Lompat ke isi utama
Salah satu cuplikan video klip Lugi BAsuki di lagu Difabel Bisa BErkarya

Lagu-lagu Lugi Basuki Warnai Industri Musik Tanah Air

Solider.id, Bandung – Sebagian musisi difabel mulai selami jagat industri musik tanah air. Sebagin dari mereka memiliki talenta vokal yang mumpuni. Mulai dari bidang tarik suara atau vokal, memainkan alat musik sudah sangat akrab dengan keseharian mereka.

Namun, betapa banyak rintangan untuk terus berkembang dan konsisten dari mereka yang sampai melahirkan banyak karya. Peluang, kesempatan dan kepercayaan dari banyak pihak masih menjadi tantangan yang tidak mudah untuk dilalui seorang musisi difabel.

Meski begitu, sebagian dari mereka tidak berhenti untuk terus berkarya, salah satunya Lugi Basuki seorang difabel low vision. Ia baru saja merampungkan album bernama Raksasa Besar buah karyanya sendiri. Salah satu lagu andalannya berjudul Difabel Bisa Berkarya, yang dituliskan pada Oktober 2017 silam dan sempat diluncurkan pada April 2018. Kini lagu single tersebut menjadi bentuk album mini bersama empat judul lagu lainnya.

Dalam pembuatan karya tersebut, Lugi mendominasi dari mulai menulis lirik, membawakan lagu, membuat notasi, menentukan tema dan membuat ide. Ia juga melibatkan banyak difabel lain untuk merilis albumnya. Sebut saja, untuk menaransement musiknya, ia dibantu dua rekan dari Baraya sekaligus memaksimalkan tahap rekaman bersama Baraya musik band. Sedangkan dalam proses pembuatan video klip, ia melibatkan difabel Netra, Low Vision dan difabel Daksa.

Khusus dalam karyanya berjudul Difabel Bisa Berkarya, Lugi mengajak kepada semua masyarakat difabel untuk memiliki keinginan yang besar, membuat sejarah dalam fase kehidupannya tanpa terkecuali dalam bidang apa pun yang mereka geluti. Meski melalui berbagai hambatan dan rintangan bahkan tantangan yang jauh lebih besar, hingga mengeluarkan air mata, keringat bahkan darah sekalipun.

Tentu bukanlah sebuah kata yang ironis, saat seorang difabel memiliki impian dan keinginan menciptakan sebuah karya besar dan prestasi luar biasa. Maka perjuangan yang harus ditempuh pun penuh air mata, keringat mungkin juga hingga berdarah-darah menghadapi kesabaran serta konsistensi. Melalui perjalanan panjangnya, satu album Raksasa Besar pun lahir dari buah karya sosok difabel Low Vision yang pantang menyerah.

“Saya sangat bersyukur dapat menciptakan sebuah album sebesar ini. Semoga menjadi sebuah sejarah, dan ingin melibatkan semua elemen difabel dalam karya saya,” ungkap Lugi.

Sebuah pemikiran dan cita-cita melalui karya yang akan bisa dikenang bahkan hingga pemiliknya telah tiada. Bukan sekedar pepatah yang menyampaikan, “Sebuah karya tidak akan pernah mati dan akan tetap abadi, meskipun pemiliknya sudah tidak bernapas lagi.”

Lagu-lagunya bisa diakses di akun Youtube Lugi Basuki Musisi. Lagu berjudul Difabel Bisa Berkarya, tampil dalam beragam versi. Menurutnya, di setiap lirik yang ditulis mengandung banyak makna, bukan sekedar mengangkat citra masyarakat difabel semata. Melalui lagu, ia mengajak masyarakat difabel, apa pun kondisi kedifabelan yang dimilikinya untuk terus berkarya, mengukir prestasi dan membuat sejarah yang bisa ditunjukan kepada dunia.

Perjalan panjang Lugi Basuki dalam menata karir menjadi salah seorang musisi difabel di Indonesia kini berbuah manis.

 Berikut potongan lirik pada lagu Difabel Bisa Berkarya, bagian Reff:

‘Difabel bisa berkarya. Difabel yang punya karya. Tunjukan pada dunia kita buat sejarah. ‘

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor: Robandi

The subscriber's email address.