Lompat ke isi utama
Anggi, sedang memberikan penjelasan kepada peserta yayasan Armina

Yayasan Armina Atifa Cita Jepara Menjadi Tempat Berdaya

Solider.id, Yogyakarta- Yayasan Armina Atifa Cita merupakan sebuah yayasan yang memberdayakan difabel, anak terlantar dan yatim piatu. Yayasan berlokasi di Jepara, Jawa Tengah. Yusrotun Nikmah sebagai pembina yayasan ini menyampaikan rasa bahagianya dapat berkumpul bersama 35 difabel yang menjadi bagian dari Yayasan Armina Atifa Cita.

“Pertama saya mendirikan panti dan pembinaan difabel sudah 3 tahun saya tidak tahu bagaimana caranya membagi waktu, tapi saya yakin niat baik pasti Tuhan memberikan jalan, banyak relawan yang mau mengambil peran dan memberdayakan teman-teman difabel”, sambut Yusrotun pada kegiatan motivasi yang berlokasi di Hotel Cakra Kembang Yogyakarta (10/12).

Yusrotun menambahkan bahwa yang menjadi motivasi berdirinya yayasan tersebut adalah teman-teman difabel dengan berbagai kelebihannya. Menurutnya ciptaan Tuhan tidak ada yang salah, kurang, atau jelek. Tuhan tidak pernah kehabisan cara untuk membuat umat-Nya bahagia dalam kondisi apa pun.

“Semoga kembali ke Jepara kita membawa hal yang positif dan keluarga besar Armina Atifa Cita tambah kompak, semangat, optimis dan sukses bersama,” harapnya.

Tri Utomo sebagai ketua yayasan meyakini bahwa segala yang diniati dengan baik maka Tuhan akan memberikan kebaikan. Yayasan Armina Atifa Cita tak hanya menampung difabel, namun juga memberikan pendidikan serta keterampilan pada teman-teman dengan tujuan ketika kembali ke keluarga atau masyarakat, teman-teman dapat hidup mandiri dan tidak selalu bergantung dengan orang lain. “Oleh karena itu kita perlu bersinergi untuk mewujudkan misi kita bersama”, ujarnya.

Kepada 60 peserta, Heri Susanto selaku pemateri membawa tiga temannya, yakni Gamas dan Fendi, murid Sekolah Luar Biasa yang menjuarai cabang olahraga Bocia tingkat nasional, serta Anggi sebagai difabel yang sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI.

Salah satu pembina yayasan menanyakan bagaimana caranya agar anak down syndrome dapat termotivasi untuk mau mengikuti olahraga lari. Dia merasa hampir menyerah karena menemui kesulitan dalam membina olahraga bagi anak difabel.

Menanggapi respon tersebut, Anggi menyampaikan bahwa teman-temannya yang down syndrome, tidak menyukai olah fisik yang berlebih. Menurutnya, mereka lebih senang menari. “Mencari tahu apa hobinya atau mencoba mengajak mereka untuk menari, pasti mereka akan lebih senang daripada mengharuskan mereka berlari”, ucap Anggi yang juga sebagai aktivis difabel.

Di akhir kegiatan, Jamal sebagai peserta Tuli merespon bahwa dirinya sangat bahagia bisa bergabung bersama Yayasan Armina Atifa Cita karena di tempat ini dia seperti menemukan keluarganya. Dia berharap yayasan juga menerapkan system berlajar bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan teman Tuli.

“Saya berharap teman-teman di Yayasan Armina Atifa Cita bisa menjadi keluarganya dan menjadikan yayasan ini terasa seperti rumah baginya,” harap Jamal menggunakan bahasa isyarat.[]

 

Reporter: Ramadhany Rahmi

Editor: Robandi

The subscriber's email address.