Lompat ke isi utama
kejurda catur di Jawa Barat

Kejurda dan Seleksi Peparpenas 2020, NPCI Jawa Barat Buka Peluang Atlet Baru

Solider.id, Bandung – Dalam rangka kejuaraan daerah dan seleksi pekan paralympic untuk pelajar nasional tahun depan di Papua, NPCI Jawa Barat menggelar pertandingan empat cabang olah raga pada Selasa (16/7) di tempat berbeda. Cabang olah raga yang ditandingan yaitu catur bertempat di Aula gedung Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), atletik di lapang terbuka Gor Pajajaran Bandung, tenis meja di SLB Cicendo dan cabang olah raga renang di UPI Bandung.

Pada kesempatan kali ini, NPCI Jawa Barat memalui NPCI daerah memberikan peluang kepada para atlet baru untuk diturunkan dalam pertandingan sesuai dengan cabang olah raga yang diminatinya. Seperti pada cabang olah raga catur, selain atlet senior yang pernah mendapatkan medali di ajang turnamen sebelumnya, olah raga yang mengedepankan pikiran ini pun diikuti oleh atlet baru di kelas difabel Daksa dan Netra. Mereka merupakan perwakilan daerah Kabupaten Garut, Kota Bandung, dan Kota Cimahi.

“Semua atlet baru yang mewakili daerahnya diwajibkan mengikuti tes klasifikasi terlebih dahulu di kantor sekertariat NPCI Jawa Barat,” ucap Riki sekertaris NPCI Jawa Barat, Senin (15/7).

Untuk para atlet baru, ajang kejurda dan seleksi peparpenas se-Jawa Barat, dirasakan sebagai lahan dalam melatih mental saat bertanding ketimbang memperebutkan kursi juara. Melalui kesempatan ini mereka menghadapi lawan main yang telah memiliki jam terbang berlatih dan bertanding cukup lama. Mereka yang masih baru dipertemukan langsung dengan para atlet peraih medali.

Seperti yang diungkapkan Yesi, difabel pengguna kursi roda, atlet catur asal Kabupaten Garut, dirinya mengaku baru terjun di cabang olah raga catur dan berlatih hanya dalam hitungan bulan saja sebelum berlangsungnya kejurda kali ini. Dengan niat maju untuk bertanding, ia tidak gentar menghadapi lawan main yang  pernah menjadi juara pada kejuaraan sebelumnya.

“Saya satu-satunya atlet catur yang mewakili Kabupaten Garut,” ungkap Yesi.

Meski tidak menyandang gelar juara, Yesi tetap semangat selama mengikuti pertandingan, bermain dengan sportif dan tetap bersemangat hingga pulang kembali ke daerahnya.

“Kejuaran ini jadi motivasi saya untuk terus berlatih dan menekuni cabang olahraga  catur,” pungkasnya.

Senada dengan Yesi, Siti Julaeha atlet catur asal Kota Cimahi pun mendapatkan pengalaman yang serupa. Sebagai atlet baru, Siti mengaku kejurda ini merupakan kali pertama yang diikutinya. Ia juga menjadi atlet difabel Netra putri tunggal yang mewakili daerahnya.

Sementara, acara upacara pembukaan kejurda dan seleksi peparpenas 2020 berlangsung di lapang GOR Pajajaran Bandung, dan ddihadiri langsung oleh Sekda Jawa Barat Iwa Kartiwa, Selasa (16/7) pukul sebelas siang. ‘Jawa Barat Juara lahir batin, saatnya Jabar juara di Papua’, semboyan tersebut menjadi semangat untuk para atlet dan juga jajaran pemerintahan Jawa Barat, khususnya Dinas Pemuda dan Olah raga (Dispora).  

 

Wartawan: Srikandi Syamsi

Editor       : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.