Lompat ke isi utama
Peraih penghargaan Sosok Pegiat PAUD 2019 (Kredit foto: Pripos.id)

Difabel Asal Boyolali Terpilih Sebagai Sosok Pegiat PAUD 2019

Solider.id, Boyolali– Titik Isnani, pengelola PAUD Inklusi Tersenyum asal Desa Ringinlarik, Kecamatan Musuk, Boyolali terpilih sebagai satu dari sepuluh penerima penghargaan Sosok Pegiat PAUD 2019. Penghargaan ini diserahkan di Hotel Millenium yang terletak di kawasan Tanah Abang, Jakarta Selatan pada Rabu malam (6/11).

Penghargaan ini diberikan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat dalam Seminar Internasional Nasional Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga yang dihelat 4–7 November 2019. Penghargaan ini diberikan kepada sepuluh orang pegiat PAUD yang berasal dari beragam wilayah di Indonesia.

“Penghargaan ini sebenarnya bukan hanya milik saya, tetapi juga milik PAUD Inklusi Tersenyum dan semua orang yang terlibat di dalamnya,” jelas Titik, perempuan berkursi roda ini sambil tersenyum lebar.

Pendidikan Inklusi Berbasis Masyarakat

PAUD Inklusi Tersenyum yang dikelola oleh Titik bersama dengan beberapa rekannya mengusung konsep pendidikan inklusi yang berbasis masyarakat. Selain memberikan pendidikan bagi anak-anak Difabel dan non-Difabel, dia juga memberikan bekal ketrampilan bagi para ibu dan perempuan di lingkungannya.

Selain menunggu anak-anak selama mengikuti proses belajar-mengajar, para orangtua juga memiliki kegiatan yang berguna untuk mendukung perekonomian keluarga.

Selain itu, lembaga pendidikan yang berdiri sejak 2015 lalu ini juga menggandeng berbagai pihak dalam menyediakan pendidikan sekaligus terapi bagi anak Difabel. Beberapa pihak yang telah bekerjasama di antaranya Bidan Desa, pemerintah Desa dan Kecamatan, asosiasi terapis, dan lain-lain.

Menanggapi konsep yang tengah dikembangkan ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto memberikan apresiasinya. “Saya sangat setuju, pendidikan akan berhasil dengan baik ketika masyarakat terlibat. Ini bagus sekali, oleh karena itu kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali mendukung PAUD ini,” jelasnya ketika ditemui di ruang kerjannya di Kompleks Kabupaten Boyolali di Kawasan Kemiri.

Untuk itu pihaknya berjanji untuk memfasilitasi kebutuhan lembaga pendidikan ini. Dalam waktu dekat diketahui kebutuhan PAUD ini yang paling mendesak adalah penyelesaian proses perijinan.

“Apa tidak hebat, lembaga pendidikannya saja masih dalam proses perijinan tapi sudah memperoleh penghargaan tingkat nasional. Oleh karena itu saya salut,” pungkas pria yang akrab disapa Pak Dar ini.[]

 

Reporter: Ida Puteri

Editor: Robandi

The subscriber's email address.