Lompat ke isi utama
46 delegasi di Bandung

46 Delegasi Manca Negara Dukung Solidarity For SLBN A Bandung

Solider.id, Bandung – Memaknai Hari Disabilitas Internasional tahun ini, yang mengangkat tema nasional, ‘Indonesia Inklusi. Disabilitas Unggul,’ rupanya masih tergores sekat hak-hak difabel di dunia pendidikan. Polemik sengketa lahan di komplek Wyata Guna Bandung yang masih mengambang, hingga menuai pro dan kontra terkait rencana pemindahan lokasi sekolah luar biasa yang ada di kawasan tersebut, sampai permasalahan revitalisasi bangunan sekolah yang terhambat perizinan meski dana telah tersedia, masih menjadi perhatian publik.

Bukan hanya dari kalangan masyarakat difabel, pemerhati dan penyelamat pendidikan, atau warga negara Indonesia saja. Akan tetapi, kondisi tersebut sudah mendapatkan perhatian bangsa di berbagai benua. Tamu kehormatan dari 46 negara yang merupakan delegasi Global Alliance For Justice Education Conference, hadir langsung mengunjungi sekolah tertua se-Asia Tenggara yang diperuntukan bagi difabel Netra. Mereka mewakili dari empat benua yaitu; Asia, Amerika, Australia dan Afrika.

Dr. H. Ahmad Basri Nur Sikumbang, Drs, M.Pd selaku ketua Forum Penyelamat Pendidikan Tunanetra (FPPT) menyampaikan, lebih khusus mereka hadir untuk mendampingi dan mengupayakan keadilan bagi kelompok marginal dalam bentuk pendampingan, kegiatan kemanusiaan, upaya perlindungan, penghormatan, pemenuhan hak, Solidarity For SLBN A Bandung.

“Mewujudkan Akses Layanan Pendidikan, Perlindungan Hak dan Keadilan bagi Pelajar Tunanetra di SLBN A kota Bandung, diambil sebagai tema HDI kami,” ungkap Basri dalam siaran pers nya.

Dipaparkan lebih jelas, para delegasi ini pun memberikan dukungan moril secara langsung, baik melalui lisan maupun tulisan pada spanduk khusus, serta kartu sebagai bentuk ungkapan harapan mereka terhadap sekolah luar biasa yang berdiri di komplek Wyata Guna.

‘I support SLBN A Bandung from United States of America-USA. All The Best SLBN A Bandung from Bangladesh. Good luck SLBN A Bandung  from Australia. Support The School for The Blaind from Nigeria. Lots at success to you SLBN A Bandung from Sweden.’

Tulisan serupa juga disampaikan delegasi dari Nepal, India, dan lainnya.

“Salah satu aspek fundamental dalam kehidupan adalah pendidikan,” tegas Basri.

Para perwakilan delegasi Global Alliance For Justice Education Conference, termasuk dari Indonesia memberikan perhatian khusus serta dukungan atas perjuang yang telah ditempuh Forum Penyelamat Pendidikan Tunanetra dan seluruh masyarakat sekolah di SLBN A kota Bandung.

Hari Disabilitas Internasional (HDI) bertajuk literasi yang hadiri perwakilan negara dari empat benua tersebut dilangsungkan di SLBN A kota Bandung, dengan membawa kesan dan pesan terkait hak-hak difabel Netra dalam bidang pendidikan.

Lebih dari satu abad lalu, pemenuhan kebutuhan akan layanan pendidikan bagi difabel Netra memang telah ada dengan nama Blinden Institute atau Rumah Buta yang berdiri sejak 1901 di kawasan jalan Pajajaran Bandung. Yang dalam dinamika perkembangannya kemudian berganti nama menjadi SLBN A kota Bandung hingga saat ini.

Sayangnya, sekolah yang diperuntukkan bagi difabel Netra tersebut sejak tahun 1981 tidak bisa mengembangkan bangunan, menambah ruang kelas atau ruang belajar lainnya seperti perpustakaan, laboratorium Bahasa maupun komputer, toilet dan lainnya, hanya disebabkan oleh kendala status tanah yang hingga saat ini masih terus bergulir.

Dukungan berupa tulisan maupun lisan yang disampaikan para perwakilan delegasi bukan semata karena informasi yang diterima. Lebih dari itu, mereka melihat langsung bagaimana kondisi lingkungan sekolah, sarana serta prasarana yang ada di dalamnya dengan berkeliling mengunjungi ruangan yang ada. Selain suguhan pentas seni budaya tradisional dan modern, dari anak didik yang masih berstatus pelajar di SLBN A kota Bandung maupun alumni serta guru.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjembatani perhatian lebih dari para pemangku kebijakan di tanah air melalui intansi yang terkait.

 

Reporter : Srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.