Lompat ke isi utama
tampilan aplikasi belajar bahasa isyarat

Aplikasi Belajar Bahasa Isyarat Berbasis Video Diluncurkan

Solider.id,Yogyakarta - Aplikasi ”Mengenal Bahasa Isyarat” karya Cinthya Rizki Aninda, resmi diluncurkan di playstore Senin (27/1). Peluncuran dilakukan bersama para dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yoyakarta.

Aplikasi tersebut diperuntukkan bagi siapa saja yang ingin belajar bahasa isyarat, demi memudahkan mengenal dan belajar bahasa isyarat.

Oleh sang programmer, Cinthya, awalnya aplikasi itu diperuntukkan bagi teman-teman dia (khusus tuli) yang tidak bisa berbahasa isyarat, sehingga tidak bisa berkomunikasi dengan tuli lain pengguna bahasa isyarat. Namun dia bilang, program aplikasi karyanya itu, dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin belajar bahasa isyarat. Tidak hanya tuli, tapi juga orang dengar.

“Waktu itu saya gelisah banget, karena banyak tuli yang tidak bisa bahasa isyarat, termasuk saya. Sedih kalau bertemu dengan tuli yang pakai isyarat, komunikasi gak nyambung. Lucu kan sesama tuli tidak bisa ngobrol asyik. Maka karena saya tahu ilmu pemrograman, saya buat aplikasi untuk teman-teman saya,” kata Cinthya. Ia menambahkan,  siapa saja bisa menggunakan aplikasi tersebut, atau memberi masukan kepadanya.

Aplikasi mengenal bahasa isyarat ialah sebuah aplikasi berbasis video pembelajaran yang menarik, memudahkan dan lebih interaktif. Lebih menarik lagi, pembuat aplikasi tersebut ialah seorang mahasiswa tuli yang mengaku gelisah dengan kondisi dirinya yang sebelumnya tidak bisa berbahasa isyarat.

Dunia tanpa suara

Hambatan dalam berkomunikasi kerap kali mengisolasi tuli dari interaksi sosial, baik di keluarga maupun lingkungan sekitar. Diakui atau tidak, hambatan berkomunikasi tak hanya terjadi antara tuli dengan orang dengar, namun antartuli pun ternyata terdapat hambatan itu.

Tuli identik dengan dunia tanpa suara. Hambatan berbahasa oral terjadi oleh sebab keterbatasan informasi yang tidak tertangkap oleh telinga mereka. Sehingga tuli tidak pernah tahu warna dan bentuk suara.

Namun, saat ini hambatan berbahasa atau berkomunikasi oleh Cinthya ditangkap, dan diberikan solusi. Dengan dukungan teknologi, kemudahan komunikasi menjadi niscaya bagi tuli.

Dua orang tuli siswa SLB Karna Manohara, Fida dan Devon, mengaku senang usai mencoba aplikasi mengenal bahasa isyarat itu.  Bagi mereka belajar bahasa isyarat jadi lebih mudah. “Senang dan asyik. Tapi sayang menunya banyak sekali. Untuk membuka menu yang lain harus menjawab dulu menu sebelumnya. Ini jadi ribet,” kata keduanya.

Istimewa

Dosen UPN Veteran pembimbing skripsi Cinthya, Herlina Jayadianti, mengatakan, aplikasi karya mahasiswanya itu sangat mudah digunakan. Sebab dibarengi dengan video pelengkap untuk kalimat kombinasi. Sebagai contoh frasa : saya pergi ke stasiun, ditampilkan video seseorang yang sedang bepergian ke stasiun.

Herlina bangga dengan karya mahasiswa yang dibimbingnya. Bagi dia, aplikasi itu istimewa, karena dibuat oleh seorang tuli dalam menjawab kegelisahannya. “Jadi bukan masalah penting dan tidak penting, sifatnya sebagai alat bantu belajar. Banyak aplikasi serupa, namun yang istimewa aplikasi ini dibuat oleh tuli yang butuh solusi atas kebutuhannya,” ujar Herlina, Jumat {31/1}.

 

Reporter: harta nining wijaya

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.