Lompat ke isi utama
Para peserta sedang mendengarkan penjelasan terkait sindrom pasca melahirkan

Mengenal Sindrom Pasca Melahirkan

Solider.id, Denpasar- Warung Kopi Bicara Jiwa milik organisasi Rumah Berdaya kembali mengadakan talk show bertajuk Syndrom Baby Blues dan Depresi Pasca Melahirkan. Menggandeng KPSI Bali dan MotherHope Indonesia, acara tersebut digelar di Sekertariat Rumah Berdaya, di jalan Raya Sesetan 280, Pegok, Denpasar (16/11/2019).

Acara tersebut menghadirkan Anisa Cahya Ningrum, seorang Psikolog dari Komunitas MotherHope Indonesia, beberapa aparat dinas, bidan, caregiver, penyintas, serta masyarakat umum.

Anisa menyampaikan sindrom pasca melahirkan masih menjadi pertanyaan dan belum banyak dikenal masyarakat awam. Beberapa gejala yang harus diwaspadai para ibu atau keluarga dengan ibu yang baru melahirkan, seperti mudah terbawa perasaan dan suka menyendiri, ibu baru melahirkan sering enggan merawat diri, memiliki perasaan yang sensitif dan sering memperlihatkan ekspresi yang berbeda.

Adanya konflik keluarga yang tidak terselesaikan, hingga sering berkeluh di media sosial menjadi kecenderungan gejala awal sindrom pasca melahirkan. Ditambah lagi menurut Anisa, munculnya stigma dari lingkungan yang seolah membenarkan semua pertanyaan dan pernyataan dari ibu yang baru melahirkan.

“Dengan tidak adanya kesempatan untuk menyampaikan perasaan, maka ibu yang baru melahirkan merasa semua sebagai beban. Hal ini lebih disebabkan karena lingkungan sering lupa bertanya tentang bagaimana perasaan ibu yang baru melahirkan,” terang Anisa.

Anisa berharap agar masyarakat paham dengan kondisi mental ibu yang baru melahirkan. Kondisi ibu pasca melahirkan sangat membutuhkan perhatian. “Kenali gejala syndrom ini agar kita bisa mencegah lewat deteksi dini. Seandainya sudah pernah terjadi depresi, maka kita harus menjaga agar tidak kambuh lagi,” sambungnya.

Di akhir acara, Nyoman Sudiasa, penyintas dan koordinator Rumah Berdaya yang menjadi ketua panitia kegiatan talkshow berharap agar pengalaman yang didapat dari kegiatan ini bisa menjadi pelajaran.

“Supaya besok kalau anak atau mantu kita mengalami hal tersebut kita tidak bingung lagi. Semoga apa yang dibawakan ibu Anisa bermanfaat bagi semua dan kita bisa turut mencegah kemungkinan terjadinya depresi pasca melahirkan,” tutupnya sembari bertukar cendera mata.[]

 

Reporter: Yanti

Editor: Robandi

The subscriber's email address.