Lompat ke isi utama
acara diskusi rintisan desa inklusi di Malang

Merisntis Desa Inklusi di Kabupaten Malang Jawa Timur

Solider.id, Bandung – Desa merupakan bagian wilayah terkecil dari lingkup tata kelola pemerintah negara. Perwujudan desa inklusi dan lingkungan inklusi menjadi salah satu bentuk sebuah keberhasilan warga serta pemerintahnya dalam menghadirkan kebersamaan. Membangun masyarakat yang terbuka, ramah, merangkul perbedaan serta mengikis ragam hambatan di lingkup sosial, menjadi ciri utama hadirnya desa inklusi.

Tergerak dari kegiatan semiloka Pembangunan Inklusif Disabilitas atau Disabillity Inclusive Development (DID) yang diadakan oleh Lingkar Sosial Indonesia, pada 15 Agustus 2019 di desa Pakisaji, kecamatan Pakisaji, kabupaten Malang, pemerintah setempat menyepakati desanya sebagai pilot project atau rintisan desa inklusi. Komitmen tersebut langsung ditandatangani oleh Plh kepala desa Pakisaji, Ketua Lingkar Sosial Indonesia, Koordinator Forum Malang Inklusi, serta pendiri Komunitas Kartika Mutiara.

Dalam mewujudkan sebuah desa inklusi tentu membutuhkan peran dan partisipasi aktif dari semua lapisan masyarakat didalamnya. Tidak lepas dari prinsip dasar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau yang lebih dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu no one left behind atau tidak boleh ada yang ditinggalkan. Karena itu dalam pelaksanaannya, SDGs sebagai pengembangan Millenium Development Goals (MDGs) akan melibatkan pemerintah. Baik pemerintahan daerah, parlemen, filantrofi, bisnis, organisasi kemasyarakatan atau civil society organization, media, akademisi dan para pakar.

Pada kegiatan semiloka Pembangunan Inklusif Disabilitas atau Disabillity Inclusive Development (DID), telah dipaparkan program-program pemberdayaan yang bisa diakses warga desa termasuk masyarakat difabelnya. Model pembangunan pun, harus melibatkan peran aktif dan partisipasi semua pihak termasuk difabel sebagai salah satu goals dari SDGs. Selain itu, rumusan indikator desa inklusi juga dirancang berdasarkan potensi dan kearifan lokal pada wilayah yang menjadi rintisan desa inklusi.  Hal inilah yang kemudian akan menjadi usungan pemerintah desa setempat dan pemerintah daerah untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan.

Warga dan pemerintah desa Pakisaji yang berada di kecamatan Pakisaji wilayah kabupaten Malang, memploklamirkan daerahnya menjadi perintis desa inklusi.

Desa inklusi diharapakan dapat terwujud dengan melakukan penguatan dan pemberdayaan terhadap masyarakat difabelnya melalui implementasi program desa. Implementasi program tersebut antara lain; (a) Aspek kebijakan dan perencanaan, dengan mengikutsertakan masyarakat difabel dalam penyusunan kebijakan desa termasuk penyusunan RPJM Desa. (b) Aspek sosial dan politik, dengan mengikutsertakan masyarakat difabel dalam kegiatan sosial, ekonomi serta politik. (c) Pendidikan dan penyadaran, dengam mengikutsertakan masyarakat difabel dalam pelatihan-pelatihan sesuai kebutuhan mereka.

Selain itu, desa inklusi dapat mendorong mewujudkan inklusi sosial di level desa yang juga telah menjadi salah satu isu Sutainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan. Yaitu melalui; (a) Data akurat tentang jumlah masyarakat difabel dan kebutuhannya. (b) Adanya forum komunikasi bagi masyarakat difabel. (c) Partisipasi masyarakat difabel dalam pembuatan regulasi desa. (d) Peningkatan serta kemudahan aksesibilitas bangunan fisik.

Menetapkan desa Pakisaji, sebagai pilot project atau percontohan desa inklusi di kabupaten Malang Jawa Timur, tentu membutuhkan dorongan dari semua pihak. Dukungan pemerintah desa setempat terhadap program desa inklusi ini meliputi dukungan moral, dukungan sosial, hingga alokasi anggaran dana desa untuk program pemberdayaan masyarakat difabel serta acuan program pembangunan berdasarkan masukan dari forum difabel yang ada.

Dibentuknya Forum Penyandang Disabilitas Desa Pakisaji (FPDD), termasuk didalamnya Lingkar Sosial Indonesia, OPD Malang, DMI Malang, HWDI Malang, Komunitas Kartika Mutiara, Paguyuban Ibu-ibu dari anak Istimewa serta masyarakat luas. FPDD sebagai wadah koordinasi kelompok difabel pemerintah desa Pakisaji, pemerintah daerah dan pemerintah pusat serta stakeholder terkait dalam mewujudkan program desa inklusi.

Unsur-unsur yang terlibat dalam pembentukan desa inklusi di desa Pakisaji adalah dari pemerintahan desa Pakisaji, Tim penggerak PKK desa Pakisaji, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Unsur Bappeda Kabupaten Malang, Forum Malang Inklusi, Pendamping Penyandang Disabilitas Kementrian Sosial RI wilayah Malang, Dinas Sosial kabupaten Malang, Pendamping Kementrian Desa, TKSK Pakisaji, Babinsa, Puskesmas, Bidan desa, hingga Kader Posyandu.

Merintis desa inklusi dari desa Pakisaji, kecamatan Pakisaji, kabupaten Malang, rupanya akan menjadi cikal bakal perwujudan desa inklusi di lingkup kabupaten Malang. “Setelah merintis desa inklusi di desa Pakisaji, desa lainnya pun ikut tergerak untuk membangun desa inklusi juga,” ungkap Kertaning Tyas, Ketua Lingkar Sosial Indonesia kepada jurnalis Solider via telpon. []

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.