Lompat ke isi utama
para peserta sedang mengamati materi dari pembicara di acara lokakarya

Dnetwork Indonesia: Menjembatani Bakat Menulis bagi Difabel

Solider.id, Denpasar- Waktu menunjukkan pukul 8.30 Wit, Annika Linden Centre yang berada di jalan Bakung 19, Kerthalangu, Denpasar masih sepi. Agus Weda Gunawan, Project Officer DNetwork Indonesia nampak sedang menunggu peserta lokakarya.

DNetwork Indonesia, merupakan jaringan kerja yang memfasilitasi dan menghubungkan para difabel yang mencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan.

Lokakarya bertajuk Lampaui Keterbatasan Melalui Tulisan bertujuan untuk membekali para peminat jurnalistik dan calon contributor Solider.id. Selain itu untuk membekali difabel untuk menggali lebih dalam pengetahuan dan bakat mereka di bidang kepenulisan.

Hani Fauzi Ramdhani, manajer Project Dnetwork Indonesia menjelaskan, selama ini media tidak akurat dalam merepresentasikan kehidupan dan kondisi difabel. Media masih memposisikan dan mencitrakan difabel sebagai objek yang perlu dikasihani dan tak berdaya.

Pada lokakarya tersebut, Hani berharap peserta dapat menjadi arus balik bagi informasi yang dikonsumsi masyarakat. Dengan begitu isu difabel sebagai isu minoritas dapat memberikan pencerahan bagi masyarakat yang memiliki keinginan untuk mendalami isu difabel dan inklusi social.

“Agar bisa jadi lebih mainstream dan banyak dibicarakan orang. Ujungnya akan berakibat pada perkembangan dan perubahan sosial yang lebih baik,” tuturya Hani (03/10).

Hani menyampaikan bahwa DNetwork Indonesia, selain membantu teman-teman pencari kerja juga memberikan bermacam pelatihan yang sifatnya memberi ilmu dan pengalaman baru sesuai ketrampilan yang dibutuhkan. Pun begitu saat solider membutuhkan kontributor baru. Tak hanya calon-calon kontributor, DNetwork juga mengajak semua difabel yang berminat menulis tetapi belum tahu bagaimana menyalurkan tulisan.

“Minat dan antusias teman-teman sangat tinggi. Bahkan saat pendaftaran sudah ada yang bertanya, kalau tulisan sudah siap bisa dikirim kemana? Ini menunjukkan ketertarikan teman-teman. Karenanya dari DNetwork terdorong membagikan informasi pada mereka untuk ikut pelatihan,” imbuhnya.

Lokakarya diikuti 16 peserta dengan ragam difabilitas bersama dua orang calon kotributor baru bagi solider.id. di Bali dan menghadirkan tiga nara sumber. Masing-masing adalah Kambali Zutas dari Tribun Bali dengan materi tentang Dasar-Dasar Penulisan Berita.

Hadir pula tokoh dari Mahima Institute Indonesia yang menaungi Tatkala.co, yakni Made Adnyana Ole dengan materi Menjadi Penulis, Bagaimana Memulainya? Sebagai pemateri terakhir disampaikan oleh Anton Muhajir dari Balebengong dengan membahas tentang Jurnalisme Warga, Apa Pentingnya?.

Sebagai projeck manager kegiatan, Hani juga berharap agar melalui kegiatan ini peserta difabel akan lebih bisa berekspresi menuang pikiran melalui tulisan. “Siapa tahu malah bisa menjadi profesi untuk meniti karir di masa depan?”

Made Ayu Wandari, calon kontributor baru Solider.id di Bali mengatakan sebelum diterima sebagai calon kontributor Solider, ia memang suka menulis untuk mensosialisasikan kegiatan difabel. Di antaranya lewat buku antologi puisi yang sudah terbit.

Made Ayu yang kesehariannya mengajar di SLB 1 Denpasar, berharap kegiatan difabilitas lebih terpublikasi di masyarakat. “Karena terus terang selama ini masyarakat masih banyak yang belum tahu tentang kegiatan difabilitas,” ujar perempuan yang juga aktif di Komunitas Teratai (Kostra).[]

 

Reporter: Yanti

Editor: Robandi

The subscriber's email address.