Lompat ke isi utama
catur

Turnamen Catur NPCI Kota Bandung Buka Peluang Bagi Semua Jenis Difabel

Solider.id, Bandung – National Paralympic Committe Indonesia  (NPCI) kota Bandung menggelar turnamen catur bertajuk ‘Walikota Cup ke VII tahun 2019,’ pada Sabtu pagi (14/9) di Gor Pajajaran Bandung. Turnamen ini merupakan agenda rutin tahunan yang di gelar oleh NPCI kota Bandung dan membuka peluang untuk semua masyarakat pencinta olah raga otak tersebut.

Dalam turnamen catur kali ini, NPCI membuka kelas tanding untuk tingkat Master, Non Master, Difabel Netra, Non Netra, dan tingkat SD-SMP. Sejak mulai di adakan, jumlah peminat terus meningkat dan tahun ini menjaring hingga 480 peserta baik altet NPCI maupun  umum.

“Turnamen catur walikota cup ini, mungkin di Jawa Barat baru NPCI kota Bandung yang mengadakannya,” tutur Ketua NPCI kota Bandung, Adik Fahrozi.

Menegaskan pernyataan tersebut, beberapa atlet yang ikut bertanding dalam turnamen tersebut berasal dari luar kota Bandung. Mereka diantaranya dari kota Cimahi, Depok, Bekasi, Sukabumi, Cianjur, bahkan ada pula dari luar provinsi Jawa Barat.

Uniknya, yang turut mengikuti turnamen olah raga otak ini diikuti oleh ragam jenis kedifabelan untuk kategori kelas Non Netra. Selain difabel Daksa, Cerebral Palsy (CP) hingga Autis pun ikut ambil kesempetan dalam turnamen terbuka catur cepat tersebut.     

Meski belum berhasil meraih gelar juara, para difabel Cerebral Palsy (CP) dan Down Syndrome memiliki prestasi di peringkat dua puluh besar, mereka berhak mendapatkan hadiah yang telah dijanjikan panitia.

“Saya dapat point tiga,” kata Atep, salah satu peserta catur Cerebral Palsy (CP) yang mengikuti kelas Non Netra.

Meski memiliki hambatan dalam motorik geraknya, Atep tetap mampu menyelesaikan setiap babak pertandingan tanpa kehilangan waktu yang telah ditentutan wasit, yaitu lima belas menit setiap babaknya. Pun begitu dengan Jovi, satu-satunya peserta Autis yang mengikuti turnamen catur tahun ini.

Kondisi ini membuktikan pada setiap kesempatan yang diberikan, apa pun jenis kedifabelannya, mereka dapat ambil bagian bahkan mendapatkan prestasi. Apa pun jenis kedifabelan yang dimiliki, mereka dapat melakukan aktifitas olah raga sesuai dengan minatnya.

Pihak NPCI kota Bandung pun pada setiap gelaran turnamen serupa, berusaha untuk melibatkan semua kalangan baik dari masyarakat umum maupun masyarakat difabel. Dari pemula hingga master, tanpa batasan usia.[]

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.