Lompat ke isi utama
Warga Pati sedang mengantri di kantor Disdukcapil Pati

Kepala Disdukcapil Pati: Untuk Apa Anak Difabel Punya KIA?

Solider.id, Pati- Kebijakan baru terkait implementasi Kartu Identitas Anak belum merambah warga difabel Pati. Utamanya orangtua difabel yang memiliki anak difabel atau berkebutuhan khusus dan tidak bersekolah. Mengingat proses pembuatan KIA melalui sekolah-sekolah berstatus negeri.

Hal tersebut ditanyakan oleh salah satu aktivis difabel Pati, Widiyanto. Dia mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk meminta penjelasan bagaimana akses mendapatkan KIA. Namun kepala Disdukcapil justru mempertanyakan hak anak difabel mendapatkan KIA.

"Saat menyinggung Kartu Identitas Anak, saya bertanya kepada kepala Disdukcapil tentang bagaimana anak-anak difabel yang tidak bersekolah, dan ia menjawab untuk apa anak-anak difabel memiliki KIA,” tutur Widiyanto (28/9).

KIA diberlakukan setelah diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak. KIA adalah identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun. Diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota atau Unit Pelaksana Teknis Dinas Kependudukan dan Pencatatan.

Pemerintah menerbitkan kebijakan yang sudah diberlakukan sejak Desember 2016 tersebut bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

Siti Farida, perwakilan Ombudsman Pati menekankan bersamaan dengan hak warga difabel atas E-KTP, anak-anak difabel juga berhak mempunyai KIA. "Semua anak harus mendapatkan KIA, termasuk penyandang disabilitas, kami sedang bekerja sama dengan jaringan penyandang disabilitas beserta organisasinya untuk menekankan komitmen Dukcapil terkait hak-hak administratif,” terangnya.[]

 

 

Reporter: Oby Achmad

Editor: Robandi

 

The subscriber's email address.