Lompat ke isi utama
tampilan awal https://aira.io

Smart Glasses Aira, Bikin Difabel Netra Serasa Melihat Dunia

Solider.id, Malang  - Perkembangan teknologi dewasa ini telah memberikan sumbangsih banyak bagi kemajuan difabel netra di seluruh dunia. Riwayatnya bisa kita amati secara luas Mulai dari program pembaca layar (screen Reader) di perangkat komputer maupun smartphone, kaca pembesar (Glass Magnifier) bagi individu dengan low vision, bahkan sampai pada penciptaan tongkat difabel netra yang dapat memancarkan gelombang ultrasonik.

 Manusia  sebagai kreator teknologi sudah sepatutnya menciptakan penemuan yang bermanfaat bagi manusia itu sendiri, dan aspek tersebut masih bisa kita lihat dari implementasi teknologi belakangan ini yang semakin meningkatkan kemandirian difabel netra di masyarakat.

 Begitu juga halnya dengan Aira, sebuah Startup asal San Diego California yang berambisi memunculkan inovasi teknologi bagi kemandirian difabel netra tersebut.

Apa sebenarnya itu Aira?

Aira merupakan sebuah layanan visual Interpreter bagi kalangan difabel netra yang tersemat pada perangkat kacamata pintar (Smart Glasses). Layanan Aira memungkinkan pengguna untuk memanggil bantuan visual interpreter secara langsung dan real time via smart glasses, yang kemudian akan menyambungkan pengguna dengan pemandu visual dari platform Aira. Berdasar pada situs web resminya, Aira memanfaatkan kecanggihan teknologi terkini untuk menghubungkan individu difabel netra dengan profesional yang siap memberikan informasi visual secara langsung kapanpun dibutuhkan melalui media teknologi wearable.

Ekosistem teknologi Aira sendiri secara integratif menggabungkan kecanggihan smart glasses yang telah ditanamkan fitur kamera video, integrasi ke smartphone, dan portable WiFi hotspot, serta jaringan agen yang siap sedia memberikan informasi kapan saja bagi pengguna kacamata Aira secara virtual.

Cara kerja dari Aira sebenarnya cukup sederhana. Pengguna yang mendaftar layanan Aira akan mendapatkan kiriman paket smart glasses dan portabel WiFi hotspot, atau lebih sering dikenal dengan sebutan Horizon Kit pada paket kotak. Setelah itu, pengguna kacamata Aira, atau yang lebih sering disebut dengan istilah explorer akan dapat memanggil bantuan via tombol pada perangkat kacamata pintar terssebut, dan selanjutnya akan dihubungkan pada jaringan agent Aira secara real time dan instan. Disini, Agent akan mampu melihat apa yang pengguna juga lihat melalui fitur kamera dan live stream video yang ada pada perangkat kacamata, dan memberikan informasi visual bagi pengguna secara mendetail melalui fitur headset pada gagang kacamata.

Individu-individu yang memberikan asistensi visual jarak jauh ini juga bukanlah orang-orang biasa. Agent pada platform Aira merupakan agent profesional yang telah terlatih, lulus uji sertifikasi, dan setidaknya memiliki minimal 2 tahun pengalaman bekerja pada sektor customer service. Sehingga Agent Aira dapat dipastikan sangat memenuhi standar dalam memberikan intepretasi visual secara obyektif, akurat, dan teliti bagi kalangan difabel netra yang memerlukan informasi visual dalam kehidupan sehari-harinya.

 Implikasi ini tentu akan menjadi loncatan besar pada sektor Wearable Technology dan bagaimana kemudian hal ini bisa diintegrasikan dengan teknologi asistif bagi individu difabel netra. Aktivitas-aktivitas yang selama ini kerap kali menjadi kesulitan difabel netra apabila dilakukan secara mandiri kini bisa teratasi berkat adanya tekhnologi Aira. Smart Glasses dari Aira dapat membantu memberikan asistensi visual dari mulai hal kecil seperti membaca label makanan, menu restoran, berbelanja di supermarket, hingga pada hal kompleks seperti bernavigasi di bandara, menonton pertunjukkan theater, atau hanya sekedar berjalan-jalan di taman dapat memanfaatkan kacamata Aira selayaknya asisten pribadi.

Namun perlu diingat juga, disamping segala kemudahan yang disediakan oleh perangkat kacamata pintar Aira, tekhnologi ini sendiri tidak didesain untuk menggantikan fungsi sistem asistensi konvensional seperti tongkat ataupun Guide Dog. Melainkan, Aira ditujukan untuk menjadi media pelengkap bagi fungsi dari sistem asistensi konvensional tunanetra yang telah ada sebelumnya, dan turut serta meningkatkan fungsinya. Sehingga, kelompok difabel netra yang terbiasa menggunakan alat tuntun macam tongkat maupun Guide Dog masih akan perlu menggunakan instrumen tersebut dalam bernavigasi, dan hanya memanfaatkan layanan Aira apabila memang benar-benar dibutuhkan saja.

Dengan segudang manfaat yang disodorkan, tentunya layanan Aira tidak diberikan secara gratis. Selain harus membeli perangkat smart glasses dan portable hotspot, pengguna juga harus mendaftar pada layanan paket berlangganan Aira. Tanpa pengguna mengikuti paket berlangganan ini, layanan Aira praktis tidak bisa diakses. Dikutip dari situs Engadget, paket yang tersedia ada 3, meliputi $300 untuk 750 menit, $1000 untuk 3000 menit, dan $2,500 untuk 10,000 menit, masing-masing pada rentang waktu 3,6, dan 12 bulan.

 Tentunya bukan nominal yang terjangkau, apalagi jika dikonversikan ke rupiah. Dan satu hal lagi, layanan Aira untuk saat ini hanya tersedia di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Canada. Dengan kata lain, difabel netra di Indonesia mungkin belum bisa mencoba teknologi inovatif ini untuk sementara waktu.

Terobosan inovasi macam Aira telah membuktikan bahwa kecanggihan iptek mampu diinkorporasikan untuk menunjang kebutuhan difabel, khususnya difabel netra. Apa yang dilakukan oleh Aira membuktikan bahwa kemajuan teknologi mampu secara penuh menjembatani proses pencapaian kemandirian diri  difabel netra. Meskipun belum dapat menciptakan layanan yang terjangkau dan memiliki daya jangkau luas secara global, teknologi Aira tetap menjadi sebuah praktik yang sangat potensial bagi keberlangsungan hidup seluruh difabel netra di dunia. Dengan seiring berjalannya waktu, produk kacamata pintar Aira ini akan terus berevolusi menjadi gadget sentral dalam kehidupan sehari-hari difabel netra. Cepat atau lambat, semoga layanan Aira  dapat dirasakan oleh difabel netra  di seluruh dunia, termasuk di Negara Indonesia.

 

SUMBER:

https://aira.io  

 

Penulis: Made Wikandana

Editor  : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.