Lompat ke isi utama
 Rekondasi Japres bagi atlet berprestasi disosialisasikan NPCI kota Bandung.

Jalur Prestasi Olahraga, Difabel Manfaatkan untuk Masuk Sekolah Reguler

Solider.id, Bandung – Masa liburan kenaikan kelas tinggal sepekan lagi, kesempatan ini sering kali dimanfaatkan para orang tua juga anak usia sekolah untuk mempersiapkan segala keperluan memasuki kelas baru maupun jenjang sekolah baru. Bagi mereka yang lolos melewati sekat zonasi dalam pendaftaran peserta didik baru (PPDB) lebih tenang dan puas, ketimbang yang mendapatkan penolakan meski sekolah swasta menjadi akhir pilihan.   

Pada tahun ini, berdasarkan instruksi Presiden, Kementerian dinas pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) merevisi kuota pendaftaran peserta didik baru untuk jalur prestasi. Kuota sebelumnya yang hanya lima persen saja, sekarang naik dari lima hingga limabelas persen untuk siswa yang memiliki prestasi. Ketentuan baru ini berlaku untuk semua jenjang sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMU maupun SMK.

Kuota jalur prestasi (Japres) dibeberapa sekolah negeri reguler di kota Cimahi dan Bandung lebih didominasi oleh siswa yang berkecimpung dibidang olah raga. Pihak sekolah pun memberikan peluang kepada siswa difabel yang memiliki prestasi sesuai dengan persyaratan yang sama, yaitu dengan melampirkan surat rekomendasi prestasi yang dimiliki. Untuk siswa difabel yang prestasinya dibidang olah raga, National Paralympic Commitee of Indonesia (NPCI) sudah dapat mengeluarkan surat rekomendasi prestasi kepada atlet pelajar. 

Informasi surat rekomendasi bagi atlet difabel pelajar berprestasi tersebut diberikan langsung oleh ketua umum NPCI kota Bandung, Adik Fahroji. “NPCI kota Bandung, sudah mengeluarkan surat rekomendasi untuk atlet pelajar yang memiliki prestasi yang dapat digunakan saat PPDB,” papar Adik.

Pada pendaftaran peserta didik baru tahun ini beberapa atlet pelajar kota Bandung yang memiliki prestasi dapat diterima oleh sekolah reguler. Atlet yang memanfaatkan rekomendasi jalur prestasi tersebut salah satunya adalah Fauzan difabel Daksa yang memiliki prestasi pada cabang olah raga catur. Ia juga merupakan atlet difabel yang mendapatkan peluang melajutkan sekolah di SMU negeri reguler kawasan Cicendo Bandung.

Melalui adanya jalur prestasi pendaftaran peserta didik baru atau Japres PPDB, diharapkan pula setiap lembaga organisasi dan komite yang menaungi masyarakat difabel secara resmi untuk dapat mengeluarkan surat rekomendasi bagi difabel pelajar berprestasi. Penerapan kewenangan tersebut dapat semakin memudahkan difabel yang masih berstatus pelajar dan memiliki prestasi untuk mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan di sekolah reguler inklusi. 

Seperti yang sudah dicontohkan oleh pihak NPCI kota Bandung. Dan kemudian, kewenangan yang sama diterapkan oleh seluruh NPCI yang ada di Indonesia, tentu akan semakin banyak lagi difabel usia pelajar yang dapat mengakses pendidikan di sekolah reguler inklusi dengan lebih mudah melalui jalur prestasi bidang olah raga. Pun, demikian untuk bidang lainnya di bawah naungan  lembaga organisasi dan komite bersangkutan yang dapat mengeluarkan rekomendasinya kepada difabel pelajar berprestasi.

Jalur prestasi yang diterapkan pada pendaftaran peserta didik baru dapat dimaksimalkan untuk membantu menerapkan sekolah reguler kearah inklusi. Selain itu, dapat juga memberikan peluang yang lebih banyak kepada pelajar difabel, khususnya bagi mereka yang memiliki prestasi dalam bidang apa pun agar mendapatkan kesempatan belajar di sekolah-sekolah umum reguler.

Penambahan kuota jalur prestasi yang direvisi Kementerian dinas pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) dari lima persen menjadi lima hingga limabelas persen mulai tahun pendidikan 2019 ini, semoga padat dimanfaatkan pula oleh lebih banyak lagi siswa difabel berprestasi.

 

Reporter : Srikandi Syamsi

Editor      : Ajiwan Arief  

The subscriber's email address.