Lompat ke isi utama
Stiker khusus ganjil genap yang diperuntukkan bagi difabel

Kendaraan Masyarakat Difabel DKI Bebas Aturan Ganjil Genap

Solider.id, Bandung– Kebijakan pemerintah daerah khusus ibukota Jakarta, telah mengeluarkan aturan penggunaan kendaraan roda empat dengan sistim ganjil genap berdasarkan plat nomor mobil.

Namun, untuk masyarakat difabel kebijakan tersebut masuk kedalam pengecualian. Artinya, masyarakat difabel di DKI terbebas dari adanya peraturan ganjil genap dengan memenuhi syarat serta ketentuan yang berlaku.

Sebagaimana kita ketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah memberlakukan aturan ganjil genap sebagai ganti peraturan tri in one pada pengguna kendaraan. Sistem ganjil genap diharapkan mampu mengurangi volume kendaraan dan mengurai kemacetan jalan di wilayah ibukota. Serta diharapkan dapat mengurangi polusi dari asap kendaraan bermotor.

Dalam Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2018,  telah dicantumkan ragam kendaraan yang terbebas dari aturan ganjil genap. Salah satunya menyebutkan kendaraan yang digunakan oleh masyarakat difabel ataupun oleh keluarga yang memiliki anggota keluarganya seorang difabel. Seperti yang tertuang dalam isi pasal 4 Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2018:

Pembatasan lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 tidak diberlakukan antara lain pada: (a) Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara yaitu Presiden/Wakil Presiden, Ketua MPR/DPR/DPD, Ketua MA/MK/KY/BPK. (b) Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara. (c) Kendaraan dinas operasional berplat dinas, TNI, Polri. (d) Kendaraan atlet dan ofisial yang bertanda khusus Asean Gamas. (e) Kendaraan pemadam kebakaran dan ambulan. (f) Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas. (g) Kendaraan angkutan umum plat kuning. (h) Kendaraan angkutan barang bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. (i) Sepeda motor. (j) Kendaraan yang membawa masyarakat difabel. (k) Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Polri, seperti kendaraan pengangkut uang (Bank Indonesia, antar Bank, pengisian ATM dengan pengawasan Polri)

Untuk masyarakat difabel yang memiliki kendaraan roda empat dan dipergunakan sebagai akses mobilitas, tetap ada persyaratan serta tahapan prosedural tertentu yang wajib dilakukan. Tahapan tersebut cukup mudah, kita tinggal mengunjungi kantor Dinas Perhubungan (DisHub) DKI Jakarta untuk mengajukan izin pada dinas perhubungan, lalu pihak DisHub akan memberikan stiker yang dilengkapi dengan barcode.

Melalui barcode tersebut begitu dipindai dengan kode QR akan terlihat data difabel pengguna kendaraan atau siapa difabel yang sedang diangkut oleh yang menggunakan kendaraan tersebut.

Orangtua Sierra misalkan, untuk keperluan terapi putrinya yang termasuk di kawasan aturan tersebut menuturkan pengalamannya mengajukan stiker pengecualian ganjil genap. Menurut orangtuanya, persyaratan yang harus dilengkapi dan prosesnya cukup mudah. Antara lain yaitu; (a) Surat Permohonan (Format bebas diajukan ke DisHub DKI Jakarta). (b) Copy Kartu Tanda Penduduk Pemohon. (c) Copy STNK. (d) Copy Kartu Keluarga. (e) Copy Akte Kelahiran. (f) Copy dokumen medis penunjang.

“Untuk Potho dan video difabel bisa dikirim via WhatsApps. Akan lebih baik yang bersangkutan ikut langsung saat pengajuan stiker,” papar orang tua Sierra (21/8).

Untuk Difabel, hanya bisa mengajukan satu kendaraan untuk pengecualian dalam wilayah aturan ganjil genap tadi. Jika datang ke kantor DisHub dengan data yang lengkap serta persyaratan yang terpenuhi sesuai aturan yang berlaku, proses pun lebih mudah. Pihak DisHub akan langsung menempelkan stiker pada kendaraan difabel.

Melalui nomor WhatApps khusus, pihak dinas perhubungan DKI Jakarta pun bersedia melakukan jemput bola, atau mengunjungi masyarakat difabel yang memerlukan stiker pengecualian aturan ganjil genap. Layanan ini diberikan bagi masyarakat difabel yang mengajukan secara masal atau kolektif, seperti organisasi, komunitas difabel, dengan mengadakan janji terlebih dahulu untuk menentukan lokasi dan waktu pertemuan.[]

 

Reporter:  Srikandi Syamsi

Editor: Robandi

The subscriber's email address.