Lompat ke isi utama
Rombongan dari Kalimantan Barat sedang berdiskusi dengan pemerintah Desa Sendangtorto

Mencari Gagasan Desa Inklusi di Desa Sendangtirto

solider.id, Sleman- Dinas Provinsi Kalimantan Barat menggandengn 14 Kabupaten/Kota mengunjungi desa Sendangtirto untuk belajar memahami gagasan Rintisan Desa Inklusi (RINDI). Mulai dari sejarah bagaimana desa inklusi dirintis, mekanisme pendataan bagi difabel, membentuk aktor dan organisasi difabel di desa sampai pengaplikasian anggaran desa.

“Perjalanan kami kesini ingin mencari desa inklusi itu di mana dan seperti apa,” kata Marsalena perwakilan Dinas Sosial Provinsi Kal-Bar dalam sambutan di ruang rapat desa Sendangtirto, Berbah, Sleman (30/10).

Menurut Marsalena, DIY menjadi acuan pengaplikasian RINDI dalam mengintegrasian antara kebijakan yang dibuat, mulai dari desa, kabupaten/kota sampai provinsi. Dia mengakui selama ini pihaknya masih sebatan mengintegrasikan pendataan yang sudah terhubung dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Disan Kesehatan.

“Banyak poin yang kami ambil dari pertemuan tadi, salah satunya pengintegrasian kebijakan tadi,” imbuh Marsalena usai pertemuan dengan pemerintah desa Sendangtirto.

Herman Padianto, mewakili pemerintah desa Sendangtirto mengapresiasi kunjungan dari provinsi Kal-Bar. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan salah satu upaya konkret untuk menyebarluaskan gagasan desa inklusi ke seluruh Wilayah.

“Kami berharap tidak hanya Kal-Bar, tapi semua provinsi di Indonesia mulai belajar dan menerpakan desa inklusi dan memperhatikan kaum difabel di desa,” pungkasnya. []

The subscriber's email address.