Lompat ke isi utama
ilustrasi pemasungan

Pentingnya Dukungan Peran Keluarga dan Masyarakat untuk Penanganan Pasung

Solider.id, Sukoharjo- Tidak ada angka yang pasti jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)/Orang Dengan Skizofrenia (ODS) atau difabel psikososial pada data difabel Sukoharjo yang sebanyak 5.261 orang. Pemkab Sukoharjo memiliki Perda Nomor 18 Tahun 2017 tentang Penyandang Disabilitas dan raperbup desa inklusi yang akan melindungi semua masyarakat kelompok rentan dan saat ini masih digodog. Kabupaten Sukoharjo juga memiliki standar operasional layanan kesehatan di puskesmas secara inklusif.

Namun demikian di dalam memberi layanan kesehatan jiwa bagi pasien ODGJ, puskesmas di Kabupaten Sukoharjo belum memiliki program puskesmas sehat jiwa, meski beberapa puskesmas secara inisiatif menyediakan obat psikiatri. Seperti di Puskesmas Kartasura, satu dari 12 puskesmas, memberi layanan kesehatan jiwa yang diampu oleh psikiater. Demikian pengetahuan yang disampaikan kepada caregiver (keluarga ODGJ) saat mengikuti pelatihan dukungan peran keluarga bagi caregiver yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi yang difasilitasi oleh RSJD dr. Arif Zainudin, Rabu (11/9) yang melibatkan caregiver (keluarga ODGJ) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) ujung tombak dinas sosial yang bekerja di wilayah kecamatan, serta petugas puskesmas. 

Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa Masyarakat (Keswamas) Rumah Sakit dr. Arif Zainudin, Maria Rini Indriarti menjawab pertanyaan salah seorang keluarga ODGJ yang sudah tidak mau lagi untuk merawat karena sudah merasa capai dan bosan karena berkali-kali dirawat. Menurutnya, tugas pihak rumah sakit adalah kuratif (pengobatan) dan itu bersifat sementara, sehingga ketika batas rawat inap habis (Sekitar 28 hari sesuai ketentuan dari BPJS), maka keluargalah yang bertugas untuk merawat. “Kami punya aturan semisal hari pertama sampai hari keempat, pasien dirawat di bangsal akut, kemudian empat hari sampai minggu kedua misal dirawat di sub akut, kemudian minggu kedua di rehabilitasi dan minggu ketiga semestinya sudah pulang.”

Menurutnya, paradigma yang dibangun dan kembangkan saat ini adalah perawatan di rumah dan pemberdayaan bersama-sama dengan masyarakat. “Perawatan rumah sakit hanyalah sementara. Tidak ada lagi panti, dan ini menjadi PR bersama bahwa ODGJ menjadi tanggung jawab semua pihak, tak hanya RSJ, puskesmas, dinsos(TKSK), satpol PP, tetapi juga masyarakat,”terang dr.Maria Rini, Sp.KJ Saat solider.id menanyakan apakah saat ini ada pasien pasung dari Sukoharjo. Maria Rini lalu menjelaskan bahwa RSJD dr. Arif Zainudin saat ini memiliki satu pasien pasung dari Kabupaten Sukoharjo dan di pelatihan hari itu ada orangtua dari pasien pascapasung juga.

Sementara itu masih ada kesimpangsiuran definisi pasung, karena menurut pengertiannya, meski misalnya ODGJ berada di dalam kamar kecil terkunci dan sendiri dan dia tidak punya akses dengan dunia luar/sosial, maka itu juga disebut pasung. Tidak harus ada pemasangan rangka kayu pada kaki atau tangan, bahkan leher dengan batang pohon yang telah dibelah, biasa juga disebut belenggu. Namun ada pula realita, seorang ODGJ yang dikunci di dalam kamar saat seluruh keluarganya pergi bekerja, lalu setelah pulang kerja baru mendapat akses keluar kamar dan berinterakasi dan komunikasi bersama keluarga dengan baik termasuk pula dengan rutin mengkonsumsi obat.   

Saat ini di setiap kecamatan telah terbentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) dan yang menjadi leader-nya adalah puskesmas dan TKSK. Namun belum semua TPKJM memiliki program yang berjalan dengan baik. Upaya preventif, promotif dan rehabilitasi bisa dilakukan di level kecamatan, bagi ODGJ pascarawat. “Bahkan sangat bagus ketika di level desa atau kelurahan mau mengambil peran.Yang stabil bisa habilitasi, misalnya dengan difasilitasi oleh kecamatan,”jelas Maria Rini. Terkait ODGJ yang rawat jalan atau kontrol di RSJ dr Arif Zainudin, Pemkab Sragen malah sudah melakukan afirmatif dengan mengumpulkan para pasien ODGJ di kantor pemkab lalu ada mobil yang mengantar ke rumah sakit. 

 

Reporter: Puji Astuti

Editor   : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.