Lompat ke isi utama
Penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 75 difabel

75 Difabel Solo Terima Kartu BPJS Ketenagakerjaan

Solider.id, Surakarta- 75 difabel Kota Surakarta menerima Kartu dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Rumah Dinas Wakil Wali Kota, Kamis (7/11). Kartu BPJS tersebut memiliki dua perlindungan yakni jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Ke-75 orang difabel tersebut mendapat keringanan gratis iuran selama tiga bulan. Setelahnya, mereka diharuskan membayar iuran 16.800 rupiah perbulan. Rudy Yunarto, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta mengatakan kegiatan ini terkait program nasional Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran).

Program ini menyasar kepada perusahaan-perusahaan besar, swasta dan perbankan yang memiliki program CSR agar menyalurkan bantuan kepada para pekerja rentan. “Selain perusahaan besar di Jakarta, saya berharap perusahaan di Solo juga memiliki kepedulian, apalagi jika sudah ada APBD yang menganggarkan seperti yang ada di beberapa daerah,” ungkap Rudy Yunarto.

Sedangkan Ahmad Purnomo, wakil wali kota Surakarta dalam sambutannya berharap agar jaminan perlindungan bagi difabel pekerja bukan penerima upah ini bisa diberikan, tidak hanya tiga bulan saja namun seumur hidup.

Difabel Pekerja Informal Mengakses BPJS Ketenagakerjaan

Hendra, Orang Dengan Skizofrenia (ODS) merupakan salah satu yang mendapat jaminan tersebut. Bujang anggota KPSI Surakarta memiliki usaha berjualan sepatu secara online dan dipercaya oleh keluarganya untuk mengelola kos-kosan tak jauh dari rumahnya.

Sri Sudarti, Ketua Tim Advokasi Difabel (TAD) Kota Surakarta kepada Solider menyatakan, difabel rentan dan riskan mengalami kecelakaan kerja. Bisa diambil contoh adalah yang baru saja terjadi menimpa Marsih, difabel penjahit di rumah yang mengalami jatuh usai menjahit.

Meski Marsih telah memiliki JKN Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan berobat gratis saat sakit karena biaya ditanggung pemerintah, ketika mengalami kecelakaan kerja, itu adalah ranah dari BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Sudarti, dari 1.600 jumlah difabel Solo secara keseluruhan, baru 75 yang didata. Meski begitu, pendaftaran bagi difabel masih terbuka dan akan diikutkan pada tahun depan. “Lagian, waktu pendataan kepesertaan tempo hari waktunya mepet sekali. Kami kurang melakukaan sosialisasi,” terangnya. []

 

Reporter: Puji Astuti

Editor: Robandi

The subscriber's email address.