Lompat ke isi utama
Salah satu sesi di acara Rumah Berdaya

Peran Masyarakat dalam Mengurangi Angka Bunuh Diri

Solider.id, Denpasar- Bunuh diri bisa dialami oleh siapa saja, remaja, para lanjut usia, difabel, penderita penyakit kronis dan pada ibu menyusui. Hal ini bisa terjadi karena kondisi sosial turut mempengaruhi perkembangan jiwa pada seseorang.

Dinas Kesehatan Kota Denpasar bersama KPSI Simpul Bali dan RRI, memperingati Hari Kesehatan Jiwa dengan mengadakan talkshow yang menggandeng Rumah Berdaya dan Ruang Singgah. Aula Graha Sewaka Dharma, Jalan Majapahit, Dauh Puri Kaja, Denpasar, dipilih menjadi lokasi acara talkshow peringatan Hari Kesehatan Jiwa. Disiarkan langsung melalui PRO 1 RRI di 88,6 FM, talk show mengangkat  tema Joyful Denpasar, Together Prevent Suicide.

I Gusti Rai Wiguna, dari Komunitas Mantap Jiwa menjelaskan, dalam mengurangi angka bunuh diri dibutuhkan kepedulian sedini mungkin. Ketika seseorang mendapat rasa tidak nyaman pada perasaan ataupun gejala lainnya, segera konsultasikan kepada tenaga professional, seperti psikiater.

“Bisa ke Puskesmas, Rumah Sakit, atau komunitas-komunitas yang peduli masalah kesehatan jiwa agar dengan penyebab yang jelas masalah bisa ditangani dengan segera,” pungkas pendiri Rumah Berdaya ini di hadapan 600 peserta yang hadir, (14/10/2019).

Menghadirkan empat nara sumber sebagai pembicara, I. A. Selly Mantra, ketua PKK kota Denpasar, Yohannes K. Herdiyanto, S.Psi, M.Si dari KPSI Simpul Bali, serta dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ dari Komunitas Mantap Jiwa yang membidani Rumah Berdaya, rumah bagi sahabat skizofrenia. Hadir pula Lakshmi Anindhita sebagai founder Ruang Singgah, sebuah komunitas yang mewadahi curah rasa para remaja untuk menuang segala masalah yang mereka dapatkan dengan mencari solusi permasalahan.

Selain itu, menurut Rai, kapasitas diri dalam menghadapi masalah juga menjadi faktor penting. Kasus skizofrenia bisa diraba atau dirasakan sendiri dengan belajar melalui internet. Selain itu bisa melalui tenaga profesional untu mengenalinya. “Saat kualitas kerja kita menurun, mengalami gangguan tidur dan gangguan makan, dengan masalah yang sama dan berulang itu akan memicu gangguan kesehatan jiwa pada seseorang,” lanjutnya.

Rai melanjutkan, mengingat remaja atau generasi muda paling beresiko mengalami kasus bunuh diri. Talk show mengundang dinas-dinas pemerintah yang terkait dengan kesehatan jiwa. Pemerintah Kota Denpasar melibatkan unsur pendidikan yang mengharuskan instansi sekolah tidak hanya datang dengan mengirimkan tenaga pengajar. Instansi sekolah diharuskan datang untuk melibatkan siswa-siswinya.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Anak Agung Rai Kuswara, Sekertaris Daerah Kota Denpasar mewakili Walikota Denpasar, sesaat setelah memukul gong sebagai penanda acara dibuka. “Remaja yang meninggal karena bunuh diri sebagian besar mengalami gangguan mood, gangguan kecemasan, problem perilaku dan penyalah gunaan NAPZA,” katanya.

Aditya, guru SMP Negeri 11 yang hadir bersama dua siswanya menyampaikan bahwa dalam surat undangan dinyatakan agar sekolah mengirim siswa untuk belajar tentang kesehatan jiwa.

Adit, siswa kelas IX SMP Negeri 11 Denpasar memiliki niat tinggi untuk tahu lebih dalam ilmu kesehatan jiwa. “Dengan saya tahu informasi tentang kesehatan jiwa, maka ilmu ini bisa saya bagikan pada teman-teman di SMP Negeri 11 Denpasar bahwa kalau ada masalah kita bisa mengadu pada guru bimbingan,” tuturnya.

Dari hasil talkshow yang diikuti, satu pengalaman baru didapat Sang Ayu, guru SMA Negeri 2 Denpasar. Setelah ikut kegiatan ini ia merasa lebih peduli dengan kondisi sosial di sekitar. Sehingga saat ada anak-anak atau lingkungan yang mengalami masalah sosial, mengalami tekanan atau gangguan mental, bisa mendampingi mereka. “Harapannya tentu supaya anak-anak bisa menyelesaikan masalah dengan lebih baik dan tidak memilih cara bunuh diri sebagai solusi,” ungkapnya

Lakshmi, pembicara yang juga penyintas skizofrenia secara jujur menyatakan niat baiknya saat berkenan menjadi pembicara. Dia berharap kawan-kawan yang sedang berjuang menghadapi skizofrenia untuk tidak menyerah. Selain itu para remaja segera menyampaikan keluhan pada guru konseling atau teman dengar yang bisa membantu memberi saran.

“Atau bisa mengadukan masalah pada Mobil Ceria, (mobil yang dikelola pemerintah kota Denpasar sebagai sarana konsultasi kejiwaan yang dilakukan secara berkeliling),” lanjut Lakshmi.[]

 

Reporter: Yanti

Editor: Robandi

The subscriber's email address.