Lompat ke isi utama
Kondisi pagi hari setelah para mahasiswa difabel Netra bermalam di trotoar dan bahu jalan Pajajaran.

Efek Pengusiran Penghuni Asrama di Wyata Guna Para Difabel Netra Bermalam Di Trotoar Pajajaran

Solider.id, Bandung – Efek pengusiran yang terus berlangsung sejak Jum’at (10/1) oleh pihak balai, menyeret para penghuni asrama di komplek Wyata Guna bermalam di trotoar jalan Pajajaran, tepatnya depan kantor Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna Bandung. Meski belum menemukan solusi dari permasalahan yang sedang bergulir dan masih ditangani berbagai pihak terkait, para difabel Netra ini terpaksa mengikuti perintah pengosongan asrama yang terus berulang.

Puncaknya pada Selasa malam (14/1) para difabel Netra harus menikmati cuaca dingin pergantian hari dan tidur di jalanan. Hingga  Rabu (15/1), mereka masih tetap membanjiri area trotoar dan bahu jalan beralaskan karpet atau tikar lengkap dengan barang bawaan mereka.

Kondisi terkini setelah bermalam di jalanan, mereka dalam keadaan sehat dan tetap bersemangat dalam melanjutkan perjuangan guna mendapatkan hak mereka kembali. Diwakili oleh Gunawan dan Isam selaku staf balai, sempat bernegosiasi di bahu jalan untuk membujuk para mahasiswa agar kembali ke dalam komplek Wyata Guna. Namun sayang, ajakan tersebut ditolak lantang oleh mereka.

“Kalaupun memang mau bernegosiasi dengan kami silahkan disini saja,” tegas Riyanto mewakili mahasiswa.

Sepontan sambung suara terlontar diantara mahasiswa lain menyampaikan sikap serupa. Mereka enggan dibawa masuk kembali ke dalam komplek Wyata Guna hanya untuk melakukan lobi-lobi seperti sebelumnya, yang dikemudian hari akan tetap terus dilangsungkan eksekusi pengusiran kembali.

Turun langsung ke jalan untuk menemui para mahasiswa, kepala bidang dari BRSPDSN pun mengajak mereka bernegosiasi di kantor. Jawaban para mahasiswa tetap sama, mereka membuka diri untuk negosiasi di bahu jalan tempat mereka bermalam. Itu artinya para difabel Netra ini belum bersedia untuk masuk kembali ke komplek Wyata Guna.

Sekitar pukul 9 pagi hadir langsung ke lokasi, Wakil Gubernur Jawa Barat - Uu Ruzhanul Ulum, Kepala Dinas Sosial Jawa Barat - Dodo Suhendar bersama Kepala BRSPDSN Wyata guna - Sudarsono guna membahas lebih lanjut kondisi yang ada di Wyata Guna. Seusai mengadakan pertemuan di kantor,  Wagub Jabar, Kadinsos Jabar didampingi kepala balai melakukan konferensi pers di halaman komplek.

Kepada awak media, Uu menyampaikan pihak pemerintah sudah berupaya melakukan komunikasi dengan baik, melakukan tahapan yang sesuai dengan prosedur kepada penghuni asrama, bahkan memberikan tenggang waktu yang banyak dan begitu lama. Mungkin masih ada hal yang belum terpenuhi dari pihak pemerintah menurut mereka. Pihak pemerintah bukan mengabaikan mereka, karena pemerintah masih memenuhi harapan mereka seperti tetap sekolah, tentang biaya dan lainnya sudah diberikan. Akan tetapi, ini yang dipakai adalah fasilitas negara, anggaran negara. Bukan berarti pemerintah tidak perduli kepada mereka.

“Yang ditawarkan pemerintah provinsi sudah disampaikan kepada mereka, apa yang setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, mereka terima akan diberikan dan untuk lokasi akan ditempatkan di Dinas Sosial Jawa Barat,” tutur Uu.   

Disinggung Uu terkait anggaran negara yang digelontorkan untuk Wyata Guna harus sesuai dengan prosedur, termasuk prosedur dalam penyalurannya. Selanjutnya, Pemerintah Jawa Barat merencanakan akan melakukan pembicaraan langsung kepada mahasiswa terkait tawaran yang disampaikan Wakil Gubernur tadi.

Sementara, arus dari simpatisan serta relawan terus bergerak membatu para mahasiswa korban pengusiran di Wyata Guna, untuk sarana toilet dan kamar mandi mereka dirujuk ke beberapa titik sekitar jalan Pajajaran. Diantaranya toilet Gor Koni, Potekes, dan kantor kelurahan.

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor   : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.