Lompat ke isi utama
Yesi usahawan difabel Daksa salah satu penerima sertifikat halal di Gedung Sate

Wirausaha Difabel Dapatkan Sertifikat Halal

Solider.id, Bandung– Pada Selasa (23/7) di ruang Aula barat Gedung Sate Bandung, 300 usahawan dari 26 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat menerima lebel sertifikat halal. Salah satu yang mendapatkan sertifikat tersebut adalah wirausaha kuliner jenis makanan olahan yang diproduksi seorang difabel Daksa pengguna kursi roda asal kabupaten Garut, tepatnya Desa Babakan Loa, Kecamatan Pangatikan.

Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat dan berdasarkan putusan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) membagikan sertifikat halal kepada Industri Kecil Menengah (IKM).

Uu Ruzhayatul Ulum, Wakil Gubernur Jawa Barat membagikan sertifikat halah kepada para pelaku industriawan Dia menyampaikan pemberian sertifikat halal tersebut dimaksudkan untuk memberikan lebel yang jelas dan meyakinkan konsumen terkait jenis produk yang dihasilkan Industri Kecil Menengah aman dikonsumsi.

“Dengan lebel halal yang dikeluarkan MUI, produksi IKM terutama makanan dinyatakan aman untuk dikonsumsi,” papar Uu. Dia juga menyebutkan sekitar 25 ribu produsen makanan di Jawa Barat sudah mengantongi sertifikat halal.

Sementara, Yesi Endah Sundari satu-satunya IKM difabel yang juga mendapatkan sertifikat halal mengungkapkan sedikit perjalanan berwirausahanya. Produk makanan olahan yang dibuatnya sendiri sudah berlangsung sekitar tiga tahun lebih.

Dalam mengembangkan usahanya, Yesi lebih berorientasi secara mandiri. Setelah mengantongi lebel sertifikat halal untuk produknya, ia berharap usahanya tetap bertahan dan lebih berkembang serta mendapatkan respon kepercayaan yang meningkat dari konsumennya. “Semoga usaha saya tambah laris manis,” ucapnya.

Yesi menyampaikan, selama menekuni dunia usahanya pernah mendapatkan bantuan tambahan dana Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang merupakan program bantuan dari pemerintahan.

Selebihnya, Yesi menjalankan usaha makanan olahan tersebut secara mandiri. Dengan adanya sertifikat halal, dia sebagai usahawan dari kalangan masyarakat difabel juga mengaku lebih percaya diri dan bersemangat untuk terus merupaya membesarkan kapasitas produksi makanan olahannya.

“Dari Garut sendiri ada 13 orang pelaku industri kecil menengah yang mendapatkan sertifikat halal hari ini, dari usahawan difabel hanya saya,” pungkas Yesi. []

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor: Robandi

The subscriber's email address.