Lompat ke isi utama
 Pengosongan salah satu asrama, difabel Netra akut barang

Pengosongan Asrama di Komplek Wyata Guna Meresahkan Para Difabel Netra

Solider.id, Bandung – Permasalahan yang ada di komplek Wyata Guna terus meruncing. Belum ditemukannya titik terang terkait penyelesaian polemik yang terjadi di ranah pemerintahaan ini, semakin meresahkan para difabel Netra yang menempati asrama. Istilah ‘Penataan’ yang dilontarkan pihak pengelola Balai Wyata Guna memperhalus kata pengosongan asrama yang masih di tempati para siswa dan mahasiswa.

Kamis (9/1) wilayah Jalan Pajajaran Bandung gerimis, rintik hujan merata turun hampir sepanjang hari. Para penghuni asrama di komplek Wyata Guna terkena penataan yang bertujuan untuk mempersilahkan para difabel Netra di asrama tersebut mengangkut barangnya. Mereka diberikan tenggang waktu selama setengah jam saja untuk berdiskusi terkait akan dilakukannya tindakan penataan yang dimaksud.

“Sekarang teman-teman mahasiswa sedang berkumpul di asrama Anis, karena pihak kantor Wyata Guna sudah mulai melakukan penataan, yang tujuannya untuk mengangkut barang-barang. “Kita diberi waktu tiga puluh menit dan setelah itu mereka ingin mulai melakukan penataan,” tutur Elda Fahmi, perwakilan mahasiswa yang menempati asrama.

Saat ditanyakan para mahasiswa yang asramanya mulai terkena penataan akan di relokasi kemana, jawaban singkat yang terlontar dari Aris Totelles, “Tidak ada solusi.”

Dari agresi pihak balai Wyata Guna hari ini, mereka masih bisa tinggal di kawasan komplek Wyata Guna karena masih ada yang menempuh jenjang pendidikan. Jumlah anak didik yang menempati asrama dari tingkat Sekolah Dasar (SDLB) hingga Sekolah Menengah Atas (SMALB) ada sekitar 29 orang sedang jenjang perguruan tinggi sebanyak 36 mahasiswa.

Disampaikan Elda lebih rinci, komplek tersebut tempat negara memberikan layanan terhadap difabel Netra. Untuk rehabilitasi sosialnya berupa memberikan pelayanan, pelatihan, dan bidang kreatif seperti musik, barista, pijat, komputer dan lainnya. Sementara untuk akademisinya berupa pelayanan asrama dan pembimbing. Akan tetapi, untuk akademisi lembaga mulai tidak memberikan pelayanan seperti yang seharusnya.

“Dari lima asrama yang ada, satu sudah dikosongkan dan sekertariat juga sudah kosong,” kata Elda.

Sementara dari pihak pengelola Wyata Guna belum dapat dimintai keterangan lebih luas selain terkait intruksi penataan yang sampaikan. Menurut rencana, para mahasiswa yang tinggal di asrama masih akan melakukan negosiasi kepada pihak balai pada esok hari.

“Untuk penghuni asrama yang sudah dikosongkan mereka di tampung di asrama yang masih aktif. Selain itu, kami juga sudah menghimbau kepada para peserta didik agar tetap menjalani sekolah tanpa beban pikiran, termasuk untuk perjuangan besok,” pungkas Elda.

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor    : Ajiwan Arief 

The subscriber's email address.