Lompat ke isi utama
Foto kegiatan peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional di CFS Wonogiri

Demokan Bahasa Isyarat, Gerkatin Wonogiri Gemparkan Car Free Day

Solider.id, Wonogiri Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) Kabupaten Wonogiri semarakkan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) di area Car Free Sunday Wonogiri (06/10) dengan serangkaian kegiatan.

Perayaan yang perdana digelar di CFS Wonogiri tersebut beragendakan aksi kampanye bahasa isyarat, pantomim dan bagi pin serta brosur tentang bahasa khusus yang digunakan difabel Tuli.

HBII yang jatuh pada tanggal 23 September lalu memang direncanakan oleh masyarakat difabel Tuli Wonogiri untuk diperingati di lokasi yang banyak masyarakat berkumpul. Kegiatan berlangsung dari pagi hingga CFS berakhir. Walaupun dinilai masih ada kekurangan, Arsiska Nur Permatasari selaku Ketua Gerkatin Kabupaten Wonogiri melalui Della, penterjemah bahasa isyaratnya menilai acara tersebut cukup sukses.

“Bisa disimpulkan bahwa memang dalam pemilihan tempat tadi saya rasa kurang maksimal dalam artian kurang pas. Jadi pengunjung yang dari arah timur tapi tidak berjalan sampai ujung barat CFD kemungkinan tidak mengetahui posisi kami. Padahal bisa saja di antara mereka ada yang tertarik. Jika dilihat dari awal acara ada beberapa yang sudah mampir ke stand kami, padahal acaranya belum dimulai. Lalu ketika pantomim, banyak pengunjung yang juga ikut menyaksikan. Ketika sosialisasi, anak-anak hingga orangtua ikut duduk melingkar dengan teman Tuli,” jelas Della kepada Solider.

Suyanto, seorang low vision yang juga hadir dalam perayaan tersebut membenarkan bahwa HBII pagi itu cukup menarik pengunjung CFS Jl. Ir. Soekarno Wonogiri. Sedari menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan bahasa isyarat, pantomim dan sosialisasi mengundang pengunjung lintas generasi untuk merapat ke panggung Gerkatin. Ia menyebutkan banyak remaja dan bapak-bapak yang antusias belajar bahasa isyarat.

“Pengunjung juga dibagikan pin dan selebaran berisikan gerakan abjad bahasa isyarat baik huruf kapital maupun huruf kecil. Ada tulisan Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional nya juga,” tambah Yanto.

Selain forum komunitas peduli difabel Kabupaten Wonogiri, Nur Nugrahawati perwakilan dari Dinas Sosial Wonogiri pun turut memeriahkan gelaran tersebut.

Siska berharap semoga dari peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional yang juga bertepatan pada Hari Cerebral Palsy sedunia tersebut dapat meningkatkan awareness masyarakat bahwa saat ini negara sedang menggalakan era inklusi. Artinya, tidak ada sekat antara dengar dan Tuli, begitu juga berlaku pada difabel lain. Selain itu, harapannya masyarakat menjadi lebih tertarik untuk mempelajari bahasa isyarat. Meskipun difabel Tuli bisa membaca oral, tetapi menggunakan bahasa isyarat dianggap lebih cepat dan efisien. Ia menambahkan semoga kedepannya bisa membuat acara yang lebih besar lagi dengan didukung oleh Dinas Sosial dan masyarakat sekitar. Della turut menyampaikan kalau relawan penterjemah untuk Gerkatin Kabupaten Wonogiri saat ini masih terbatas. Ia mengharapkan bertambahnya relawan untuk teman Tuli di Wonogiri.

 

Reporter: Agus Sri

Editor    : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.