Lompat ke isi utama
sosialisasi penanganan anak difabel

Edukasi Penanganan Difabel Berbasis Keluarga

Solider.id, Cimahi – Peningkatan kapasitas keluarga dalam memberikan dukungan kepada anak difabel terus disosialisasikan di wilayah kota Cimahi. Edukasi berbasis keluarga ini, mengajak para lapisan masyarakat, jajaran perintahan terkait, serta lembaga juga organisasi pemerhati difabel untuk tetap konsisten terhadap penanganan permasalahan yang masih dihadapi difabel.

Pada kesempatan kali ini, gelaran agenda tersebut dilaksanakan langsung di kantor Kelurahan Baros Cimahi Tengah, pada Kamis pagi (19/9). Dihadiri oleh perwakilan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM), lembaga pemerhati difabel Save The Children, serta Dinas Sosial kota Cimahi.

“Ini hari pertama saya dipercaya menjadi narasumber tentang edukasi penanganan difabel di wilayah Kelurahan Baros Cimahi,” ungkap Budi.

Ditunjuk sebagai narasumber, Muhammad Budi Pramono difabel Cerebral Palsy (CP) asal kota Cimahi menuturkan, secara garis besar memang ada beberapa hal yang  harus disesuaikan dalam hidup. Contohnya keberadaan masyarakat difabel dalam lingkungan sekitar. 

Lalu, siapa yang mesti menyesuaikan? Jawabannya adalah masyarakat dari nondifabel yang secara kuantitas keberadaan mereka lebih banyak. 

Ditambahkannya pula, jawaban tersebut bukanlah sesuatu yang egois, melainkan sebuah upaya yang dapat dilakukan untuk mengubah lingkungan secara otomatis. Karena, apabila masyarakat nondifabel mampu memyesuaikan diri terhadap masyarakat difabelnya, secara kondisi sosial pun akan mengikutinya.

Senada dengan rekannya, Ogest Yugaswara difabel asal kota Cimahi pengguna kursi roda ini pun diminta sebagai narasumber juga.

Lebih spesifik, Ogest memberikan materi edukasi tentang isu difabel terutama memberikan gambaran terkait aksesibilitas. Dirinya mengharapkan ketersediaan transportasi publik yang akses dan layanan fisioterapi yang dapat memenuhi hak masyarakat difabel untuk tumbuh kembang secara percaya diri.

“Masyarakat difabel perlu diberikan layanan kesehatan yang mudah dan dekat serta bisa berinteraksi dengan lingkungannya,” tutut Ogest.

Menurutnya hal tersebut dinilai penting agar masyarakat difabel mampu bersosialisasi bersama masyarakat lain secara aktif dan luas.

Tentu saja, dengan mendengar langsung penuturan dari kedua narasumber yang merupakan perwakilan masyarakat difabel kota Cimahi, diharapkan jajaran pemerintahan dan pihak terkait lainnya mampu  memahami lebih jelas tentang  kebutuhan warga difabelnya.[]

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor    : Ajiwan Arief    

The subscriber's email address.