Lompat ke isi utama
Orasi Edla Fahmi aksi jalan kaki menuju ibu kota

Mahasiswa Wyata Guna Kembali Menempati Asrama

Solider.id, Bandung – Sepekan berlalu istilah penataan yang menuai tumbangnya rasa kemanusiaan justru menumbuhkan dukungan para relawan dan simpatisan. Para mahasiswa difabel Netra setelah empat hari bermalam di bahu jalan depan kantor Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna Bandung dikembalikan ke asrama, Sabtu sore (18/1)

Semua mahasiswa diundang untuk melakukan perundingan di kantor balai Jum’at tengah malam (17/1) hingga menjelang pagi keesokan harinya. Proses berunding antara para mahasiswa dengan perwakilan dari Kementerian Sosial dirasakan cukup alot dengan bahasan langkah-langkah yang masih akan ditempuh oleh para mahasiswa terkait kasus penataan yang terjadi.

Pada orasinya Jum’at (17/1) para mahasiswa telah menyampaikan akan melakukan aksi jalan kaki menuju Jakarta untuk menemui para petinggi di tingkat pusat termasuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Meski belum menentukan secara pasti waktu keberangkatan mereka menuju ibu kota, aksi jalan kaki tersebut sudah menjadi bagian dari tekad perjuangan para mahasiswa difabel Netra untuk mendapatkan solusi setelah menyampaikan aspirasinya secara langsung pada pemerintah pusat.

“Kami masih akan berunding terkait waktu keberangkatan ke Jakarta, kami juga harus mempersiapkan kondisi fisik mengingat perjalanan yang direncanakan sangat jauh. Sebisa mungkin secepatnya,” tutur Elda Fahmi yang ditemui selesai menyampaikan orasinya di samping tenda bahu jalan Pajajaran.

Di hari yang sama pula setelah para mahasiswa melakukan orasinya, pihak balai dan perwakilan dari Kementerian Sosial mengundang mereka untuk berunding di kantor BRSPDSN Wyata Guna. Perundingan yang dilakukan menuai hasil sementara yang sedikit melegakan. Pihak balai menerima kembali para mahasiswa untuk menempati asrama namun, masih menyisakan perjanjian di atas kertas yang akan terus berlanjut.

Ada beberapa persyaratan yang diajukan kedua belah pihak, baik oleh pihak balai maupun oleh para mahasiswa. Salah satunya syarat yang ajukan para mahasiswa adalah meminta untuk duduk bareng, guna mengadakan audensi dengan Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sabtu sore (18/1) para mahasiswa difabel Netra yang masih aktif melakukan perkuliahan kembali ke asrama Wyata Guna.  

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.