Lompat ke isi utama
pelaksanaan rapat program sinergi

Program Sinergi Bawa Perubahan Situbondo Menuju Kabupaten Inkusif

SinergiSolider.id, Situbondo - Program Sinergi (Situbondo Inklusif Terintegrasi) merupakan program yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Situbondo bersama Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo (PPDiS) pada tahun 2018. Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Wakil DPRD, Polres Situbondo, Komando Distrik Militer Situbondo dan semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Camat, Perguruan Tinggi, Forum Anak, Perbankan, Pengusaha, Komunitas, Lembaga Swadaya Masyarakat, Forum Kota Sehat, Dewan Riset Daerah, Puskesmas, Kepala Desa di dua kecamatan dampingan PPDiS, Rumah Sakit Umum Daerah, dan Lintas Agama merupakan tim Program Sinegeri dan Bappeda sebagai koordinatornya.

Pada Kamis, 1 Agustus 2019 dilaksanakan Rapat Koordinasi, Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Sinergi untuk melihat perubahan-perubahan yang telah dilakukan demi mewujudkan Situbondo Inklusif, baik infrastruktur fisik maupun nonfisik, dan cara pandang masyarakat terhadap difabel. Kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari roadmap/acuan untuk mewujudkan kabupaten inklusif yang telah disepakati bersama oleh tim PPDiS dan BAPPEDA Situbondo.

Kegiatan yang diikuti oleh 140 orang peserta dilaksanakan di aula lantai dua Kantor Pemerintah Kabupaten Situbondo dan dibuka langsung oleh Bupati Situbondo, H. Dadang Wigiarto, SH. “Program Sinergi yang sudah berjalan setahun ini diharapkan semakin meningkatkan komitmennya untuk mewujudkan Situbondo Inklusi dan mengimplementasikan roadmap Situbondo ramah difabel yang sudah dibuat bersama”, ujar Dadang.

Dadang mengatakan bahwa kemajuan dan perubahan yang sudah banyak dilakukan OPD dan semua layanan agar terus ditingkatkan. “Sosialisasi sampai di level desa harus terus dilakukan agar pemahaman inklusi tidak hanya di tataran kabupaten tapi seluruh masyarakat Situbondo. Program Sinergi ini akan terus dilanjutkan walaupun Program Peduli akan berakhir”, imbuhnya.

Melalui sambungan telepon, Drs. Haryadi Tejo Laksono sebagai Kepala Bappeda juga selaku Koordinator Program Sinergi menyampaikan, “Tindak lanjut dari kegiatan ini, Tim Sinergi akan melakukan monitoring dan evaluasi ke OPD serta sektor publik seperti hotel, pasar, pusat perbelanjaan dan tempat pariwisata untuk mengetahui hambatan yang dihadapi dan mendorong untuk mempunyai komitmen tinggi mensukseskan Program Sinergi. Dengan demikian harapan untuk mewujudkan Situbondo sebagai Kabupaten Inklusi, ramah difabel, lansia dan anak akan menjadi nyata”.

Luluk Ariyantiny selaku direktur PPDiS menyampaikan, “Sudah banyak perubahan baik infrastruktur, layanan bahkan program di masing-masing OPD bisa di akses oleh teman-teman difabel dan semoga ini tetap berlanjut. Ke depannya kami akan tetap bersinergi memperjuangkan pemenuhan hak-hak difabel meski Program Peduli yang selama ini mengawal Program Sinergi akan berakhir.”  

 

Reporter: Ramadhany Rahmi

Editor   : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.