Lompat ke isi utama
Joni Yulianto mewakili Sigab menerima penghargaan dari Pemkab Kulonprogo

RINDI-Sigab Peroleh Penghargaan dari Pemerintah, Program Nasional Desa Inklusi Jadi Harapan Besar

Solider.id, Kulonprogo – bertempat di Taman Budaya Jl. Kawijo Pengasih, Kabupaten Kulonproo,  Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi difabel (Sigab) Indonesia peroleh penghargaan dari pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Penghargaan disampaikan oleh perwakilan pemerintah kabupaten Kulonprogo pada (4/12) dalam kegiatan peringatan hari Kesetiakawanan Sosial dan pelaksanaan Jamkesus Terpadu untuk difabel di Kulonprogo.

Wahyu Budiyanto, Kasi Rehabsos Dinas Sosial Kabupaten Kulonprogo  mengungkapkan bahwa banyak pihak telah berkontribusi melakukan berbagai hal untuk upaya mewujudkan kesejahteraan sosial di Kabupaten Kulonprogo. Sejauh ini pemeerintah kabupaten hanya baru bisa memberikan apresiasi seperti ini. Hal ini juga bertujuan agar banyak pihak dapat berkontribusi secara proporsiaonal di bidangnya masing-masing. “Kalau sigab kan memang fokusnya di pendampingan untuk desa inklusi. Mereka sudah beberapa tahun melakukan pendampingan agar desa-desa di Kulonprogo menjadi desa yang inklusif dan ramah difabel. Kami akui pekerjaan rumah kita masih banyak, makanya kita berharap berbagai pihak di luar pemerintah mengambil  peran dengan proporsi mereka. Kita tidak akan mampu jika semua urusan sosial diserahkan kepada kami”.

Sementara itu Suharto selaku direktur SIGAB Indonesia mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi kepada Sigab atas kerja-karja di desa di Kulonprogo. “Kami memang ingin agar apa yang kami lakukan itu mendapatkan pengakuan dari pemerintah. Pengakuan sebanarnya bukan hanya penghargaan, namun bagaimana program desa inklusi ini dapat diadopsi oleh pemerintah kabupaten kulonprogo untuk menjadi program kebupaten Kulonprogo yang kedepannya diharapkan jadi program Nasional. Kami berharap dengan penghargaan ini Sigab akan termotisvasi  untuk lebih berinovasi mewujudkan desa inklusi dan mencari cara agar perluasan desa inklusi itu menjadi lebih efektif. kemudian kami juga berharap kepada pemerintah daerah kabupaten Kulonprogo agar kemudian program desa inklusi ini menjadi program kabupaten agar kemudain apa yang sudah kami piloting di Lendah dn di beberapa desa yang lain itu mendapatkan pengakuan bahwa program itu memang sesuai dengan visi dan misi pemerintah daerah Kabupaten Kulonprogo”.

“Dalam progam Sigab itu kan salah satunya adalah bagaimana pemerintah daerah mengeluarkan peraturan bupati atau instruksi bupati terkait inklusi desa dan inklusi pemerintah daerah secara umum. agar semua dinas dan badan di Kulonprogo melakukan inklusi dan pengarusutamaan difabel. Kami juga berharap agar pemerintah kabupaten melakukan Capasity Building kepada pemangku kepentingan desa agar kemudian mereka menjadi lebih mampu melakukan pembangunan yang inklusi. desa menjadi inklusi, dinas jadi inklusi, punya program pengarusutamaan difabel agar Kulonprogo Inklusif menjadi kenyataan” Pungkas Suharto.

Rohmanu Solihin selaku Koordinator Program Rintisan Desa Inklusi mengatakan program yang rintisannya dimulai sejak tahun 2015 ini awalnya hanya mendampingi delapan desa, enam di wilayah kecamatan Lendah Kulonprogo dan dua yang lain di Kabupaten Sleman. Setelah beberapa tahun berjalan, program ini cukup pesat.   saat sudah ada 15 desa di wilayah Kulonprogo yang menjadi desa Inklusi. setelah awalnya hanya ada enam desa di wilayah kecamatan Lendah yang menjadi piloting, kini sudah ada sejumlah replikasi hingga menyentuh angka 15 desa di seluruh Kabupaten Kulonprogo. Rintsian desa inklusi ini tentusaja bukan hanya mencakup bagaimana sarana dan prasarana di desa mudah diakses oleh kawan-kawan difabel, namun juga berkaitan dengan bagaimana agar difabel di desa dapat berpartisipasi di masyarakat secara utuh. Kami berusaha agar difabel dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan di level desa seperti dihadirkan dalam musyawarah desa. Sementera, dari sisi pemberdayaan, kami juga telah mendampingi sejumlah Kelompok Difabel Desa. Mereka punya kelompok usaha bersama. Ada kelompok usaha beternak kambing. Ada juga usaha E Warung, tahun lalu sudah diresmikan oleh bupati Kulonprogo dan tahun ini sudah berkembang. Ada salah satu KDD di Ngentakrejo  yang benar-benar sudah berdiri dan dikelola oleh kawan-kawan difabel disana. Tempatnya memang masih sederhana namun dari sisi barangdagangan sudah cukup komplit.

 

Reporter: Ajiwan Arief

Editor     : Ajiwan Arief 

The subscriber's email address.