Lompat ke isi utama
Luluk saat mengakses Ambarukmo Plaza

Menilai Aksesibilitas Ambarukmo Plaza Yogyakarta bagi Difabel Pengguna Kruk

Solider.id, Yogyakarta - Ambarukmo Plaza  (Amplaz) merupakan salah satu pusat perbelanjaan  yang sudah cukup lama ada di Yogyakarta. Menurut situs https://id.wikipedia.org/wiki/Plaza_Ambarrukmo, luas bangunan Amplaz 120.000 m2 dan terdiri dari 7 lantai. Mall yang didirikan pada tahun 2006 ini berlokasi di Jalan Laksda Adi Sucipto No.80 Ambarukmo, Caturtunggal Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. Kini Amplaz memiliki tampilan baru yang menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Tidak hanya bisa berbelanja tetapi juga bisa menjadi tempat refreshing bagi wiasatawan. Selain menjadi pusat perbelanjaan, pedestrian / jalur pejalan kaki di bagian depan Amplaz juga menjadi daya tarik untuk berswafoto, terlebi karena kini sudah dibangun jembatan penyeberangan orang (JPO)  yang menghubungkan Amplaz dengan Hotel Grand Ambarrukmo yang terletak di seberang mall.

Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) ini diberi nama JPO Ambaramarga yang mulai beroperasi pada bulan September 2019 ini dapat diakses 24 jam dengan penjagaan dari petugas. Bangunan yang terkesan mewah ini terlihat menarik karena menggunakan tembok kaca sehingga penyeberang dapat melihat pemandangan sekitar jembatan dan berswafoto. Selain itu jembatan ini juga dinilai cukup aksesibel bagi difabel. Luluk Ariyantiny, difabel pengguna 2 kruk mencoba JPO ini via lantai 1 Amplaz.

Sebagai difabel, tentu Luluk tidak hanya berdiam diri di rumah. Sembari menikmati waktu liburnya di Yogyakarta, perempuan asal Situbondo Jawa Timur ini berkunjung ke Amplaz untuk menonton bioskop. Melihat fasilitas yang disediakan Amplaz, Luluk memberikan rekomendasi kepada difabel yang ingin berkunjung ke mall. ”Meskipun tidak 100 persen aksesibel dan masih perlu beberapa perbaikan, saya merekomendasi Amplaz ini bagi teman-teman difabel yang ingin berbelanja sekaligus refreshing. Amplaz menyediakan kursi roda bagi pengunjung yang memerlukan, ada di pintu masuk Carrefour lantai ground”, ungkap Luluk kepada solider.id.

Pintu masuk Amplaz bagian timur juga menyediakan ramp sehingga pengunjung pengguna kursi roda dapat dengan nyaman memasuki area mall. Sebelum mencoba aksesibilitas JPO, Luluk menikmati layanan parkir khusus bagi difabel yang ada di basement. Amplaz menyediakan 3 slot parkir khusus difabel di basement dekat dengan pintu masuk eskalator. Menurut pengalaman Luluk, dirinya cukup terbantu dengan adanya parkir khusus difabel sehingga dirinya tidak kesulitan mencari tempat parkir mobil. Kekurangannya adalah slot parkir tersebut tidak dijaga optimal oleh petugas karena 2 slot parkir difabel tertutup oleh mobil pengunjung lainnya. Saat hendak naik menuju lantai Ground, Luluk menemukan kesulitan karena akses yang tersedia di dekat parkir difabel adalah escalator. Fasilitas tersebut tidak dapat diakses oleh kruk yang Luluk pakai. Sehingga Luluk harus berjalan sekitar 100 meter menuju lift. “Seharusnya parkir difabel tidak jauh dari tempat lift bukan eskalator”, ungkap Luluk.

Setelah menonton bioskop di lantai 3, Luluk bercerita bahwa dirinya cukup kesulitan menaiki tangga di dalam bioskop karena dirinya mendapat kursi di bagian tengah. “Tadi naik tangga pelan-pelan, tapi tadi aku senang karena ada ibu-ibu yang menawari bantuan dengan sopan. Untuk kursi roda sepertinya hanya bisa ditempatkan di depan kursi paling depan karena tidak ada tempat khusus kursi roda”, cerita Luluk setelah menonton bioskop. Tak lupa Luluk juga melihat akses toilet bagi difabel yang tersedia di setiap lantai. Meskipun Luluk menilai toilet tersebut cukup akses, namun petugas sepertinya kurang memperhatikan kebersihan toilet difabel karena lantainya terlihat kotor dan becek. Sebaiknya lantai tetap terjaga kering sehingga tidak membahayakan pengguna kruk dan nyaman digunakan pengunjung lain.

Selain akses bagi difabel, Amplaz juga memberikan akses bagi ibu dan anak dengan menyediakan ruang laktasi di setiap lantai. Secara keseluruhan, Luluk memberi nilai 8 dari 10 untuk Amplaz karena aksesibilitasnya. Pengalamannya menikmati aksesibilitas Amplaz akan bermanfaat bagi Luluk mengadvokasi pihak terkait di kampung halamannya, Situbondo, agar memenuhi hak difabel di tempat umum, salah satunya aksesibilitas di pusat perbelanjaan.

 

Reporter: Ramadhany Rahmi

Editor   : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.