagaimana misi organisasi, KSD ingin mengenalkan alam pada anggotanya. Dengan mencintai dan merawat alam bisa menjadi sebagai salah satu upaya kita dalam pelestarian lingkungan,” terangnya.

Noviana berharap kegiatan ini dapat mengikis stigma terhadap difabel. Difabel bisa berkontribusi dan melakukan bermacam kegiatan yang bermanfaat bagi smeua orang.

“Jangan sampai hanya karena menggunakan alat bantu, sahabat difabel tidak tergerak melakukan kegiatan ekstrim yang membutuhkan tantangan atau justru malah membuat mereka merasa males, wegah (Red: tidak mau), merasa merepotkan orang lain atau rasa-rasa tidak nyaman yang semacamnya,” imbuhnya.[]

 

Reporter: Yanti

Editor: Robandi

The subscriber's email address.