Lompat ke isi utama
audiensi di SMP 13 Togyakarta

Komite Disabilitas DIY Kawal Penyelesaian Masalah PPDB Difabel

Solider.id, Yogyakarta - Gerak cepat dilakukan Komite Disabilitas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam merespon beragam permasalahan siswa difabel yang kesulitan mendaftar PPDB SMP. Hal ini menindaklanjuti hasil siaran pers sehari sebelumnya, adanya permasalahan yang dihadapi Mutiara Azzahra, siswa difabel yang kesulitan mendaftar PPDB SMP.  Rabu (3/7), Komite Disabilitas DIY mendatangi SMP Negeri 13 Yogyakarta bersama dengan Mutiara dan orang tuanya. Mengawal, memonitoring proses pendaftaran calon siswa difabel, mengumpulkan informasi serta meminta penjelasan, menjadi tujuan pendampingan.

Hasilnya, masih ada peluang bagi calon siswa difabel dengan jalur zonasi mutu luar kota. Mengingat Mutiara berdomisili di luar kota, yakni Kulon Progo. Zonasi mutu ini mensyaratkan perolehan nilai Ujian Nasional (UN) tinggi.

Namun, kendala dihadapi Mutiara. Yakni terlambat 5 (lima) menit mendaftar secara on-line. Ketika itu Tiara dan ibunya tiba di SMP Negeri 13 pada 10.05 WIB. Sementara PPDB telah diakhiri pada pukul 10.00 WIB. Akibatnya sistem terkunci, dan PPDB Online dinyatakan selesai. Sedangkan, keterlambatan mendaftar tersebut disebabkan Dinas Pendidikan yang terlambat mengeluarkan nilai SKHUN.

Benahi sistem

Investigasi lanjut dilakukan Komite Disabilitas DIY yang diwakili oleh Winarta dan Aditia. Berjejaring dengan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY. Mendatangi Disdikpora DIY dilakukan untuk memperoleh solusi atas permasalahan keterlambatan nilai.

Kepala Dinas Dikpora DIY, Kadarmanta Baskara Aji menyatakan akan betul-betul membenahi sistem penyelenggaraan PPDB, demikian pula dengan proses pengumuman kelulusan disertai nilai UN.

Seharusnya tidak ada masalah, kata Aji. Karena pendaftaran bagi siswa difabel dilaksanakan lebih awal, dan dilanjutkan siswa reguler. Semua siswa lulusan SLB bisa mendaftar ke SMP negeri, tidak ada batasan. Kecuali yang difabel berat, mereka dianjurkan untuk sekolah di SLB, diperkuat keterampilannya.  Pada saat itu Aji juga berjanji, kasus serupa tidak lagi terulang pada masa mendatang.

Adapun terkait peluang mendaftar di SMP Negeri 13, dilanjutkan dengan mendatangi Disdikpora Kota Yogyakarta. Kepala Disdikpora Kota, Budi Santoso Asrori menyatakan kemungkinan adanya peluang. Namun demikian karena sistem PPDB online telah ditutup, maka afirmasi diberlakukan. Mutiara bisa mendaftar secara manual. Pendaftaran dijadwalkan pada Kamis (4/7), pukul 08.00 WIB di kantor Disdikpora, dengan bantuan petugas input data.

Sedangkan Dwi Handayani ibu dari Mutiara berhadap putrinya dapat mendaftar dan diterima di SMP Negeri 13 Yogyakarta. Mengingat putrinya yang sudah menyelesaikan seluruh kewajiban sebagai siswa.

Dwi menyesalkan kurangnya informasi dan sosialiasi pihak sekolah pada orang tua terkait penyelenggaraan sistem PPDB. “Saya menyayangkan keterlambatan sekolah dalam menginformasikan segala sesuatu terkait PPDB. Padahal jauh-jauh bulan saya sudah menanyakannya,” penuturan Dwi.

Dwi juga mengatakan bahwa akan mengikuti setiap saran. Dengan harapan, putrinya yang tuli mendapatkan kesempatan sekolah di SMP Negeri 13 Yogyakarta. “Apapun saran positif akan saya ikuti. Sepanjang hal itu bisa saya lakukan, demi Mutiara dapat diterima. Dengan sistem apapun akan saya ikuti.

 

Wartawan: harta nining wijaya

Editor       : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.