Lompat ke isi utama
Jaime Aquind sedang menjelaskan denagn bahasa Isyarat saat memandu wisatawan Tuli di Filiphina

Di Filipina, Tuli Dapat Bekerja Sebagai Pemandu Wisata

Solider.id, Jakarta- Di Filipina, Tuli bisa menjadi seorang pemandu wisata melalui kemampuan bahasa isyarat. Sekaligus sebagai solusi untuk menjembatani wisatawan Tuli, sebab sekarang makin banyak wisatawan Tuli menjelajahi berbagai macam tempat wisata. Selain itu, menambah akses kenyamanan para wisatwan Tuli ketika berkomunikasi. 

Sampai saat ini, kendala tenaga kerja difabel Tuli, belum adanya model komunikasi yang dapat digunakan secara luas. Cara komunikasi difabel Tuli kerap masih dianggap sebelah mata, seperti salah satunya difabel Tuli terbiasa menggunakan bahasa komunikasi yaitu isyarat, artikulasi suara lisan tidak begitu jelas, dan tertulis.

Mayoritas lapangan pekerjaan masih mengeluarkan kriteria  persyaratan-persyaratan yang mengharuskan calon pelamar mampu mendengar dan mampu berbicara jelas.

Beberapa perusahaan atau lembaga-lembaga lainnya masih memandang dari jenis kedisabilitasan. Bukan pada bagaimana membuat sebuah sistem yang adaptif dan ramah terhadap Tuli yang bekerja.

Berdasarkan pengalaman Marquel ketika bekerja di Bappeda, kabupaten Malang dia menceritakan saat kunjungannya ke tempat wisata. Menurutnya, pemandu wisata tidak ramah terhadap Tuli, karena hanya menjelaskan secara lisan. Ketika dia bertanya, pemandu menjawabnya dengan lisan.

Lantas bagaimana caranya agar Tuli juga memiliki akses terhadap pemandu wisata? Apakah mungkin disediakan Juru Bahasa isyarat di tempat wisata?

Kemenko PMK dalam sebuah seminar SMERU, Jakarta, menjelaskan bahwa Di Kementerian Pariwisata saat ini sudah mulai memikirkan hal tersebut. Perlu disediakan bahan komunikasi yang sifatnya tertulis bagi Tuli. “Sebagai contoh dalam lingkup yang lebih kecil, di kementerian kami sering mengadakan rapat. Rapat tersebut adakalanya mengundang penyandang disabilitas sehingga kami harus menyediakan bahan yang dapat diakses oleh penyandang disabilitas,” katanya.

Sebenarnya, ada berbagai alternatif model bagaimana suatu perusahaan atau pun jenis pekerjaan mempekerjakan Tuli. Seperti model yang digunakan oleh Tour Guide asal Filipina, yang memberikan kesempatan bagi Tuli menjadi pemandu Turis freelancer bernama Jamie Aquino.

Jamie Aquino percaya dan memahami kalau budaya Filipina punya wisata kota yang indah harus dapat diakses oleh semua, termasuk minoritas komunitas Tuli. Dalam sebuah video Youtube, dia menjelaskan bagaimana inisiatif departemen pariwisata telah mengembangkan sisi inklusif untuk melibatkan tenaga kerja Tuli, termasuk kerja pemandu turis tentang industri pariwisata yang lebih inklusif.

Jamie bekerja sebagai pemandu wisata lepas. Sekarang Departemen Pariwisata telah menyediakan pelatihan bagi pemandu turis Tuli. Dia merasa senang karena pemerintah memberikan akses komunikasi dengan bahasa isyarat. Menurutnya di situlah bagaimana semestinya tuli diperlakukan dengan cara yang berbeda.

Jamie mengaku belajar banyak selama mengikuti pelatihan pemandu turis. Dari sana dia memiliki pengalaman yang berbeda ketika harus menjelaskan dengan bahasa isyarat, tempat-tempat baru. “Saya merasa percaya diri sebagai pemandu tur, meski ada tantangannya,” kisahnya.

Departeman pariwisata di Filipina percaya dengan kemampuan Tuli. Tidak hanya itu, pemerintah juga menindaklanjutnya dengan mengadakan pelatihan pemandu wisata untuk Tuli. Pelatihan tersebut bertujuan untuk menyiapkan Tuli agar memahami tentang pariwisata, konsep kerja baik ketika menaympaikan informasi, sejarah dan prosedur pelayanan.

Departemen pariwisata melibatkan para tenaga kerja Tuli, memberikan kesempatan dan percaya kepada kemampuan berbahasa Tuli di Filipina. Kinerja pemandu Turis dikonsep penuh menyesuaikan dengan kebutuhan pekerja Tuli, terutama dalam penggunaan bahasa isyarat. Maka bahasa isyarat tersebut tidak diabaikan untuk hak komunikasi dalam bekerjanya.

Hal tersebut ditunjukkan di sebuah video berdurasi pendek yang diunggah di Youtube milik pemerintah sendiri. Video tersebut mendapat perhatian dari pengguna sosial media yang merespon positif. Di dalam video menggambarkan seorang pemandu wisata Turis Tuli yang menggambarkan wisata melalui bahasa isyarat di depan para turis yang sedang menikmati pemandangans ekitar.

Praktik baik di atas dapat menjadi percontohan bagi dunia pariwisata yang dapat memberikan peluang bagi difabel Tuli di Indonesia untuk bekerja.[]

 

Reporter: Dina Amalia Fahima

Editor: Robandi

The subscriber's email address.