Lompat ke isi utama
Kepala BPBD Pati

Sejumlah Wilayah di Pati Terkena Banjir, Petugas dan Masyarakat perlu Tahu Sistem Penanggulangan Bencana Inklusif

 

Solider.id, Pati - Intensitas curah hujan yang tinggi di bulan Januari ini mengakibatkan beberapa daerah banjir, seperti di Pati, banjir
terjadi di beberapa wilayah akibat tanggul yang jebol. Hal Ini menyebabkan luapan air sungai naik di permukiman warga sekitar . Mereka terhambat dalam beraktivitas atau bersiap siaga mengevakuasi diri jika banjir semakin tinggi. Tak terkecuali difabel yang juga terkena dampak banjir.
Budi Prasetya selaku kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati membenarkan hal itu.
"iya, tetapi dalam data kami belum ada warga ataupun difabel yang mengungsi atas peristiwa itu." Kata Budi saat diwawancarai di ruangannya, Selasa (14/01).

Sampai saat ini BPBD Pati masih fokus dalam kesiap siagaan bencana pada titik-titik rawan bencana banjir. "Saat ini kami lebih konsen bersama TNI, Kepolisian, masyarakat dan relawan yang lebih banyak dalam penanggulangan tanggul jebol, belum sampai pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya pemulihan dari trauma, dan dari beberapa saya turun ke lapangan, saya belum menemukan orang yang berkebutuhan khusus yang harus di tangani secara intens." Imbuhnya.
Penanganan dalam berinteraksi dengan difabel sangat diperlukan karena saat wilayah dalam keadaan darurat bencana dimana semua warga harus dievakuasi, maka tim BPBD juga harus di bekali bagaimana cara berinteraksi dengan difabel.

"Kalau hal-hal semacam itu untuk menangani difabel saya yakin ada tetapi itu pun sebatas kemampuan kami, tetapi belum semua tim BPBD Pati melakukan pelatihan khusus untuk menangani difabel yang terkena dampak bencana." Ucap Budi yang baru seminggu aktif bekerja di BPBD Pati.
Evakuasi difabel Kedepan BPBD Pati akan mengevaluasi kinerjanya agar semua masyarakat yang terkena dampak bencana dapat dievakuasi dengan tepat.
"Jika selama ini kita hanya bisa konsen terhadap non difabel, tetapi
tidak memberikan porsi yang lebih kepada difabel maka kedepan kita
akan lakukan setidaknya mereka bisa menolong diri mereka sendiri sampai ke ruang yang aman." Tukas Budi.
Sementara itu kepala Layanan Inklusif Disabilitas Penanggulangan Bencana (LIDI PB) Jawa Tengah, Edy Supriyanto menjelaskan tentang konsep penanggulangan bencana inklusif.
"Konsep Penanggulangan Bencana Inklusif adalah dengan peningkatan
difabel untuk evakuasi mandiri dan kemampuan keluarga dalam evakuasi difabel". Tutur Edy.
Menurutnya selain relawan yang selalu siaga namun penguatan justru dari keluarga dengan dibekali pemahaman dan keterampilan evakuasi difabel. Pun memberikan informasi cuaca dari laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta membangun komunikasi inten saat terjadi hujan di masing-masing wilayah.
BPBD Pati Budi Prasetya menghimbau kepada masyarakat untuk mencintai lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai dan menanam pohon di sekitarlingkungan.
"Karena tanggul jebol itu berawal dari sampah di sungai yang menumpuk sehingga aliran airnya tersumbat. Ia juga mengajak semua masyarakat tak terkecuali difabel untuk menanam pohon serta membuat biopori, satu
rumah satu lubang biopori merupakan sumbangsih luar biasa untuk menanggulangi banjir". Ucap Budi.

Reporter: Oby Achmad
Editor : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.