Lompat ke isi utama
 dialog DPD PPDI Jabar bersama HJ. Atalia di Pakuan.

Hasil Produk Tak Kalah Saing, Pengusaha Difabel Harus dapat Kesempatan Sama

Solider.id, Bandung – Para pelaku usaha, baik mikro maupun makro merupakan salah satu aset yang menjadi pangkal keberhasilan laju perekonomian masyarakat. Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM di Jawa Barat pada tahun 2017 tercatat 129.191 wirausaha baru. Angka tersebut terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, termasuk usahawan  masyarakat difabel.

Tidak dapat dipungkiri, merambahnya unit usaha yang dimiliki maupun yang dikelola masyarakat difabel merupakan bagian dari keberhasilan pembangunan ekonomi. Sebagai usahawan, kendala yang masih sering dihadapi adalah  bagaimana memasarkan produknya. Permasalahan serupa juga yang kerap dirasakan oleh para pengusaha difabel.

Secara kualitas, hasil produk buatan masyarakat difabel dengan masyarakat umum lainnya saat ini sudah mampu bersaing sengit. Bahkan hampir tidak dapat dibedakan, dalam artian; usahawan difabel mampu mengimbangi hasil produksinya atau bahkan melebihi dalam segi capaian secara kualitas dari produknya.

Ragam cara yang dapat dilakukan oleh para pelaku usaha dalam terus meningkatkan omset mereka. Mulai dari merambah pangsa pasar online maupun offline, mulai dari mengadakan bazar bersama hingga pameran produk berskala besar. Tujuannya tetap sama, yaitu guna memenuhi kebutuhan para pelanggan juga mempromosikan produk.

Lalu, bagaimana dengan para usahawan  difabel yang notabennya lebih banyak menghadapi kendala dalam segi pemasaran hasil produk mereka?

Berbagai kendala yang masih sering dialami pelaku usaha dari masyarakat difabel antara lain; masih minim kesempatan dan peluang bagi mereka untuk dapat mengikuti bazar atau pameran yang diselenggarakan oleh nondifabel. Permasalahan ini dipicu dari kurangnya akses informasi yang diterima usahawan difabel, maupun minimnya pengetahuan informasi penyelenggara terhadap para usahawan difabel. Sehingga, tidak semua event yang bertajuk pemasaran atau pengenalan produk hasil usaha dapat diikuti oleh usahawan difabel.

Masyarakat difabel yang memiliki  usaha secara pribadi lebih berjejaring antar komunitas, selain market online atau offline. Hal ini berdampak kepada kurangnya eksplorasi produk yang dapat mereka hasilkan kepada konsumen publik. Padahal, secara kualitas dapat memenuhi selera kebutuhan pelanggannya.

Menindaklanjuti temuan ragam persoalan pemasaran produk dari hasil usahawan masyarakat difabel, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Jawa Barat merangkul pemerintah provinsi guna bersinergi. Point pemberdayaan bagi masyarakat difabel yang sebelumnya menjadi salah satu bahasan dari hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-2 DPD PPDI Jabar di Indramayu bulan lalu pun mulai direalisasikan.

Ketua DPD PPDI Jawa Barat, Norman Yulian menyampaikan, sebagai payung organisasi terbesar tingkat provinsi, pihaknya berdialog langsung dengan istri Gubernur, Hj. Atalia Praratya di Gedung Pakuan. Ini merupakan upaya untuk langkah merealisasikan pemasaran produk unggulan masyarakat difabel Jawa Barat dalam pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM difabel.

Dalam dialognya, Hj, Atalia Praratya menyampaikan apresiasinya terhadap karya produk unggulan masyarakat difabel. Bahkan menyarankan, sebagai ketua Dewan Kerjinan Nasional Daerah provinsi Jawa Barat (Dekranasda) agar semua produk unggulan difabel dapat bersinergi dengan Dekranasda dan semua jaringan yang ada di Jawa Barat.

Bentuk dukungan tersebut akan dimulai dari menggaungkan hasil produk masyarakat difabel, hingga pemberian hak yang sama kepada para pelaku UMKM dari kalangan difabel yang ada di wilayahnya. Salah satu langkah kecil yang dapat dilakukan cepat adalah dengan memberikan space untuk menjual dan mempromosikan produk unggulan hasil buatan masyarakat difabel.

Mensinergikan hasil produk masyarakat difabel dengan memberikan hak yang sama terhadap pelaku UMKM, diharapkan menjadi langkah awal pemberdayaan sektor ekonomi tanpa adanya sekat antara difabel maupun nondifabel. Mereka mampu menghasilkan karya produk yang sama unggul.

“Ibu Atalia sangat apresiasi atas hasil karya produk unggulan dari kawan-kawan difabel,” kata Nornam.[]

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.