Lompat ke isi utama
Audiensi Forum Peduli Difabel Bantul bersama OHANA

Forum Peduli Difabel Bantul Sampaikan Masukan terkait Aksesibilitas

Audiensi Kabupaten BantulSolider.id, Yogyakarta - Kamis, 18 Juli 2019 Perkumpulan OHANA (Organisasi Harapan Nusantara) bersama Forum Peduli Difabel Bantul (FPDB) melaksanakan aundiensi sekaligus serah terima berkas hasil survey aksesibilitas yang telah dilakukan pada tanggal 12 Maret 2019. Survey tersebut guna menilai aksesibilitas di beberapa kantor kedinasan diantaranya, Dinas Penerangan Umum (PU), Dinas Sosial (Dinsos), dan BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kabupaten Bantul.

Kegiatan yang dilakukan di ruang transit Pemerintahan Kabupaten Bantul diikuti oleh 18 orang yang dipimpin oleh Dani Suswaryanta selaku Asisten 3  Bupati Bantul. Hadir pula perwakilan dari Dinas Sosial, Dinas PU, BKD (Badan Kepegawaian Daerah) dan BAPPEDA juga Tenaga Ahli Komunikasi Publik Kabupaten Bantul.

Tri Wahyu dari Perkumpulan OHANA menyampaikan bahwa hasil survey aksesibilitas yang dilakukan di beberapa dinas pada bulan Maret 2019 masih ada temuan misalnya di toilet masih ada undakan, pintu toilet yang kurang lebar, tidak ada pegangan handrail pada bidang miring, dan lain sebagainya.

“Perlu ada perbaikan pada ramp/bidang miring, misalnya bisa menggunakan yang portabel, perlu ada handrail dan lantainya tidak licin. Saya tahu kalau seperti lantai inginnya yang bagus tapi tidak aman misalnya bagi pengguna tongkat seperti saya bisa jatuh. Jadi perbaikan tersebut harus aman dan nyaman”, terang Sigit dari FPDB.

Nurcahyati, Tuli dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) menjelaskan melalui Juru Bahasa Isyarat bahwa melihat aksesibilitas masih banyak gap antar lantai yang tidak hanya menyulitkan difabel daksa namun juga pernah menjadi penghambat bagi Tuli karena licin. Selain itu, masih ada kesulitan untuk mengakses informasi di rumah sakit maupun sekolah, seperti saat proses pendaftaran dan hendak memeriksakan kesehatan, Tuli kesulitan untuk mendapatkan informasi karena dokter maupun perawat menggunakan masker. “Saya pernah menyampaikan bahwa petugas atau dokter perlu membuka masker karena saya perlu membaca gerak bibirnya. Namun mereka enggan membuka masker dan tidak semua petugas mau berkomunikasi secara tertulis. Kalau mereka bisa berbahasa isyarat akan sangat membantu”, pungkas Nurcahyati.

Dahari pengguna kursi roda dari FPDB juga menyampaikan bahwa aksesibilitas tidak hanya diperlukan di kawasan kabupaten saja, namun juga memperhatikan aksesibilitas di kantor desa maupun kecamatan karena lebih sering dikunjungi oleh warga yang difabel. “Selain itu di kantor pemerintahan Kabupaten Bantul belum ada parkir khusus difabel bahkan di tempat-tempat pelayanan yang lainnya kecuali rumah sakit sudah ada parkir khusus difabel tapi kami pernah mendapati bahwa parkiran khusus difabel tersebut digunakan oleh kendaraan bukan milik difabel. Hal ini semestinya perlu juga mendapat perhatian”, ungkap Dahari.

Dahari menambahkan bahwa warga difabel Bantul juga mengalami hambatan saat proses pembuatan maupun perpanjangan SIM (Surat Izin Mengemudi). Hambatan tersebut karena pihak dokter tidak memberikan surat keterangan bahwa difabel mampu berkendaraa seperti motor roda tiga.

Menanggapi masukan dari peserta, Dani Suswaryanta menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Bupati dan Sekretaris Daerah guna menindaklanjuti audiensi ini. Tri Wahyu juga mengingatkan kembali mengenai Peraturan Daerah Kabupaten Bantul mengenai Penyandang Disabilitas pada tahun 2015 yang perlu di amandemen mengikuti Undang-Undang tentang Penyandang Disabilitas tahun 2016.

Tri Suparyanto selaku Tenaga Ahli Komunikasi Publik Kabupaten Bantul menanggapi bahwa terkait SIM untuk difabel, FPDB perlu menuliskan surat kepada Bupati Bantul dengan melampirkan data warga difabel yang hendak mengurus SIM. Tri Suparyanto juga memberikan kontak pribadinya dan menyatakan siap membantu proses pengadaan SIM dan perpanjangan SIM bagi difabel agar tidak menemui kesulitan lagi.  

 

Wartawan: Ramadhany Rahmi

Editor       : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.