Lompat ke isi utama
Para peserta perayaan hari CP dunia berfoto bersama

RCP: Pemerintah Kurang Perhatikan Cerebral Palsy

Solider.id, Bogor– Rumah Cerebral Palsy (RCP) se-Jabodetabek menilai, pemerintah kurang memberikan perhatian perhatian terhadap keberadaan disabilitas Cerebral Palsy (CP). Hal tersebut diungkapkan oleh berbagai organisasi difabel saat Perayaan Hari Cerebral Palsy Sedunia yang diselenggarakan di Anjungan Lampung, kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu pagi (6/10).

“Harapan dari RCP pada peringatan hari CP sedunia tahun ini, lebih ke perhatian pemerintah yang belum ada,” tutur Hasan Basri, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) kota Bogor via WhatsApp. Minimnya perhatian pemerintah juga didukung Yasasan Penyangdang Disabilitas (YPD) kota Bogor, bersama Rumah Cerebral Palsy Bogor raya.

Menurut Hasan, kurangnya perhatian dari pemerintah maupun berbagai pihak dapat disebabkan oleh tersendatnya arus informasi. Terlebih pengetahuan tentang keberadaan masyarakat difabel yang dinilai tergolong lapisan minoritas, serta kurangnya publikasi terkait keberadaan CP. Baik itu difabel secara individu, kelompok, organisasi maupun perkumpulan atau yayasan.

Secara stuktural organisasi yang berada langsung dibawah naungan pemerintah, PPDI merupakan induk organisasi masyarakat difabel terbesar. Kemudian, muncul ragam turunan organisasi masyarakat difabel lainnya yang terbentuk. Ada yang berdasarkan kepada klasifikasi jenis kedifabelan, maupun jenis kemampuan mereka seperti bidang olahraga, kesenian dan lainnya.

Hasan juga menyampaikan, kegiatan dan lokasi yang dipilih dalam rangka hari cerebral palsy tersebut selain untuk acara fun game bagi para difabel CP, aneka lomba yang diikuti oleh orangtua dan perlombaan untuk wilayah, inti utama acara yang digelarnya adalah sosialisai tentang adanya Rumah Cerebral Palsy se-Jabodetabek.

“Kita jalin silaturahmi, solid, saling berbagi, kompak dan saling motivasi sesama. Dan inti acara ini adalah untuk sosialisasi tentang adanya RCP se-Jabodetabek,” papar Hasan.

Perayaan tersebut mengusung tajuk Berjuang Bersama Bahagia Bersama. Sosialisasi tentang cerebral pasly dengan peserta kurang lebih 500 orang tersebut, berlangsung dari pukul 8 pagi sampai 12 siang mampu menarik antusias masyarakat.

Dalam sosialisasinya, selain pengenalan tentang CP, diulas pula ragam kegiatan dan edukasi publik lain seperti fisioterapi, okupasi terapi, terapi wicara, hidrotherapi (renang) sebagai bagian dari pengetahuan seputar cerebral pasly.

Langkah sosialisasi tersebut, merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk dapat membuka wawasan baru serta informasi lebih luas baik kepada masyarakat umum maupun pihak pemerintahan.[]

 

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor: Robandi

The subscriber's email address.