Lompat ke isi utama
pembukaan festibal di Yogyakarta

Festival Sastra Yogyakarta Inklusif 2019 Resmi Dibuka

Solider.id, Yogyakarta. Festival Sastra Yogyakarta  (Joglitfest) 2019 secara simbolik resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si., pada Senin (2/9/2019). Ditandai dengan pemotongan tumpeng, kegiatan dihelat di Ruang Bima, Dinas Kebudayaan DIY, Jalan Cendana No. 11, pukul 14.00 WIB.

Joglitfest ini terbuka bagi semua pelaku sastra. Tanpa menutup kemungkinan bagi mereka, para difabel pelaku sastra. Joglitfest juga melibatkan para pelajar di sekolah regular maupun sekolah luar biasa dan mahasiswa. Pelibatan tersebut dalam bentuk kepesertaan pada workshop, bincang sastra, pertunjukan dan berbagai bentuk kegiatan lainnya.

Kegiatan akan diberlangsungkan selama satu bulan (2 - 30 September 2019), secara detail terdapat pada rundown acara. Dengan dua kategori kegiatan, yakni pertunjukan dan non pertunjukan. Sedang pada 27 - 30 September 2019, dipilih sebagai puncak kegiatan Joglitfest. Dan 27 September 2019 adalah jadwal Grand opening, akan dilaksanakan di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.

Sebagai lokasi utama kegiatan atau pusat kegiatan dipilih Museum Benteng Vredeburg, Jalan Pangurakan, Yogyakarta. Selain itu terdapat beberapa lokasi pendukung lain yang dipilih. Di antaranya, Desa Budaya Tembi, Kantung Budaya Komunitas Sastra, Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasumantri (PKKH) UGM, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), beberapa sekolah di DIY, serta Kantung Budaya Kabupaten dan Kota.

Tiang sastra nasional

[Joglitfest] Soft Launching Festival Sastra Yogyakarta (Joglitfest), Sarasehan & Konferensi Pers di Dinas Kebudayaan DIY, Senin 2 September 2019 Pada kesempatan itu Aris Eko Nugroho memaparkan bahwa maksud dan tujuan penyelenggaraan Joglitfest ialah untuk mendekatkan dunia sastra dengan publik. Sekaligus menjalin keterhubungan antar masyarakat sastra, dari dalam maupun luar Yogyakarta. Joglitfest juga dimaksudkan untuk mengembangkan nilai-nilai luhur bangsa dengan mengangkat khazanah sastra daerah sebagai tiang sastra nasional.

“Hal ini sesuai asas, tujuan, dan objek Pemajuan Kebudayaan yang tercantum UU No. 5 Tahun 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mencetuskan kegiatan ‘Indonesiana’. Indonesiana adalah bentuk gotong royong lintas kementerian dan lembaga, lintas tingkat pemerintahan, dan lintas sektor untuk menyelenggarakan kegiatan budaya berstandar nasional,” ungkapnya.

“Saya kira akan menjadi kian manis ketika kita bersama-sama menjalankan kegiatan ini,” Ujar Aris. Lanjutnya, “Ada generasi muda yang juga dilibatkan di dalamnya. Jelas, ini bukan kegiatan main-main. Sebab  telah didesain sedemikian  rupa dan dan sedemikian bagus,” tandasnya.

Menjalin koneksi

Ketua Panitia Joglitfest, Suharmono Arimba, menjelaskan bahwa festival tersebut merupakan perhelatan yang merangkum kepentingan stakeholder sastra di Yogyakarta. Di antaranya, Dinas Kebudayaan DIY, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Republik Indonesia (RI), sastrawan/penggerak sastra, akademisi, perguruan tinggi, komunitas, penerbit, pelajar, lembaga pemerintah dalam bidang literasi, maupun lembaga swasta. Bertujuan mendekatkan dunia sastra dengan publik, sekaligus menjalin keterhubungan atau koneksitas antar masyarakat sastra di dalam dan luar Yogyakarta.

“Setelah sekian lama, akhirnya Yogyakarta menyelenggarakan acara yang benar-benar merangkul peserta dari berbagai daerah, dengan persiapan dan pelaksanaan yang melibatkan seluruh elemen, bukan bersifat parsial,” tuturnya.

“Peserta aktif berjumlah 100 orang, berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan dari luar negeri. Sebanyak 50 peserta berasal dari DIY, Sedang 50 peserta lainnya berasal dari luar DIY. Ada pun peserta dari luar negeri berjumlah 9 orang,” jelas Suharmono pada acara peresmian, sekaligus ajang konferensi pers. []

 Reporter: Harta Nining Wijaya

Editor      : Ajiwan Arief

Lampiran Ukuran
Rundown Joglitfest.pdf 145.66 KB
The subscriber's email address.