Lompat ke isi utama
sosialisasi peranggkat pembelajaran inklusif

Kolaborasi PPDiS dan Dinas Pendidikan Sosialisasikan Perangkat Pembelajaran Pendidikan Inklusif

solider.id, Situbondo - Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo (PPDiS) sebagai organisasi independen ditingkat lokal, memiliki hubungan emosional yang kuat untuk memajukan Kabupaten Situbondo terutama dalam mendorong pemerintah Kabupaten Situbondo menjadi Kabupaten Inklusif. Kali ini PPDiS bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo melakukan monitoring dan sosialisasi Perangkat Pembelajaran Pendidikan Inklusif kepada 83 perwakilan sekolah dasar inklusif dan 17 korwil (koordinator wilayah) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. (11/7)

Seperti terlihat pada unggahan foto instagram @luluk_ariyantiny pada 11 Juli 2019, kegiatan tersebut berlangsung sampai pukul 15.00 WIB bertempat di Aula Grha K.H. Hasyim Asy’ari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo. Luluk menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama PPDiS berkomitmen akan melaksanakan kegiatan pelatihan ke sekolah lain yang belum mendapatkan SK (Surat Keputusan) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo. Dalam hal ini, PPDiS berharap terus mendampingi sekolah dan difabel juga PDBK (Peserta Didik Berkebutuhan Khusus) sampai ke pendidikan jenjang diatasnya. Sosialisasi akan terus dilakukan sampai ke KKG (Kelompok Kerja Guru) untuk membagikan pengetahuan pendidikan inklusif agar lebih banyak sekolah yang paham pentingnya pendidikan inklusif.

Melalui sambungan telepon, Luluk Ariyantiny selaku Ketua PPDiS mengungkapkan kepada solider.id, “Bapak Karnadi, Kepada Bidang Pendidikan Dasar mengapresiasi kepada tim fasilitator dan perwakilan guru dari 21 sekolah yang terlibat dalam penyusunan perangkat pembelajaran pendidikan inklusif ini. Kami berharap semua sekolah di tahun pembelajaran 2019/2020 sudah bisa menggunakan perangkat pembelajaran pendidikan inklusif.”

Sementara Sudarso, S.Pd sebagai fasilitator menyampaikan, “Kurangnya pemahaman tentang pendidikan inklusif menjadikan kita kurang peduli terhadap difabel atau PDBK (Peserta Didik Berkebutuhan Khusus). Adanya perangkat pembelajaran yang sudah dimodifikasi ini, mampu memberikan rangsangan bagi kita sebagai guru ataupun pengawas lebih peduli lagi terhadap difabel atau PDBK”.

Melalui sambungan telepon, Evi Wijayanti, S.Pd.SD sebagai tim fasilitator sekaligus guru di SDN 2 Kukusan Kecamatan Kendit menyampaikan terima kasih karena selama kegiatan monitoring dan sosialisasi perangkat pendidikan inklusif, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo selalu mendukung apa yang menjadi kebutuhan dalam terwujudnya pendidikan inklusif. “PPDiS bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan banyak memberikan dukungan, mulai dari kegiatan pelatihan, pendalaman materi pendidikan inklusif, dan sosialisasi perangkat pembelajaran serta Rencana Pelaksanaan Pembelejaran/RPP modifikasi yang disesuaikan dengan karakteristik PDBK”, pungkas Evi.  

 

Wartawan: Ramadhany Rahmi

Editor       : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.