Lompat ke isi utama
ilustrasi ATM BCA yang ada tanda braillenya

Secercah Cahaya, BCA kikis Diskriminasi Perbankan bagi Netra

Solider.id, Surakarta  - Bank Central Asia (BCA) perlahan kikis diskriminasi perbankan terhadap difabel netra yang riuh dibicarakan sejak beberapa tahun lalu. Evolusi tersebut memang belum terlaksana sempurna, tetapi PT Bank Central Asia Tbk secara nyata berikan kemudahan prosedur layanan perbankan bagi orang dengan hambatan penglihatan.

Menilik kembali aduan seorang difabel netra, Trian Airlangga kepada BCA yang termuat di Solider.id pada 23 Agustus 2013, persoalan tersebut menjadi cerminan nyata sulitnya difabel khususnya netra dalam mengakses perbankan di Indonesia. Trian mengisahkan perjuangannya dalam membuka rekening di BCA Cabang Blok A Cipete, Jakarta Selatan begitu rumit. Selama 3 kali kunjungannya, ia merasa diperlakukan kurang manusiawi. Pada awal kedatangannya, customer service menanyakan keperluan Trian justru kepada tukang ojek yang mendampinginya tanpa menghiraukan keberadaannya. Tak hanya itu, Trian juga dinyatakan tidak memenuhi persyaratan sebagai calon nasabah karena dinilai belum mampu bertanggung jawab atas dokumen yang ditandatangani karena tidak bisa membaca syarat dan ketentuan sebagai calon nasabah BCA. Kedatangannya yang berikutnya pun nihil tanpa hasil. Solusi yang ditawarkan kepada Trian hanya dibukakan rekening atas nama orang lain yang dikuasakan melalui proses hukum atau dengan alternatif Rekening Joint Account (1 rekening dengan 2 nama nasabah). Kedua tawaran tersebut masih dinilainya sangat diskriminatif dan menyulitkan.

Peristiwa serupa turut dialami Irfan Priadi yang diungkapkannya melalui sebuah unggahan di Kartunet.com tanggal 27 Februari 2014. Namun, pada artikel yang ditulis oleh Irfan di situs karya tunanetra tersebut, Irfan tidak hanya mengutarakan pengalamannya ketika ditolak membuka rekening BCA. Difabel netra yang berdomisili di Cilandak kala itu juga menginformasikan angin segar dari pihak salah satu bank terbesar di Indonesia itu. Setelah memanasnya berita diskriminasi BCA, akhirnya bank berkelas Internasional tersebut memberikan pengumuman melalui Internet yang berbunyi:

“Penjelasan Mengenai Kemudahan Pembukaan Rekening

Jakarta, 29 Agustus 2013

Dear rekan-rekan nasabah dan calon nasabah BCA,

Pertama-tama perkenankan kami mengucapkan terima kasih atas perhatian kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Terkait dengan pembukaan rekening di BCA, dapat kami informasikan bahwa pada dasarnya kami menyambut dengan terbuka setiap pihak yang bermaksud menjadi nasabah BCA tanpa terkecuali, termasuk nasabah dengan kebutuhan khusus (tuna netra). Tentunya demi menjaga keamanan dana nasabah dengan kebutuhan khusus, kami menerapkan beberapa persyaratan.

BCA telah melakukan evaluasi dan penyederhanaan proses pembukaan rekening bagi calon nasabah dengan kebutuhan khusus (tuna netra).

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo BCA melalui telepon pada nomor (021) 500 888 atau Twitter @HaloBCA.

Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Inge Setiawati

Sekretaris Perusahaan”

 

Begitulah janji BCA yang ditujukan kepada difabel netra melalui Internet. Selanjutnya, sudahkah janji itu terealisasi?

Pelayanan BCA Terkini

Pada awal September 2019 lalu, Agus, seorang difabel netra asal Kota Solo mencoba untuk mengakses pembukaan rekening bank di Kantor Cabang BCA Veteran Solo. Agus datang sendiri ke bank tersebut tanpa pendamping. Kehadirannya disambut ramah oleh security dan petugas di dalam ruangan. Agus pun sempat merasa khawatir dia akan senasib dengan difabel netra lainnya seperti berita-berita penolakan dari BCA yang beredar.

Sewaktu duduk di hadapan customer service, Agus menyampaikan tujuannya membuka rekening. Pada tahapan awal, CS hanya menanyakan perihal data diri calon nasabah. Usai mengisikan data tersebut, CS meminta Agus untuk bertanda tangan pada beberapa dokumen persyaratan. Ketika tanda tangan kurang identik dengan tanda tangan di KTP, CS tersebut mengatakan bahwa Agus harus membawa keluarga sebagai pihak penjamin kalau terjadi penyalahgunaan rekeningnya. Agus lantas menyatakan ia siap bertanggung jawab atas segala aktivitas perbankan dengan akun rekening di bank tersebut.

Setelah beberapa saat meninggalkan meja, CS tersebut kembali bersama atasannya dan menawarkan pembuatan rekening sepenuhnya harus didokumentasikan dengan video sebagai bukti pemrosesan sesuai standar bank tersebut. Seluruh syarat dan ketentuan pembukaan rekening BCA serta hal lain yang terkait seperti ATM pun dibacakan. Walaupun prosesnya cukup memakan waktu, setidaknya pihak BCA mencoba memberikan pelayanan terbaik mereka. Uniknya lagi, kartu ATM yang disebut Paspor BCA itu pun bertuliskan huruf Braille di atas nomor ATMnya. Kartu Paspor tersebut juga dapat diberikan tulisan nama pemegang ATM dengan huruf khusus difabel netra itu. Hanya saja, nasabah difabel netra harus menunggu kurang lebih 7 hari.

Mengingat transaksi perbankan menjadi salah satu hak serta kebutuhan masyarakat difabel yang cukup penting, Solider mencoba mengklarifikasi melalui salah satu media layanan konsumen yang disebut Halo BCA Chat guna mengklarifikasi Standar Operasional Prosedur (SOP) BCA terhadap difabel netra. Setelah memasukan data diri singkat seperti nama, nomor telepon dan email, Customer Service akan langsung menyambut konsumen di percakapan online tersebut. Solider melakukan klarifikasi kepada pihak bank pada 30 September 2019.

Pertanyaan pertama Solider yaitu perihal prosedur pelayanan pembukaan rekening bagi difabel netra di BCA. Kemudian, CS memberikan tanggapan,

“Kami informasikan, pembukaan rekening nasabah tuna netra :

- Nasabah tuna netra dapat mengajukan pembukaan rekening di cabang dengan perlakuan yang sama seperti nasabah pada umumnya. Jenis rekening yang dapat dibuka adalah rekening tabungan dengan fasilitas kartu Paspor.

Penandatanganan Surat Pernyataan :

- Nasabah tuna netra yang melakukan pembukaan rekening sebagaimana layaknya nasabah pada umumnya harus menandatangani Surat Pernyataan Pembukaan Rekening.

Pelaksanaan transaksi nasabah selanjutnya

- Pelaksanaan transaksi nasabah selanjutnya dari rekening yang telah dibuka sama seperti transaksi yang dilakukan oleh nasabah pada umumnya.”

Berikutnya, Solider menanyakan tentang perlu atau tidaknya kehadiran pendamping. CS dibalik percakapan tersebut membalas bahwa itu tergantung pada difabel itu sendiri memerlukan atau tidak. Namun, pembukaan rekening selain tabungan dan pemberian layanan lainnya dilakukan sesuai dengan kebijakan cabang dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan nasabah.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah difabel diperbolehkan melakukan pembukaan rekening secara online melalui fasilitas terbaru di Mobile Banking BCA. CS memberikan jawaban,

“Kami informasikan kembali, pembukaan rekening untuk nasabah tuna netra dapat mengajukan pembukaan rekening di cabang BCA. Mohon maaf saat ini untuk pembukaan rekening bagi nasabah dengan Keterbatasan Fisik, link belum tersedia.”

Pihak BCA lebih menyarankan agar nasabah difabel netra melakukan pembukaan rekening melalui cabang. Dalam percakapan online tersebut CS juga menyampaikan bahwa nasabah difabel netra menggunakan atau diberikan kartu Paspor konvensional untuk memudahkan nasabah dalam mengidentifikasi kepemilikannya.

Upaya tepati janji dari pihak BCA itu perlu terus dikawal supaya tidak kembali pada sistem lawas mereka yang diskriminatif. Setidaknya, difabel netra Indonesia bisa sedikit bernafas lega karena salah satu bank telah berikan kesempatan untuk bertransaksi perbankan dengan lebih mudah.

Langkah ini adalah sebuah kemajuan layanan perbankan di Indonesia. praktik baik yang dilakukan oleh bank BCA sehain harus tersu dikawal juga harus terus disosialisasikan ke banyak pihak. Kebijakan dari otoritas jasa keuangan tentang standart layanan keuangan yang inklusif yang sempat vral beberapa bulan lalu mungkin bisa jadi pijakan agar bank lain jug dapat mengikuti jejak langkah yang dilakukan oleh BCA.

 

Reporter: Agus Sri

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.